
Seorang wanita tampak tergesa gesa terus berlari menjauhi markasnya. Dengan melewati sebuah lorong yang sangat gelap gulita. Bahkan ia hampir saja ketahuan oleh anggota Jacob dan juga Reza.
Hingga ia tiba di sebuah dermaga yang sudah ada satu kapal. " Sialan, kenapa aku tidak bisa mengetahui kedatangan mereka". Upat Wanita itu sambil terus berlari terseok Seok. Karena salah satu kakinya telah di lukai oleh Tania.
Beberapa menit yang lalu, sebelum Tania bisa keluar dari tabung besar yang menjerat tubuhnya selama hampir satu bulan ini. Dan ketika Arnita ingin menyuntikkan kembali obat kedalam tabungnya.
Wanita itu tidak mengetahui jika Tania sudah sadar sejak beberapa menit yang lalu. Bahkan selama ini Tedy selalu menukar obat yang di suntik kan kedalam tubuhnya. Itu bukanlah sebuah racun. Melainkan vitamin agar Tania tetap bisa bernafas meskipun tubuhnya di rendam dalam sebuah tabung kaca tersebut.
"Awas kau teddy, kau telah mengkhianati ku. Aku akan balas semuanya".Lagi lagi Arnita mengupat kesal.
Prok...
Prokk...
Prokkkk...
Suara tepuk tangan seseorang membuat Arnita langsung menatap tak percaya. Ia bahkan langsung mengedarkan pandangan nya. Matanya melotot sempurna. Melihat semua tempat ternyata sudah di kepung oleh puluhan manusia terlatih.
Pandangan Arnita terfokus pada satu pria yang sangat ia rindukan selama ini. Pria yang pernah membuat hidupnya bahagia , Bahkan karena pria itu juga yang membuat hidupnya hancur. Mata hatinya tertutup oleh sebuah dendam.
Padahal dia sendiri yang menciptakan dendam itu. Jika saja ia tidak menjebak Satria pada hari itu untuk menghancurkan karir Jeny. Mungkin sampai saat ini mereka tetap akan bersama. Meskipun Satia tahu jika Arnita tidak akan bisa memberinya keturunan.
__ADS_1
Satria masih hati untuk mempertahankan pernikahan karena perjodohan itu. Walaupun ia juga sebenarnya tidak mencintai wanita itu. Namun, Satria bukanlah pria brengsek yang tidak bertanggungjawab pada istrinya.
"Wilson... Kau kah itu?? ". Lirih Arnita dengan tatapan bahagia nya. Namun, sedetik kemudian ia kembali menampakkan wajah ketusnya.
Bahkan senyum wanita itu sekarang terbit. Tawanya mengggelar membuat Satria yakin jika Arnita benar benar tidak waras. Wanita itu memang sudah gila sejak lama. Oleh sebab itulah, Arnita selalu saja tidak punya hati untuk menyakiti orang lain.
" Akhirnya kau datang juga honey". Seru Arnita berjalan mendekati Satria yang saat ini tengah menatap nya dengan tajam.
Langkah Arnita terhenti saat suara seorang wanita memecahkan keheningan dan suasana mencekam itu. " Berhenti di situ kau wanita gila!!! ".
Arnita menoleh dan ia malah semakin terkejut saat ia melihat sosok seorang wanita yang telah ia anggap mati selama ini. Karena wanita itu telah ia korban kan untuk mengecoh Mark.
" Emie... "
" Kau... ".
" Yah, kau pikir aku sudah tewas di tangan king bukan??" . Emie terus tertawa terbahak bahak ". Sayangnya Wilson sudah lebih dulu menyelamatkan aku dari tangan sang iblis, Kau tahu kenapa??? ".Arnita menatap Satria dan Emie secara bergantian.
" Sial... Kalian berdua... ".
" Hahahha, ya, Mantan suami mu itu sudah tahu, jika adikku telah menikah dengan Erik dan mempunyai seorang putra. Bahkan sekarang putranya telah aman bersama King". Emie terus berbicara panjang lebar membuat Arnita semakin emosi saja.
__ADS_1
"Uppss... Kau pikir Teddy akan selalu mendukung mu?. Setelah ia tahu jika keponakannya akan kau jadikan tumbal keserakahan dirimu itu?. Tidak... Bahkan saat ini Teddy telah pergi dan tidak akan pernah kembali lagi untuk mendukung wanita gila seperti kamu Arnita".
" Berengsek... " . Arnita yang geram dan sangat emosi karena ternyata selama ini ia sedang di permainkan dan di kelabuhi oleh orang orang nya sendiri.
Wanita itu langsung naik pitam dan menghunuskan sebuah pisau tajam tepat pada leher Emie.
"Emie... "
Dor... Dor... Dor..
"Mari kita mati bersama Emie". Senyum licik Arnita terbit bersamaan dengan Satria yang menembak tepat di dada sebelah Kiri Arnita.
"Ah Shiittt". Jacob yang baru tiba bersama anggotanya tampak mengupat. Saat ia melihat tubuh Arnita sudah berlumuran darah bersama seorang wanita yang bergerak dengan lemah.
Satria langsung mendekati dua wanita itu. Begitu juga dengan Jacob. " Kau membuat king akan marah besar tuan Wilson". Ucap Jacob kesal.
" Aku tidak perduli ". Jawab Wilson yang memang tidak punya pilihan saat Emie sahabatnya malah mati secara mengenaskan di tangan mantan istrinya begitu. Bahkan puluhan anggotanya tidak sempat bergerak untuk mencegahnya.
Suasana gelap di pinggir dermaga membuat Arnita lebih mudah menjalankan aksinya. Sungguh peristiwa yang sangat naas. Tepat di depan mata Satria.
"Wil... To... long ja.. ga... An.. des!!! ". Ucap Emie dengan suara yang terbata bata,karena pita suara nya mungkin juga ikut terkena sayatan pisau tajam Arnita.
__ADS_1
" Cepat siapakan kapalnya!!! ". Perintah Satria pada anggotanya. " Kau pasti selamat Emie". Membuat wanita itu menggeleng kan kepalanya.