
"Jadi kalian berdua akan tinggal di asrama?" Rayen mulai membuka suara ketika mereka baru saja menyelesaikan makan malam nya.
Mayra juga sudah keluar dari sana. Ia di temani oleh art untuk menonton televisi. Lea sekilas menatap sendu pada cucunya satu itu. Apalagi sampai sekarang nomor ponsel Jery tidak bis dihubungi sama sekali. Begitu juga dengan Manda.
"Iya pa, nanti setelah Al pulang tugas baru kami akan pindah ke kerumah Al sendiri".Al pun seraya menatap pada sang istri. Yang kini nampak setuju saja akan usul suaminya.
Sebab menurut Sherly. Apapun itu dia yakin jika Al telah memperhitungkan nya masak masak. Al tahu mana yang terbaik untuk mereka berdua.
" Apa kalian berdua tidak ada rencana untuk pergi bulan madu??? ".Rayen menatap Al dan Sherly secara bergantian.
" Iya sayang, masih ada beberapa hari untuk kalian pergi berdua. Sebelum Al pergi tugas kembali".Lea ikut menimpali, menyetujui saran dari suaminya.
"Pa, Mi, sebenarnya Al dan Sherly juga mau pergi bulan madu. Tapi, sekarang waktunya belum tepat. Lagian Sherly juga sudah ambil cuti. Jadi, tidak mungkin kami meminta cuti lagi".
Al tidak akan mengambil resiko dengan pergi bulan madu. Dalam situasi seperti ini. Ia masih harus berhati hati sesuai dengan saran Mark. Sebab, mereka juga belum menemukan orang yang selalu mengincar Sherly selama ini.
__ADS_1
Kalau ditanya mau atau tidaknya. Jelas saja Al sangat ingin pergi honeymoon dengan sang istri. Apalagi ia juga akan tugas lama. Mungkin tahun depan ia baru bisa pulang , dan bertemu kembali dengan istrinya. Tapi situasi dan kondisi nya sedang tidak memungkinkan untuk bepergian jauh. Sebab, tidak mungkin juga Al selalu merepotkan adik iparnya itu.
Mark juga punya kesibukan nya sendiri. Ia tidak mau merepotkan Mark terus menerus. Meskipun ia tahu Mark pasti tidak merasa di repotkan oleh mereka. Tapi kini suasananya sudah berbeda. Sebagai seorang suami. Al ingin bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kebahagiaan istrinya.
Apalagi Al adalah seorang prajurit. Ia sangat punya prinsip hidup. Dan ia juga seorang pria sejati. Al ingin hidup mandiri. Tidak mau memanfaatkan kekuasan keluarganya ataupun adik iparnya. Apapun Al lakukan untuk menjaga sang istri.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Esok harinya pagi pagi sekali Al dan Sherly sudah nampak rapi dan segar. Mereka langsung pamit pada Papa dan juga Mami nya. Karena Al akan langsung mengajak Sherly untuk pulang ke Asrama siang ini juga.
Besok mereka sudah akan kembali melanjutkan rutinitasnya seperti biasanya. Al ingin mereka merapikan Asrama terlebih dahulu. Agar bisa tinggal dengan nyaman nantinya.
Beruntung juga Al di tugaskan di batalion di kota yang sama dengan orang tuanya. Kalau sampai di wilayah yang berbeda. Mungkin Al akan sangat jarang bisa berkumpul dengan keluarga besarnya.
"Sayang hati hati nyetirnya!!. Kamu juga bawa menantu Mami loh".Lea sejak tadi selalu memperingati putranya.
__ADS_1
Karena Al bawa mobil tidak pernah bisa santai. Ia hanya bisa santai ketika bersama dengan orang orang tertentu saja.
" Iya mi, tenang saja!!!. Al pastikan putra dan menantu Mami akan selamat sampai tujuan.
Al pun berucap sembari terkekeh pelan. Membuat Maminya hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Lea tidak bisa ikut mengantar anak dan menantunya. Karena ia juga harus menjemput Mayra cucunya sekolah.
Sedangkan Rayen pun sudah berangkat ke perusahaan lebih pagi dari Al dan Sherly yang akan pulang ke Asrama. Sebab semalam Jery sempat memberitahu jika dirinya sedang berada di luar kota. Jadi tidak bisa memimpin meeting, Sedangkan Naures pun sibuk dengan urusan cafe nya sendiri.
Kalau Al jangan ditanya lagi. Ia tidak akan mau untuk mengurus perusahaan sendiri tanpa di dampingi dan dipaksa terlebih dahulu. Lagian Rayen juga sangat paham dengan pasangan pengantin baru itu. Itulah sebabnya Rayen tidak mau mencuri waktu moment Al dengan Sherly.
Sherly melambaikan tangannya pada Mami mertuanya. Begitupun dengan Lea yang ikut melambaikan tangannya.
"Sering sering main kerumah Mami sayang!!! ".Teriak Lea sambil tersenyum.
Sherly pun membalas senyum Mami mertuanya dengan sangat tulus. Meskipun senyum itu tidak terlihat tapi Lea tahu jika menantunya itu sedang tersenyum padanya.
__ADS_1
Lea masih berdiri di depan teras rumahnya sampai mobil yang dikendarai oleh Al, Menghilang dari balik tembok tinggi pagar rumahnya itu.
" Semoga kalian semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin!!! ".Doa Lea tulus dengan lirihan pelannya.