Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Mie Instan di Tengah Malam


__ADS_3

Sedangkan di tempat yang berbeda pula saat ini. Sepasang suami istri yang memang hobby berolahraga. Tak kalah serunya dari Al dan juga Sherly. Malah mereka lebih parah lagi. Karena ini adalah kegiatan nya yang sudah nambah ke tiga kalinya.


Perut buncit istrinya tak membuat nya menyerah. Begitu juga dengan istrinya yang malah minta lagi, lagi dan lagi. Kadang sang suami juga ikut merasakan gerakan demo calon baby nya di dalam sana. Karena Daddy nya malah menyiksa sang Mommy.


Peluh dan keringat saling bercucuran satu sama lainnya. Namun, Gerakan pinggul sang suami malah semakin kuat. Sesekali ia ikut mengelus perut buncit sang istri. Yang kini usia kehamilan nya sudah delapan bulan. Mereka juga sudah tahu jenis kelamin si baby. Yang berjenis kelamin perempuan itu.


"Oh... Yeaahh... ".


" Sorry Baby!!!. Daddy memuntahkan nya lagi".


Seru Mark sambil memejam kan matanya. Karena dibawah sana. Tepatnya di dalam ruangan sempit sang istri. Imron sudah muntah muntah berkali kali. Membasahi siti.


Sedangkan Naura malah terkekeh saja. Melihat ekspresi wajah suaminya itu. Berulang kali juga Naura tanpa segan menirukan raut wajah dan suara suaminya saat *******.


"Uuh... Akhh... Uh Akh... ".


" Yes Daddy ".


Seru Naura sambil menggerakkan Pinggulnya juga. Mark pun langsung melotot tajam. Karena istrinya itu mungkin akan membangunkan Imron kembali.


" No, sayang!!!. Stop!!. Kasian baby".Tolak Mark yang memikirkan baby nya juga. Karena sudah tiga kali mereka mengulang kegiatan yang sama.

__ADS_1


Tapi anehnya Naura malah tidak terlihat capek sedikit pun juga. "Ah, sayang sekali".Gerutu Naura pelan. Namun, Naura juga nampak mengulum senyumnya.


Akhir akhir ini entahlah keinginan nya selalu menjurus kearah ranjang melulu. Jadi, jangan salahkan Mark jika Imron selalu bangkit jika dekat dengan Istrinya. Karena siti juga jahil menggoda si Imron terus menerus.


Mark mengecup kening dan bibir istrinya secara bergantian. Setelah itu ia bangkit dari tubuh istrinya. Turun ke lantai.


"Mau kemana Vian??? ".Tanya Naura yang masih nampak enggan untuk di tinggal beranjak oleh suaminya.


" Aku akan mencari makanan di dapur sayang. Perutku sangat lapar sekali ".Jawab Mark membuat Naura kembali terkekeh.


Ini bukan pertama kalinya Mark merasakan lapar di jam segini. Karena sejak usia kandungan nya masuk di angka empat bulan. Mark selalu saja kelaparan ditengah malam.


Jadi, Naura memang sengaja menyuruh chef untuk memisahkan makanan untuk suaminya. Dan jika Mark bangun tengah malam. Ia tinggal memanaskannya saja.


Akhirnya Mark kembali menghampiri istrinya. Dan membantu nya memakai kembali piyama tidurnya. Tak lupa Mark mengambil cardigan panjang untuk menutupi lingerie tipis yang di pakai oleh Naura.


Keduanya melangkah menuju arah dapur. Dengan Mark yang selalu setia menggandeng tangan istrinya. Hingga mereka berdua sampai di dapur.


"Tunggu saja di meja makan sayang!!!. Aku akan panas kan dulu makanan nya".Ucap Mark dan menuntun istrinya menuju meja makan. Tapi Naura langsung menolak.


" Aku ingin makan mie instan sayang ".Ucap Naura sedikit merengek.

__ADS_1


Mark menggeleng kan kepalanya ".No.Itu tidak sehat sayang".Tolak Mark cepat. Karena ia juga seumur hidup belum pernah makan mie instan.


Bagi Mark mie instan itu tidak baik untuk tubuh. Karena ia adalah pria yang sangat menjaga pola makan nya. Apalagi Mark selalu rutin olahraga dan juga berlatih. Ia selalu terlihat bugar setiap hari nya.


Karena Mark hanya makan makanan yang di masak khusus oleh chef tertentu di rumah nya. Jadi, nilai gizi nya harus seimbang dengan kebutuhan tubuhnya.


"Malam ini aja sayang... Please!!! ".Mohon Naura sendu.


" Mungkin baby yang mau, bukan Mommy nya".Kalau sudah bawa bawa nama Baby. Maka Mark bisa apa. Meskipun ia tidak percaya akan hal yang mengatakan baby nya akan ngences jika ngidam istrinya tidak di turutin.


Selama ini juga Mark mau menuruti permintaan sang istri karena ia juga ingin sekaligus mengerjai para anggotanya dan membuat istrinya senang saja. Terutama ketika Naura hamil si kembar. Bukan karena percaya akan tahayul seperti itu.


"Baiklah aku akan coba membuat nya".Jawab Mark seraya menggiring istrinya untuk duduk di meja bar saja.


" Mommy... Daddy... Zein juga mau mie instan!!! ".


Baik Mark maupun Naura langsung menoleh kearah sumber suara. Dan melihat kedua putranya yang saat ini sudah berdiri di ambang pintu dapur.


Mark pun hanya bisa menepuk jidad nya saja. Sedangkan Naura langsung terkekeh. Melihat si kembar ikut bangun dan meminta mie instan juga pada Daddy nya.


"Apa Zello juga mau mie instan??? ".Tanya Naura pada Putranya. Tapi Zelo malah langsung menggeleng kan kepalanya cepat. Membuat Mark tersenyum bangga pada putranya satu itu. Karena Zello benar benar menuruni sifat dirinya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2