
Al dan Sherly saat ini telah kembali ke lokasi pernikahan Reza dan Tania. Bahkan keduanya sudah terlihat rapi dan lebih segar. Rambut Al saja masih terlihat sedikit basah. Dan itu tentunya membuat Rayen menggeleng kan kepalanya saja. Kelakuan Al memang benar benar beda dari yang lainnya.
Belum lama Al dan Sherly datang. Kemudian Naura dan Mark pun ikut datang. Tapi, Mark lebih terlihat cool bahkan tak meninggalkan kecurigaan sedikit pun. Ia memang sengaja keluar setelah berhasil membantu Naura mengeringkan rambutnya dan kini sudah tertata kembali dengan rapi seperti sebelumnya. Kan tidak lucu jika memakai gaun pesta tapi rambut Naura basah terurai. Bisa bisa Naura menjadi bahan ledekan putranya dan juga sepupu durjananya itu.
" Mami, ini kan masih jam siang ya?. Kenapa ada yang baru selesai Mandi? ". Sindir Calista yang saat ini sedang melirik ke arah Al.
" Apaan lihat ke gue?. Emang kalau gerah gak boleh mandi? ". Al berucap sambil mendelik pada sepupunya itu.
" Hahaha, jelas gerah dong orang habis mandi keringet duluan sebelum mandi air". Calista pun langsung pergi dengan membawa minum di tangannya.
Calista mengupat karena saat ia akan mengambil ponselnya yang tertinggal di dalam kamarnya. Tapi, begitu melewati kamar Al dan juga Naura ia malah mendengar kan suara suara percintaan para sepupunya. Bahkan Suara Naura yang lebih parah lagi.
Mereka berdua benar benar kembali mengotori otak Calista. Tapi, dalam situasi seperti ini Calista tidak mau menggoda suaminya. Bisa bisa ia sendiri yang repot. Dengan keadaan hamil dan tidak bisa jalan. Justru akan mengundang gelak tawa Al dan Naura.
__ADS_1
" Dia kenapa??? ". Tanya Naura saat melihat punggung Calista sudah menjauh dan malah mendekat pada istri Naures dan juga Velyn. Dimana hanya mereka berdua yang terlihat kalem dan tidak banyak neka nekonya.
" Kurang belaian kali". Jawab Al terkekeh dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Sherly.
" Ra, itu cici gak mau lepas dari Andes. Kamu ambil alih dulu gih!. Kasian Andes belum makan apa apa loh". Lea mulai mengalihkan pembahasan. Karena ia juga merasa kasihan dengan Andes yang sejak tadi hanya duduk dan sesekali berdiri menompang berat badan Cici.
" Sayang kamu aja deh!!. Cici pasti menolak jika aku yang gendong ". Naura malah meminta suaminya untuk mengambil Cici dari gendongan Andes. Karena Cici selalu begitu kalau sudah di tangan Andes.
Sedangkan Baby Fatih saat ini telah berpindah pada tangan Uminya. Dan mulai meminum susu dari botol dot nya. Karena Sherly tadi juga sempat memompa Asi nya saat di dalam kamar. Dalam keadaan ramai seperti ini Sherly selalu memberikan Asi nya lewat botol dot nya saja. Agar ia juga tidak repot mesti sembunyi sembunyi membuka asset nya.
Mark mendekati Andes yang saat ini masih saja memangku baby Cici. Sedangkan baby Cici malah asyik memakan buah anggur yang di masukkan kedalam friut feeder.
Namun sebelum mendekati para putranya itu. Mark menarik sudut bibirnya saat Zello tiba tiba datang dan menyodorkan piring berisi nasi lengkap dengan lauknya juga pada Andes.
__ADS_1
" Makan lah!. Kau masih butuh tenaga untuk menggendong bayi perempuan itu! ".Ucap Zello masih saja dengan wajah datarnya.
" Sini biar aku yang ambil alih putri Daddy dan Mommy ini!! ". Sambung Zello yang langsung mengambil alih Baby Cici dari pangkuan Andes.
" Diam!. Awas saja jika kau menangis lagi akan ku hanyutkan kau ke tengah laut sana! ".Ucap Zello sembari mengulum senyum nya pada Cici.
" Kau malah semakin membuat nya takut Zello. Dia masih kecil belum tau apa apa". Andes selalu saja membela Cici.
" Lihatlah semua orang bisa marah jika membuatmu menangis Ci. Wajar saja jika kau juga semakin besar kepala ". Zello memilih duduk di salah satu kursi sembari memangku baby Cici. Terang saja Cici diam karena ia juga sedang asyik makan buah anggurnya. Sampai sampai mulutnya pun sudah basah.
" Apa kau sudah makan juga?". Tanya Andes sebelum ia memakan makanan yang tadi di ambilkan oleh Zello.
" Kau pasti tahu jawabannya ". Bukannya menjawab Zello malah menyuruh Andes untuk menjawab sendiri. Ya, Zello adalah tipe orang yang tidak bisa makan sembarangan. Ia hanya makan jika ia tahu sendiri bagaimana orang mengolahnya. Terbiasa makan di mension dengan masakan koki keluarga sendiri. Membuat Zello tidak bisa makan di luar. Meskipun tempat tersebut higenis.
__ADS_1
Anak itu juga sangat pilih pilih makanan. Tidak seperti Zein yang bisa makan apapun. Sedangkan Andes ia bisa menyesuaikan dirinya dimana pun ia berada. Zello malah memilih ikut memakan anggur milik Cici yang memang mereka bawa sendiri dan itu juga anggur pilihan sang Mommy.