
Namun, di dalam kamar yang lainnya. Saat ini Zello dan Andes malah sibuk nenangin Cici. Yang menangis sejak beberapa menit yang lalu. Bahkan suara tangis Cici sampai di kamar Zello yang memang kedua anak itu belum tidur sejak tadi.
" Ndes, coba kau buatkan dia susu dulu!. Seperti nya Cici benar benar haus ". Ucap Zello malah menyuruh Andes. Padahal Andes menggendong Cici yang gembrot itu masih pake di suruh buat susu lagi.
" Baiklah, kau pegang Cici dulu!! ". Seru Andes yang ingin memberikan adiknya pada Zello. Namun, Cici malah semakin kencang saja nangisnya. Membuat Zello makin ikut pusing.
" Ck... Kau memang benar benar keterlaluan Ci. Aku ini abangmu juga. Kenapa kau malah seperti mihat hantu saat ingin aku gendong". Zello pun akhirnya mengalah dan ia mulai melangkah keluar dari kamar nya.
Zello yang tak biasa masuk kearah dapur, malam ini pun mulai turun tangan untuk membuat susu formula buat Cici. Karena mereka juga tidak mau menganggu aktivitas kedua orang tuanya yang gak otak lagi. Kalau sedang saling mempertemukan siti dan Imron.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Di dalam ruang kerjanya Mark dan Naura masih saja sibuk bergumal gila. Menyatukan siti dan Imton dengan aksi nakal keduanya. Sampai sampai peluh dan keringat saling bercucuran menjadi satu.
Jeritan manja Naura membuat Mark kalah tingkat kiamat. Dan menambah hasratnya yang makin naik memuncak. Sungguh semua itu tak dapat Mark tolak dengan cepat.
__ADS_1
" Akh.. ".
Lagi lagi Naura melenguh nikmat. Ketika Imron menusuk Siti. Sampai sampai ia menjerit dan Mark membungkam mulut istrinya.
" Hussttt, sayang jangan keras keras!. Nanti anak anak denger". Bisik Mark
" Imron lebih keras Dad".
Jawaban Naura malah membuat Mark cengok. Dan langsung menghujam gemas si siti kembali. Hingga satu jam berlalu keduanya baru kelar saling jenguk menjenguk.
Dengan masih penuh dengan peluh. Naura langsung keluar dari ruangan kerja suaminya. Dengan berjalan sedikit tergopoh gopoh. Karena baru teringat Cici yang ia tinggal seorang diri di dalam kamarnya.
Mata Naura membulat saat ia masuk kedalam kamarnya.Ia malah seolah sedang melihat hal aneh saja. Membuat Mark ikut bingung dengan ekspresi wajah istrinya. Karena ia ternyata ikut keluar juga dari ruangan kerjanya.
" Ada apa sayang? ". Tanya Mark penasaran.
__ADS_1
" Sayang, coba lihat! ". Naura menunjuk dengan dagunya kearah ranjang king size milik mereka.
Disana sudah ada Zello dan Andes yang ikut ketiduran , Dimana Cici berada di tengah tengah mereka berdua. Belum lagi tangan Andes yang sambil memegangi botol susu Cici yang tinggal sedikit lagi.
" Apa kita terlalu lama sayang? ". Tanya Mark dengan konyolnya.
Pug...
Naura menepuk gemas lengan tangan suaminya membuat Mark hanya mengulum senyumnya. " Sudah tahu kan jawabannya? ". k
Kesal Naura menggeleng kan kepalanya.
" Ayo!! ". Mark malah menarik kembali tangan istrinya. Untuk pergi dari kamar mereka.
" Sayang, mau kemana?. Itu Cici masa kita tinggal lagi. Kasian dong Zello sama Andes". Naura merasa tak tega melihat kedua putranya malah mengurus adik bungsu mereka.
__ADS_1
" Biarkan saja sayang!. Tidak setiap hari bukan? ". Mark malah makin kebangetan sekali. Daddy empat anak itu memang selalu saja punya kelainan sendiri. Dimana ia malah memanfaatkan kesempatan yang ada. Untuk melanjutkan kegiatan gilanya bersama istrinya.
Usia tak menghambat keduanya menghalangi Imron dan Siti saling tempur nikmat. Karena bagi Mark itu adalah kegiatan awal untuk menambah semangat.