
Markas The Party...
Suasana markas tiba tiba di kagetkan akan kedatangan para pria bertubuh kekar dan menggunakan senjata canggih. Hanya dengan hitungan menit hampir seluruh ruangan sudah hancur dan berantakan.
Bahkan tak ada satu pun orang yang dibiarkan lolos. Namun, sejauh ini Reza belum menemukan orang yang mereka cari. Membuat Reza bingung sendiri.
"Nihil". Ucap Reza berbicara pada sambungan earphone nya.
" Terus sisir setiap sudut ruangan!!. Karena dia belum keluar jalur sedikitpun! ".
" Baik tuan".
Reza pun kembali memasang mata dan telinganya. Memerintahkan anak buahnya untuk tetap waspada. Karena orang yang mereka hadapi saat ini adalah wanita licik yang penuh aksi gila.
Hingga Reza sampai di sebuah ruangan yang tampak begitu rapi. Dan itu merupakan sebuah kamar mewah dengan desain modern. Reza bisa melihat jika di atas ranjang sana sedang ada sosok wanita yang entah apa yang sedang ia lakukan.
Ting...
Reza sempat terkejut saat pintu ruangan itu tiba tiba tertutup dan terkunci sendiri. Hingga ia terpisah kan dari rombongan nya. Hingga tirai di transparan yang menutup ranjang mewah itu terbuka sempurna.
Mata Reza melotot saat ia melihat siapa yang ada di atas ranjang sana. Wanita cantik yang sempat ia kagumi dan sempat ingin ia jadikan pendamping hidup nya.
__ADS_1
Ya Tania sedang berbaring di atas ranjang king size dengan memakai lingeri tipis yang memperlihatkan semua aset berharga miliknya. Bahkan dua tonjolan yang selama ini ingin sekali Reza sentuh kini bisa ia lihat berapa ukuran yang sangat pas untuk ia remas.
Reza adalah pria normal pada umumnya. Ia juga memiliki kelemahan saat melihat tubuh indah separuh telanjang begitu. Hasrat kelelakian nya langsung bangkit. Membuat Ia mulai menikmati pemandangan indah yang ada di depan matanya itu.
Suara musik mulai terdengar dengan alunan musik tenang namun sedikit membuat jiwa pria makin bernafsu. Tak hanya itu Tania mulai berdiri dan mulai menari dengan lincah. Hingga ia pun memainkan miliknya menggoda Reza.
perlahan namun pasti ia mulai membuka semua benang tipis itu dan kini apa yang membuat Reza penasaran. Sudah ia tampilkan sendiri, Beberapa kali Reza meneguk salivanya dengan susah. Saat jari Tania masuk kedalam mulut goa dibawah sana. Tatapan wanita itu begitu sangat menggoda. Membuat Reza dengan tidak sadar mulai mendekati Wanita itu.
Tania bangkit dan malah mulai menggesek gesekkan miliknya pada tiang tirai yang ada di sudut ranjang. Membuat Reza tersenyum penuh arti. Entah apa yang ada di dalam otak dan pikiran Reza saat ini. Yang jelas ia semakin mendekati wanita itu. Senjatanya pun sudah ia lempar di lantai begitu saja. Hingga sudut bibir wanita itu terangkat membentuk senyuman.
Reza kini sudah berdiri tepat di belakang wanita yang ia kenal sebagai Tania. Wanita itu pun terus berusaha menggoda Reza dengan cara membangkitkan gairahnya. Milihat Reza yang masih berdiri di sisi ranjang. Wanita itu memilih turun dan mulai mengambil tongkat panjang berbentuk seperti benda pemuas hasrat.
Tanpa pikir panjang ia pun mulai memasukkan benda itu kedalam miliknya. "Akhh... ".
" Aahhh... ".
Wanita itu menjerit tapi bukan menjerit nikmat. Melainkan menahan sakit yang begitu dalam. Saat tongkat yang ia masukkan sendiri kedalam miliknya malah semakin di tekan oleh Reza. Mungkin sampai melukai nya di dalam sana.
" Bukankah begini lebih enak?. Hm? ". Seringai licio Reza mulai terbit.
Wanita itu bahkan masih memiliki tenaga untuk menyerang Reza. Dengan keadaan bugil ia menarik tongkat dan kini ia gunakan untuk terus menyerang Reza. Tapi , bukan Reza namanya kalau tidak punya trik untuk melawan musuhnya lebih licik lagi.
__ADS_1
Bahkan Reza masih sempat menendang kedua gunung menjijikkan itu. Hingga dari sudut kamar mulai keluar sosok wanita lain yang akan menyerang Reza dari belakang.
Dor...
Reza menoleh saat terdengar suara tembakan dan wanita yang tadi sempat berkelahi dengan Reza berteriak. ". Kakak... ".
Tapi Reza tak perduli karena ia justru dibuat bingung akan wujud dua wanita yang sama. Satu dengan keadaan telanjang dan satu lagi wajahnya sedikit pucat bahkan terlihat sedang menahan sakit.
" Bajingan kalian... "
Dor ... dor... dor...
Wanita yang tadi menggoda Reza kini sudah tumbang setelah beberapa kali mendapatkan hujaman timah panas dari sosok wanita di ujung sana.
"Kau bisa mati konyol jika terus terusan seperti itu bodoh". Cibir wanita itu menatap Reza dengan tatapan tajamnya.
" Cepat bantu aku!!!. Mau sampai kapan kau berdiri di situ?. Tugasmu mencari Arnita bukan?? ".Seru wanita itu lagi. Membuat Reza langsung menarik sudut bibir nya.
" Sejak kapan kau di culik mereka??? ". Tanya Reza setelah ia berdiri di hadapan Tania yang asli.
Tania malah menatap Reza dengan tatapan tajamnya lalu berkata". Semua itu gara gara kau bodoh". Ketusnya lalu berlalu pergi meninggalkan Reza yang masih mematung akan ucapan Tania.
__ADS_1
TBC