
Sherly duduk di pangkuan suaminya sembari terus menatap layar monitor yang ada di hadapan keduanya. Saat ini mereka bahkan terlihat seperti sedang menonton layar lebar saja. Jangan lupakan tangan Al yang masih sempat sempatnya. Memainkan ujung bukit sintal milik sang istri. Memutarnya perlahan seiring dengan berjalannya gerakan sistem yang ada di layar laptop tersebut.
" Abang iihh... Nanti lagi!! Aku lagi serius nih". Sherly berusaha menghentikan gerakan tangan suaminya yang kini malah sudah menyusup masuk kedalam dress nya dibawah sana.
"Aku juga sedang serius yang". Al malah menjawab dengan santainya tanpa ingin menghentikan kegiatan nya itu.
Sherly yang kesal karena suaminya itu selalu saja mesum. Jika berada di dalam kamar seperti itu. Bahkan sudah tiga hari ini mereka tak henti hentinya melakukan kegiatan panas. Keluar kamar pun hanya untuk mengisi perutnya saja. Agar mempunyai tenaga kembali untuk olahraga.
Bumil itu turun dari pangkuan suaminya. Dan kini malah mulai melucuti kain yang membungkus mentimun besar milik suaminya. Dan setelah sekua benang ia tanggalkan. Sherly kembali duduk di pangkuan Al.
"Tunggu dulu sayang, milikmu belum basah!!! ". Protes Al menahan pinggang istrinya.
" Nanti juga basah sendiri ". Jawab Sherly dingin. Sherly pun mulai membasahi tangannya dengan salivanya memoles sedikit mentimun yang sudah menegang sempurna. Lalu ia mulai menggesek gesekkannya pada mulut goa nya.
" Oh Sayang.... ".
Al langsung memerankan matanya saat miliknya terus di tekan masuk kedalam sana dengan sedikit paksaan. Sherly pun tak menjeda lagi, Ia langsung memainkan pinggulnya.
__ADS_1
" Biar aku yang di atas!!! ".
" No". Bantah Sherly saat suaminya mulai protes. Karena Sherly paham betul kelemahan Al suaminya itu. Jika ia yang dibawah Maka Al akan terus menyiksa nya. Namun, kali ini Sherly tidak akan memberikan kesempatan itu untuk sang suami.
Sherly juga tidak mau ketinggalan akan informasi yang diberikan oleh Mark. Tentang siapa dalang dibalik semua peristiwa yang terjadi. Namun, karena hasrat suaminya malah naik saat dibiarkan memainkan mainan favorit ny. Sherly tidak akan membiarkan Al lolos begitu saja.
Pria satu ini mana bisa diam kalau belum di puaskan. Seringai licik Sherly kembali terbit saat Al mulai berekspresi menggemaskan bagi Sherly. Ia juga semakin semangat memicu gerak tubuhnya.
"Pelan pelan sayang!!! ". Pinta Al dengan suara beratnya. Ia juga terus memegangi pinggang istrinya agar temponya di pelan kan.
Tapi, sayangnya Sherly tak mau menurut. Ia malah semakin keterlaluan bergerak. Membuat Al ikutan kesal. Sebab, ia ingin menikmati nya terlebih dahulu. Posisi seperti itu sangat membuat Al mabuk. Dan ia tidak ingin berakhir begitu saja. AL ingin merasakan nya lebih lama lagi. Sampai ia benar benar puas.
Sherly mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya. Menatap dalam wajah penuh kabut gairah itu dengan sebuah senyum licik. Dan tanpa aba aba lagi. Sherly meraup bibir sensual milik Al. Melahabnya dengan gerakan menuntut.
Menyusuri rongga , mengabsen setiap sisi dan sudut dalam mulut suaminya. Al bahkan tak diberi kesempatan untuk membalas pagutan bibir itu.
Pugggg...
__ADS_1
Al memukul pelan dan menampar bokong bulat istrinya. Berharap Sherly akan menyerah. Namun, lagi lagi Sherly semakin menggila. Al sampai tak bisa lagi untuk bertahan.
"Ouhh sayang... sayang...".
" Akhhh... Akhh...".
Keduanya sama sama mencapai puncaknya bersama. Al langsung lemas akan ulah istrinya. Begitu juga dengan Sherly yang menyatukan keningnya pada kening suaminya.
"Bodoh... ". Lirih Al di sela deru nafasnya yang tersengal sengal.
" Kau jauh lebih bodoh sayangku". Balas Sherly yang mulai turun dari pangkuan suaminya. Namun, malah di tahan lagi oleh Al.
Sherly menautkan kedua alisnya menatap dalam tatapan suaminya yang menginginkan dirinya kembali. "No sayang!. Nanti malam lagi! Aku...
" Kau pikir bisa lari setelah menyiksa ku tadi??? ".
Dan benar saja sedetik kemudian Al sudah kembali menguasai tubuh istrinya. Dan membawa Sherly pindah ke atas ranjang sana. Keduanya kembali larut dalam perang ranjang. Sampai Al benar benar tuntas.
__ADS_1
Dalam kondisi perut yang semakin hari semakin membulat itu. Sherly tetap bisa mengimbangi suaminya. Bahkan ia tak pernah mengeluh sedikitpun. Karena Al begitu paham memposisikan istrinya agar nyaman saat berhubungan.
TEGANG TEGANG MULU, SEKALI KALI OTHOR BIKIN KETEGANGAN YANG LAIN LAH YA😅😅ðŸ¤ðŸ¤