
7 TAHUN KEMUDIAN...
Seorang gadis cantik yang selalu membalut kepalanya dengan hijab nya. Tampak sedikit tergesa gesa memasuki sebuah restoran. Karena ia ada janji temu dengan seseorang di sana. Sedangkan dirinya sudah telat beberapa menit karena terjebak macet.
Brakkkk...
" Aww... ". Pekik gadis itu sambil memegangi bahunya. Yang tiba tiba kebas akan benturan dada bidang seseorang di hadapan nya.
" Tuan, Anda baik baik saja? ". Tanya seorang pria yang ada di belakang sang pria itu.
Gadis itu pun melotot tak percaya saat pertanyaan itu malah di tujukan oleh pria yang menabraknya. Bukan pada dirinya. Padahal yang seharusnya di tanya itu dirinya. Karena bahunya kebas saat ini.
Gadis itu menatap tajam sosok pria tinggi tegap. Memakai setelan jas warna navy. Sangat rapi dan juga wangi tubuhnya sangat maskulin. Dadanya yang bidang membuat sang gadis malah berpikiran melalang buana tak karu karuan.
Gadis itu menggeleng kan kepalanya . Menepis pikiran joroknya saat ini. Membuat pria itu menautkan kedua alisnya bingung. Namun, ia pria itu seolah tak asing lagi melihat sosok gadis berhijab yang ada di hadapan nya saat ini.
" Nona, sebaiknya anda minta maaf pada bos saya!!! ".
__ADS_1
" What?. Minta maaf? ". Ulang gadis cantik itu tak percaya. Lalu tatapan gadis itu kembali tajam menatap sosok pria tinggi tegap dengan getstur tubuh proporsional. Wajah tampan nan rupawan, Yang mampu membuat mata kaum hawa tak berkedip. Namun tidak untuk sosok gadis berhijab ini. Ia mati matian agar tidak konyol di hadapan pria yang menurut nya sangat sombong dan Arrogant , Seperti pria yang ada di hadapan nya saat ini.
" Ogah". Jawab sang gadis sambil terus menatap tajam ke arah pria itu.
Pria itu pun langsung mengangkat tangannya. Ketika asisten pribadinya akan menghampiri sang gadis. Lalu mereka pun beranjak pergi meninggalkan restoran tersebut.
" Zeera... Ayo buruan!!! ".
Pria itu langsung menghentikan langkahnya. Saat ia mendengar nama seseorang yang di panggil dari Arab restoran. Lalu pria itu kembali menoleh ke belakang.
" Ada apa tuan? ".
" Cari tahu dimana gadis itu tinggal di sini? ". Perintahnya pada sang asisten. Membuat asisten pribadi nya sedikit bingung. Karena ia sangat tahu siapa bosnya itu. Ia tidak tertarik sama sekali dengan seorang wanita. Selama ia ikut dengan bosnya.
" Apa anda menyukai nya tuan? ". Tanya asistennya memberanikan diri untuk bertanya.
" Sejak kapan kau mulai ikut campur masalah perasaan, Joe? ".
__ADS_1
" Maaf tuan, tapi... ".
" Pertunangan akan tetap terjadi, Tapi aku tidak akan pernah menikahinya". Potong sang pria .
" Baik tuan".
Pria itu pun langsung memakai kaca mata hitamnya. Dan melangkah kearah parkiran , Menuju arah mobilnya dengan sudut bibir terangkat membentuk sebuah senyuman smirknya.
" Kita bertemu kembali Zeera, Dan pertemuan yang cukup unik". Batin pria itu mulai menggeleng kan kepalanya.
Membuat sang asistennya sedikit heran. Karena sejak tadi bosnya itu malah senyam senyum sendirian saja. Dan ini adalah hal langkah untuknya. Karena selain tegas dan penuh wibawa. Bosnya itu sangat jarang sekali tersenyum. Jangankan untuk senyum. Di sapa oleh karyawan perusahaan saja ia tak berekspresi apapun.
Namun , saat ini. Hanya bertemu dengan seorang gadis berhijab. Tuan nya malah sudah bersikap aneh tapi nyata. Hal yang tak pernah terduga lainnya.
Sedangkan sang pria dingin itu. Saat ini tak menyangka, Jika di Negara ini ia bisa bertemu kembali dengan sosok gadis, Yang sejak dulu telah mampu mengusik hatinya. Bahkan, saat itu usia mereka masih sama sama remaja. Bertahun tahun lamanya, ia meninggalkan Negara kelahirannya. Dan memilih untuk tinggal bersama grandma dari Mama nya. Hingga kini ia bisa membangun perusahaan nya sendiri, Tanpa campur tangan Papa nya sama sekali.
" Kali ini aku tidak akan melepaskan mu Azeera Bagaskara ". Guman Pria yakin.
__ADS_1