Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Sisi Lain Al


__ADS_3

Al dan Sherly saat ini sudah berada di sebuah cafe yang tak lain dan tak bukan adalah Cafe milik adiknya sendiri. Yaitu cafe Naures yang semakin lama semakin berkembang pesat.


Di sana juga sudah ada Lea dan juga Mayra.Karena Mayra masih tinggal dirumah Oma dan Opa nya. Tak berselang lama Naures dan Yuni pun ikut bergabung dengan keluarga nya juga. Karena kebetulan hari ini Yuni juga tidak dinas. Dan Naures juga ada di cafenya.


"Wah, coba kalau bisa kumpul semua ya. Pasti lebih rame lagi".Seru Lea yang nampak tersenyum bahagia. Begitupun Rayen yang ikut merasakan kebahagiaan. Sejak ia memutuskan menikahi baby sugar nya itu. Rayen merasa hidupnya jauh lebih bahagia dan jauh lebih tenang.


Hingga ia bisa melihat anak anaknya tumbuh dengan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya. Bahkan Lea juga memberikan kasih sayangnya yang sama untuk kedua anak sambung nya, tanpa membedakannya sama sekali.


"Lain kali kita atur jadwalnya lagi Mi, supaya kita bisa berkumpul bersama ".Jawab Al sambil tersenyum. " Bukan begitu Res? ".


Naures pun memegangi punggung tangan Mami nya sambil tersenyum. " Naures janji akan selalu meluangkan waktu untuk kita berkumpul dan makan bersama Mi".Sambung Naures


Lea pun nampak berkaca kaca. Sambil tersenyum ia bahagia kini hidupnya semakin lengkap dan semakin bewarna. Andai saja Allah mengambil nyawanya lebih dulu. Maka Lea akan kembali pada sang Pencipta dengan ikhlas dan lega. Setidaknya ia tidak menyesal karena menjadi seorang ibu yang berhasil mendidik anak anaknya menajdi orang orang yang baik dan bertanggung jawab.


"Sudah jangan melow terus!!!. Ayo kita makan sekarang!. Nanti makanannya keburu dingin lagi".Seru Rayen berusaha mengalihkan topik pembahasan. Karena ia sangat tidak bisa melihat sang istri menangis. Meskipun itu adalah tangis kebahagiaan.

__ADS_1


Usai makan siang bersama kedua orang tuanya. Al dan Sherly pun kini telah kembali kerumah sakit lagi.Karena Sherly ada janji dengan pasien nya. Bahkan Al rela menunggu sang istri sampai selesai mengurus pasien. Selama satu jam lamanya.


Sedikit pun Al tidak beranjak dari depan ruangan kerja istrinya. Padahal bisa saja ia menunggu di ruang kerjanya. Tapi itu tidak dilakukan oleh Al.


Dan sejak pemecatan dokter Nurmantyo tadi. Kini semua pegawai rumah sakit sudah tahu. Jika Al adalah pemimpin mereka yang baru. Bahkan mereka tidak mengira sama sekali jika Al adalah suami dari Dokter Sherly.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


"Kok abang masih disini???. Gak balik lagi ke Asrama??? ".Sherly nampak terkejut ketika ia baru saja keluar dari ruangan kerjanya. Setelah pasien nya pamit pergi.


" Karena aku harus pulang bersama istriku yang cantik dan seksi ini".Bisik Al sambil tersenyum penuh arti.


" Kau di luar memang gaya Arab, tapi ketika dirumah gaya barat baby".Al begitu pandai dalam membual. Tak diragukan lagi jika dulu ia dijuluki sang playboy.


Karena ucapan dan rayuan Al bak ular berbisa. Yang mampu menghipnotis hati wanita. Dan bisa membuatnya berbunga bunga.

__ADS_1


"Ayo kita pulang!!! ".Ucap Sherly seraya melangkah masuk kembali kedalam ruanga kerjanya untuk mengambil tas dan ponselnya. Karena jam kerjanya juga sudah selesai.


" Buru buru banget ngajak pulangnya. Sudah tidak sabaran ya buat matengin adonan??? ".Seloroh Al sambil tersenyum jahil.


" Sayang... "Sherly menggeleng kan kepalanya. Al memang tidak bisa melihat tempat kalau ingin berbicara absur.


Membuat suster yang lewat di depan ruangan nya pun ikut mengulum senyumnya. Mungkin mereka pikir suami dokter Sherly. Yang tak lain dan tak bukan adalah pemilik rumah sakit. Adalah suami yang konyol juga.


"Mereka bahkan sudah berpengalaman dari kita baby".Tutur Al santai.


" Sudah bang!!!. Kita bahas dirumah saja!. Tidak baik membahas masalah begituan di tempat umum. Karena itu adalah termasuk aib dalam hubungan rumah tangga ".


Wejangan Sherly membuat Al langsung bungkam. Karena jika sudah disangkut pautkan dengan agama.Apalagi istrinya sudah mulai membicarakan masalah hadis shohe nya. Maka Al hanya bisa diam dan tak protes lagi. Karena itu sudah mutlak ketentuan dari Allah SWT. Maka, tidak bisa diganggu gugat lagi.


Meskipun ia begitu mesum jika didekat sang istri. Tapi Al juga masih takut dosa. Dan takut dengan azab. Pria itu dari luar terlihat urakan, begajulan bahkan selengahan. Tapi, jangan salah juga. Al juga pria yang paham agama dan fiqih. Bahkan Al adalah seorang tahfidz quran.

__ADS_1


Setelah mengambil tasnya. Sherly pun menggandeng tangan suaminya. Untuk melangkah keluar rumah sakit. Mereka akan pulang ke Asrama. Sesuai dengan pembicaraan mereka berdua tadi sewaktu dirumah sakit.


TBC


__ADS_2