
Ketika Al dan juga Sherly sedang menikmati moment baby moon nya. Saat ini di kediaman Mark sepasang suami istri pun tak kalah penuh aksi romantisnya dengan Al dan Sherly.
Sejak tadi Mark selalu menempel pada istrinya, Membuat Naura hanya mengulum senyumnya saja. " Sudah jam 11 loh, Ngak ada niat ke kantor??? ". Sindir Naura sembari memberikan Asi nya pada baby Cici.
" Hari ini aku akan bekerja dari rumah saja ".
" Ci, sisain buat Daddy! ". Mark malah menatap kesal pada putrinya yang sejak tadi menyedot asi pada mainan Daddy nya dan tak kunjung selesai sudah hampir lima belas menit lamanya.
" Aww... Sayang". Mark langsung menatap istrinya yang mencubit perutnya tiba tiba.
"Sakit??".
" Tidak". Jawab Mark datar yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.
"Habisnya sejak tadi Cici tidak mau gantian dengan Daddy nya. Kan Daddy juga mau ikut nyedot ini sayang". Tunjuk Mark pada benda kenyal milik istrinya. Yang saat ini salah satunya masih di kenyot oleh baby Cici.
" Jatah Daddy malam saja! ". Jawab Naura santai.
" No!. Tidak bisa bisa begitu". Protes Mark cepat.
"Kenapa tidak bisa? ".
" Sayang, aku sudah tidak masuk kerja hanya karena mau mempertemukan Imron dan Siti kembali. Sejak semalam selalu saja gagal". Gerutu Mark
__ADS_1
Naura malah terkekeh, apa yang di katakan oleh Mark memang benar adanya. Sejak Cici lahir Mark selalu kesusahan untuk mendapatkan jatahnya. Karena setiap kali ingin mengasah si Imron. Cici pasti bangun menangis dan mengajak begadang sampai terbit pajar. Padahal Mark sudah sangat mencari waktu yang tepat. Tetap saja putri bungsunya itu tidak bisa di ajak kompromi.
Alhasil Mark selalu kekurangan belaian istrinya. Padahal dulu sebelum Cici lahir. Mark tak pernah absen menunggangi istrinya sampai lembur semalaman. Dan Naura pun tak kalah semangat nya saat itu.
"Daddy mohon ci, Bobok ya yang nyenyak tidak akan lama satu sampai dua jam saja! ". Pinta Mark pada putrinya.
" Sepertinya Cici dendam pada kamu vian". Sahut Naura sambil terkekeh Sendiri".
"Kenapa??? ".
" Karena Daddy nya selalu saja menyiram nya saat ia masih dalam kandungan". Jawab Naura tanpa dosa.
"Hei, itu bukan keinginan ku saja sayang. Tapi kau juga".
" Apa mungkin si Imron selalu memukul kepala Cici kali ya? ". Tebak Naura konyol.
"Sekarang sepertinya Imron tidak akan bisa lagi memukul kepala Cici sayang". Senyum Mark terlihat licik. Membuat Naura sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dan benar saja beberapa detik kemudian. Mark langsung menyambar bibir istrinya. Dan ********** dengan sangat rakus dan menuntut. Tak hanya itu kini tangan Mark sudah mulai nackal kemana kemana. Mencari tempat favoritnya.
Mark membaringkan tubuh istrinya hingga terlentang di atas ranjang empuk tersebut. Dan mulai memgunci pergerakan Naura. Sedangkan istrinya hanya pasrah menikmati sentuhan dan juga perbuatan suaminya pada tubuhnya.
Mark juga sudah membuat tanda kepemilikan di leher dan juga bagian dada istrinya. Hingga tanda itu kontras dengan warna kulit Naura.
__ADS_1
"Akh... ".
Satu ******* mulai keluar dari mulut mungil itu. Membuat Mark semakin gencar untuk melanjutkan aksinya. Bahkan si Imron sudah tak sabaran ingin segera ikut di nikmatkan.
Mark mengecupi setiap inci kulit tubuh istrinya dengan gerakan benda tak bertulang itu. Mengabsen setiap area sensitif Naura. Hingga suara suara merdu nan mendayu dayu terus saja terlontar indah di telinga Mark saat ini.
"Are you ready??? ". Bisik Mark dengan seringai liciknya. Karena istrinya sudah terbakar kabut gairahnya.
" Lakukanlah sayang! Aku sudah tidak kuat". Jawab Naura Lirih.
Dan tanpa membuang waktu lagi, Mark langsung membuka dan menanggalkan benang yang membungkus si Imron. Hingga Imron kini dapat terlihat jelas oleh Naura yang sudah tegak berdiri bak antena siap pakai.
Dengan dorongan pelan tapi pasti kini Imron mulai menyusup masuk . Menerobos pintu si siti dengan mudah karena siti sudah basah sejak beberapa menit yang lalu.
"Oh yes ".
Racau Mark sambil memejamkan matanya. Ia sangat bahagia akhirnya setelah hampir dua hari puasa . Ia bisa kembali mempertemukan siti dan Imron. Mengganti oli yang sudah banyak tertampung di dalam sana. Dan ingin kembali membuangnya kedalam rahim istrinya.
Mark menutup mulut istrinya yang mulai menjerit nikmat . " Pelan kan suaramu sayang! Nanti Cici bangun lagi". Lirih Mark yang tidak akan mau berhenti kalau sampai baby Cici kembali bangun akan suara istrinya.
Naura mengehempaskan tangan suaminya yang membekap mulutnya begitu saja. ". Kau pikir... Akh... Ini bisa dikontrol? ". Kesal Naura sambil mendesah.
" Kau memang semakin membuatku gila sayang". Ujar Mark dengan api kabut gairah yang memuncak. Dan beberapa detik kemudian Mark malah semakin menaikkan tempo nya hingga Naura tak mampu lagi menahan suaranya.
__ADS_1
Suara tangisan baby Cici pun ikut meramaikan lenguhan kedua orang tuanya yang tak terkontrol lagi itu.
"