
Di sebuah ruangan yang nampak gelap. Hanya ada cahaya lampu dari arah luar yang masuk melalui pentilasi udara. Bau amis menyengat dari dalam ruangan itu. Tetesan suara air yang entah dari mana membuat itu terlihat lembab.
Lumut di sekitar tembok pun terlihat tumbuh dengan suburnya. Melekat pada setiap dinding yang ada di dalam ruangan tersebut. Samar samar dari arah luar terdengar gelak tawa dan suara berisik seperti musik dan juga suara ******* wanita. Saling bersahut sahutan.
Pria yang baru sadar nampak mengerjapkan matanya. Menelisik sekitar tempatnya saat ini. Tekuk lehernya terasa sedikit nyeri. Belum lagi tangannya yang ternyata terikat pada rantai dengan posisi menggantung.
Ia mulai memfokuskan mata dan ingatannya kembali. Sebelum suara pria yang sangat ia kenal mulai bicara.
"Brengsek... Anjir... Gue dimana woy??? ".Teriaknya sambil menggerakkan tubuhnya yang juga ikut digantung. Menimbulkan bunyi gesekan rantai pada besi yang ada di atas kepala mereka.
" Berisik... Loe bisa diem kagak bro??? ".Sahut sang pria ketus.
" Bang... Loe bang Al kan???".Seru pria itu lagi terdengar dari suaranya jika ia nampak sedikit senang.
"Emang loe pikir gue hantu".Jawabnya lagi sambil mengedarkan pandangannya.
" Alhamdulillah loe masih hidup bang. Gue bersyukur bang masih bisa denger suara abang".Jawabnya lagi mulai lirih.
"Kenapa kita bisa ada disini bang???. Sebenarnya siapa mereka???. Terus dimana tiga A bang??. Bukannya mereka bertiga juga ...
__ADS_1
" Kita disini begok".Sahut ketiga pria yang ternyata ada disudut ruangan dengan posisi yang sama. Sama sama terikat dengan tangan yang di gantung di atas menggunakan rantai tebal. Mereka juga diborgol terlebih dahulu membuat kelima pria itu susah untuk bergerak.
"MasyaAllah gue kira lu pade udah mampus di tangan mereka".Sahut pria yang paling cerewet di antara kelima pria itu.
" Bro mendingan loe diem aja deh!!!. Cari cara agar kita bisa keluar dari tempat ini!!!. Berisik tahu".Ucap Arkan yang tak habis pikir akan team nya satu ini. Sudah mau mati saja masih bisa ngelawak.
Ya pria itu adalah Rendi, tetangga Al di Asramanya. Saat ini mereka berlima sedang di Sandra di dalam ruangan gelap. Yang baunya sangat anyir dan menyengat. Entahlah tempat apa itu, mereka saja tidak tahu.
"Sudah jangan ribut!!!. Kita pikirkan cara dulu bagaimana melepaskan diri dari rantai terkutuk ini!!! ".Seru Al yang mulai sadar sepenuhnya. Meskipun ada beberapa bagian tubuhnya yang terasa perih dan juga nyeri.
" Tunggu dulu bang santai!!!. Gue masih bingung nih, kenapa kita berlima ada disini dan dengan posisi seperti sekarang?. Bukannya waktu itu kita berada di dalam pesawat bersama team yang lainnya juga?? ".Rendi mulai waras otaknya untuk mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
"Tahan aja dulu!!!. Gue mah laper. Lu malah mau buang hajat. Kagak ngotak lu bro".Cibir Arno
" Sebenarnya kita udah berapa lama sih disini???. Tenggorokan gue kering banget bro".Sambung Ardan.
"Bang Al... Abang pingsan lagi kan??? ".Tanya Rendi saat tidak mendengar lagi suara Al.
" Gue gak selemah itu bro".Jawab Al sembari menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1
Disini memang Al yang paling tinggi pangkatnya. Dibandingkan keempat anggota nya itu. Tapi Al tidak pernah gila hormat saat hanya mereka berlima. Al tidak mau di perlakukan spesial oleh mereka. Makanya saat tidak ada komandan mereka nampak sangat akrab.
Yang kini di pikiran Al bukan hanya keselamatan mereka. Tapi, Al langsung kepikiran sudah berapa lama mereka berada di tempat ini. Al juga kepikiran tentang istri nya yang saat ini sedang mengandung anaknya.
"Gue inget, waktu kita naik pesawat kan kita barengan dengan tiga orang lagi team dari prajurit lain nya. Tapi kenapa tiba tiba kita hanya berlima disini??? ".Rendi mulai mengingat kembali kejadian awalnya.
" Waktu dalam pesawat kita di serang dalam keadaan setengah sadar begok. Masa loe kagak inget lagi".Jawab Arkan ikut menimpali.
Flasback On....
Al langsung mengingat kembali saat mereka akan di pulang kan. Tapi karena muatan pesawat khusus prajurit melebihi kapasitas. Jadi ada beberapa prajurit yang harus menaiki pesawat yang berbeda.
Dan Al kembali ingat saat di dalam pesawat mereka berjumlah sekitar 10 orang. Tapi empat di antaranya Al tidak mengenalinya. Sebelum nya mereka juga sudah makan malam menu yang di sajikan oleh pramugari. Tidak ada kecurigaan sedikit pun.
Hanya Al dan Arkan yang sama sekali belum menyentuh makanan nya saat itu. Hingga Arkan izin ke toilet. Begitu kembali Arkan mengatakan sesuatu padanya. Jika pesawat yang mereka naiki bukanlah pesawat khusus yang dikirim untuk penjemputan. Melainkan pesawat palsu.
Sempat terjadi baku hantam antara Al dengan pramugari serta pramugara di dalam pesawat. Di bantu dengan Arkan. Karena ketiga temannya sudah tak sadarkan diri. Namun, ada salah satu prajurit yang Al kenal tudak Membantu nya sama sekali. Pria itu malah pergi keluar menuju ruangan lainnya.
Dan saat Al dan Arkan terus berusaha melawan. Tiba tiba dari arah belakang ada yang menyuntikkan sesuatu pada lehernya. Membuat Al dan Arkan tak bisa bergerak sama sekali. Entah cairan apa yang mereka gunakan. Hingga begitu sadar mereka berada pada tempat yang berbeda.
__ADS_1
Flasback Off..