
Tiga hari berlalu sejak Al dirawat diruangan ICU, dan sudah tiga hari ini juga belum ada tanda tanda Al akan bangun dari komanya. Sedangkan dunia publik dan media sosial ramai memperbincangkan. Berita tentang seorang prajurit Negara dengan jabatan dan pangkat yang sudah tinggi. Menjadi salah satu dalang dalam jatuhnya pesawat yang membawa 20 orang prajurit TNI AD. Yang sedang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.
Tak hanya itu dunia publik juga dihebohkan akan seorang pria berkewarganegaraan asing yang masuk secara ilegal ke tanah air. Dan saat ini menghilang. Para aparat kepolisian bersatu dengan TNI AD saling bekerjasama. Untuk menyelesaikan kasus besar ini.
Memecahkan masalah satu persatu. Dan juga membasmi semua pihak yang terkait satu sama lainnya. Sebab,para mafia asing itu sudah menyebar luas kan obat obatan terlarang dan juga prostitusi online gadis gadis dibawah umur ataupun dewasa.
Sherly juga tak pernah lelah untuk menjaga suaminya. Karena Al juga saat ini sudah di pindahan ke rumah sakit milik keluarganya sendiri. Dimana disana alat alat medisnya jauh lebih terjamin. Mark juga sudah mendatangkan dokter terbaik di dunia untuk terus memantau perkembangan nya.
Lea dan Rayen juga tak ketinggalan untuk tetap menemani sang putra yang nampak terbaring lemah di brankar pasiennya. Terkadang Rayen dan Lea juga harus membagi waktunya untuk mengunjungi menantunya yang saat ini juga sedang berusaha melawan penyakit kankernya.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sherly masih saja setia membuka matanya. Ia tak ingin melewati sedikitpun perkembangan suaminya. Berharap Al segera membuka matanya. Meskipun harapan itu sangat tipis.
"She, kamu belum tidur??? ".Mark yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu pun tak disadari oleh Sherly.
__ADS_1
"Apa suamiku akan terus memejamkan matanya king?? ".Sherly malah bertanya balik.
Mark menarik nafasnya pelan lalu ia hembuskan perlahan. Ia mendekati Sherly dan mengusap bahunya lembut. " Jika kau percaya pada suamimu, dia tidak akan mengecewakan kamu she. Ingat meskipun dia tetap memejamkan matanya. Tapi dibawah alam bawah sadarnya Al tetap bisa mendengar apapun yang kamu katakan didekatnya".
Mark tetap terus memberikan semangat untuk Sherly. Ia tahu apa yang dirasakan oleh bumil itu. Rasa rindu yang sudah lima bulan lamanya tak bertemu. Kini malah harus kembali dipisahkan lagi oleh koma suaminya.
Jika itu ada di posisi Naura. Mungkin pikir Mark Naura tak kalah rapuhnya dari Sherly. Apalagi Naura juga lebih manja daripada adiknya ini.
"Apa kau yakin Al bisa melewati ini semua She??? ".Tanya Mark sambil menatap mata indah Sherly yang terlihat sendu.
" God girl, aku yakin kalian bisa melewati nya dengan sabar".Jawab Mark sambil kembali mengusap bahu Sherly. "Tetaplah di sisi suamimu sampai aku kembali She!!! ".Sambung Mark ketika ia ingin pergi dari ruangan itu.
Sherly menautkan kedua alisnya bingung karena Mark tiba tiba mengatakan hal yang seperti ingin pergi jauh saja.
__ADS_1
" King mau kemana????. Apa ada hal yang mendesak???. Atau para polisi itu tahu siapa yang membantai semua anggota si brengsek itu??? ".
Sherly mulai mencecar Mark dengan begitu banyak pertanyaan nya. Sedangkan Mark hanya tersenyum tipis saja. Sembari kembali menepuk bahu Sherly.
" Aku ada urusan sebentar She. Dan aku janji sebelum tengah malam aku akan kembali lagi kesini".Jawab Mark sambil memgusuk pucuk hijab Sherly pelan.
Sherly pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Tapi saat Mark ingin melangkah keluar ruangan. Langkah Mark kembali terhenti karena panggilan dari Sherly.
"King".
" Hm".
"Aku ingin makan sate padang. Bolehkah aku minta tolong dengan king untuk membelinya?? ".Seru Sherly jujur. Karena tiba tiba dia ingin sekali memakan sate padang dengan bumbu rempah khas minang.
__ADS_1
Senyum Mark mengembang. Ketika mendengar penuturan Sherly. " Tentu She. Aku akan membelikannya untukmu. Oh ya mau berapa porsi?? ".
" Satu porsi saja king sudah cukup".