Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Weekend


__ADS_3

Satu Minggu kemudian...


Matahari mulai menampakan sinar nya. Dan mulai masuk melalui cela jendela kamar milik sepasang suami istri yang saat ini masih terlelap dalam tidurnya. Beruntung ini adalah hari weekend. Jadi, Al dan Sherly bisa bersantai.


Semalam baby Fatih terus saja bangun dan tidak mau tidur. Hingga setelah sholat subuh Fatih baru memejamkan matanya. Baik Al maupun Sherly harus bergantian menjaga baby nya. Bahkan keduanya malah memilih untuk tidak ada yang tidur sama sekali.


Bahkan aktivitas di lantai bawah sudah berjalan seperti biasanya. Para art sudah sibuk dengan tugasnya masing masing tanpa ingin mengganggu istirahat majikannya.


Sherly mulai menggeliat saat sinar matahari menerpa wajah cantiknya. Karena gorden jendela kamarnya tertiup angin dari arah luar.


Senyum Sherly mengembang ketika hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suami dan putranya yang saat ini sedang tidur dengan posisi yang sama dengan Abi nya. Bahkan Abi dan anaknya itu sedang miring ke arahnya. Padahal usia baby Fatih masih genap satu minggu. Namun, cara tidurnya sudah mirip orang dewasa saja.


" Selamat pagi kesayangan Umi". Lirih Sherly mengecup pipi putra dan suaminya secara bergantian. Sherly juga tampak tersenyum.


Senyum kebahagiaan yang ia rasakan setelah ia resmi menjadi bagian keluarga Bagaskara tentunya. Terutama semenjak Al menikahi dirinya. Sherly mulai bernajak dari tempat tidur dengan sangat hati hati dan pelan pelan. Agar gerakannya tidak mengusik dua pria tampan berbed usia , Yang masih terlelap.


Sherly juga memperbaiki selimut keduanya tak lupa juga memasang guling di sisi sang baby Fatih. Setelah itu Sherly langsung melangakah ke kamar mandi. Membersihkan dirinya terlebih dahulu. Sebelum ia turun ke lantai bawah untuk menyiapkan sarapan keluarga kecilnya.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

__ADS_1


Sherly yang sudah kelihatan segar dan sudah lengkap memakai gamis syari nya serta cadar yang selalu melekat indah di wajah cantiknya. Sekarang sudah ada di dapur.


Sejak ia sudah banyak tahu bumbu bumbu dapur dan lebih bisa mengenali semua jenis sayuran. Kini keahlian memasak Sherly jauh lebih baik. Apalagi ia juga sering minta ajari sang Mami mertuanya dan sepupu suaminya yang sangat handal akan semua masakan.


Hasil masakan Sherly sekarang jauh lebih baik. Hingga Al suaminya juga mulai ketagihan akan hasil karya istrinya itu. Seperti saat ini, wanita beranak satu itu sedang membuat nasi goreng mentega kesukaan suaminya.


" Wah baunya harum sekali Nyonya". Puji salah satu art yang memang tugasnya di dapur. Dan ia juga sedang memotong sayuran segar menemani Sherly masak.


" Bibik mau juga??. Nanti sekian saya buat kan ya! ". Sherly memang selalu bersikap hangat pada siapapun. Di luar area perang nya. Bahkan tak jarang ia selalu mengobrol dan bercanda dengan para pekerja di rumahnya.


Hal itu juga menjadi nilai plus nya. Semua pekerja di rumah Al jadi sangat betah. Selain mendapatkan gaji yang lumayan besar dari gaji Art pada umumnya. Mereka juga, mendapatkan fasilitas lengkap. Bahkan gaji mereka itu semuanya sudah bersih tanpa di potong sedikit pun.


Mereka tidak tahu saja, bagaimana menyeramkan nya Sherly saat menghadapi musuh musuhnya dulu. Jika mereka tahu, mungkin Sherly saja tidak akan jamin mereka berani bersitatap dengannya seperti sekarang ini. Bahkan saling bercanda satu sama lain.


" Oh, ya bibi ada saudara yang mau kerja lagi gak di kampung?? ". Tanya Sherly sembari mengambil tempat untuk nasi gorengnya yang sudah selesai ia masak.


" Saya mau tambah art bik. Untuk kerja di rumah ini. Soalnya kan bik sum katanya akhir bulan ini mau balik kampung dan gak kerja lagi. Jadi, kerjaan bik Sum harus ada yang gantiin biar kalian gak terlalu capek juga". Sambung Sherly lagi menatap art nya yang bernama wati itu.


" Sebenarnya ada sih Nya. Dia juga dari seminggu yang lalu udah telpon minta di cariin kerjaan. Tapi, ya itu Nya , takut Nyonya dan Tuan nolak".Jawab Wati sedikit ragu.

__ADS_1


" Kenapa bik??? ".


" Anaknya masih muda Nyonya. Mungkin seusia Nyonya dan dia janda Nyonya". Seloroh Wati kikuk.


" Kalau kerjanya benar gak papa bik. Yang penting niatnya kerja gak macem macem!!. Suruh aja datang nanti uang ongkosnya saya kirim!!. Tapi, kalau gak bener saya akan ambil langkah loh". Sherly berucap sambil tersenyum.


" Bibik percaya gak sama dia??? ". Tanya Sherly lagi.


" Ya percaya sih Nya, orang Rumi itu masih saudara saya". Jawab Bik Wati sambil tersenyum.


" Yaudah, telpon gih orangnya!!. Bilang masih cari kerja gak?. Nanti kalau dia mau uang ongkosnya biar di transfer saja!!. Atau mau di jemput juga gak papa sama sopir, Kan satu kampung juga sama bibik di ciamis".


" Iya Nyonya rumahnya juga gak jauh dari rumah bibik kok".


" Yasudah kalo gitu nanti saya bicara dulu sama bang Al. Kalau saudara bibik mau nanti biar di jemput sopir sama bibik ya!! ".


" Baik Nyonya".


Sherly percaya dengan bik Wati karena wanita paruh baya itu selama ini kerjanya bagus. Dan bisa di di andalkan. Sherly juga masih harus cari babysitter juga untuk Fatih. Karena Sherly juga akan tetap kerja setelah usia Fatih sudah bisa untuk di tinggal.

__ADS_1


TBC


__ADS_2