
Ke esokan harinya di sebuah mension mewah. Tampak seorang anak perempuan yang saat ini sedang masa pubernya. Mulai melangkah masuk kedalam ruang makan. Dengan penampilan yang sudah sangat rapi. Seragam sekolahnya yang lengkap . Hanya saja tubuhnya yang gempal masih saja membuat sang Mommy sedikit menyayangkan nya.
Padahal, putrinya itu sangat cantik. Tapi, apa boleh buat suaminya malah sangat mendukung penampilan putrinya saat ini. Dengan alasan yang baginya adalah jalan terbaik untuk sang putri.
" Morning, Mom, Morning Daddy". Serunya yang langsung mencium pipi Daddy dan juga Mommy nya secara bergantian.
" Morning honey". Sahut kedua orang tuanya secara bersamaan.
Gadis remaja itu pun langsung mendaratkan bokongnya pada salah satu kursi di samping Daddy nya. Lalu mulai meminum jus buah segarnya.
" Kenapa susunya tidak di minum honey? ". Mark menyodorkan segelas susu untuk sang putri. Karena itu biasanya juga susu favorit Cici.
" No, Daddy!. Cici mulai hari ini akan diet. Jadi, Cici hanya mau minum jus saja". Tolaknya tiba tiba. Membuat Mark langsung menautkan kedua alisnya terkejut.
Namun, sangat berbeda dengan Mommy nya. Yang malah langsung tersenyum senang. " Really honey?. Kamu yakin untuk mulai diet? ".Tanya Naura hampir tak percaya. Karena selama ini. Cici selalu saja menolak untuk ia suruh kurus.
__ADS_1
" Yes, Mom dan itu juga untuk kesehatan Cici sendiri. Karena, akhir tahun ini ada perlombaan lari di sekolah. Kalau Cici masih seperti ini, pasti Cici akan kalah lombanya karena lari Cici sangat lamban".
" Wow... Mommy akan dukung kamu sepenuhnya Honey". Naura mengacungkan dua jempolnya sangat senang. Sedangkan Mark hanya diam sambil memberikan tatapan tajamnya pada istrinya.
Namun, Naura hanya cuek bebek saja. Karena bagi Naura ini adalah kesempatan emas buatnya. Untuk merubah penampilan putri bungsunya itu. Apalagi Naura juga sudah ada rencana sendiri. Agar Cici selalu tampil cantik untuk membuatnya memikat salah satu pria yang sudah Naura harapkan, Untuk jadi pasangan Cici nantinya.
" Belum waktunya sayang!! ". Mark menatap istrinya. Karena Mark sudah hafal betul niat terselubung dari istrinya itu.
" Hei, ayolah Dad!!. Sebentar lagi Cici akan lulus SMA. Sudah sewajarnya ia memilih jalan hidupnya sendiri. Termasuk jodohnya". Jawab Naura sambil mengulas senyum liciknya.
" Aduh honey bunny sweetie. Mommy tidak ada niat untuk menjodohkan kamu. Benar kan Dad? ".
" Hem". Sahut Mark datar. Mark sudah tahu isi otak istrinya saat ini. Tapi, ia juga tak mau banyak bicara. Karena awalnya juga ia sudah mendukung nya. Hanya saja saat ini pria yang mereka siapkan untuk Cici sedang mencoba menjalan hubungan dengan wanit lain.
Namun, sejauh ini sang pria juga masih bisa mengontrol dirinya. Dan tidak pernah berbuat di luar batas nya. Apalagi putranya yang satunya selalu saja menjadi mata mata dan CCTV untuk calon sang adik.
__ADS_1
Cici masih menatap curiga pada kedua orang tuanya. Terutama Mommy nya. Namun, ia tidak mau banyak bertanya, Sebelum ia tahu sendiri apa yang sedang Mommy nya rencanakan untuknya nanti. Tetapi, pikiran Cici buyar saat mendengar suara tegas dan khas di telinganya.
" Morning Dad, Mom".
Cici langsung menoleh dan melihat sang abang datang dengan gaya coolnya. Bahkan, ia masuk lewat pintu belakang. Bukan dari arah depan.
"Morning boy".
"Morning adik embul". Zello mencubit pipi chubby Cici dengan sangat gemas.
" Abang Zello, iihhh... ". Cici langsung menepis tangan kekar abangnya. Dan mulai Memanyunkan bibirnya.
" Abang pasti panjat tembok lagi kan masuknya? _. Tanya Cici menatap ketus pada Zello.
Zello pun hanya mengangkat bahunya saja. Dan mulai kembali dengan wajah datarnya dan sangat penuh wibawa serta kharismatik yang tinggi. Pesona sang Daddy saja kalah dengan pesona seorang Zello.
__ADS_1
TBC