
Di sebuah rumah sakit tepatnya rumah sakit ditengah kota. Dan itu juga adalah rumah sakit milik Mark. Tampak seorang wanita tengah berbaring lemah di atas brankar dengan begitu banyak selang medis yang menempel di tubuhnya.
Di sana juga ada seorang anak laki laki yang usianya tak jauh berbeda dengan Zello dan Zein. Mungkin sedikit lebih tua satu sampai dua tahun saja. Sedang duduk di samping wanita yang saat ini masih tak sadarkan diri sejak kemarin.
Ceklek...
Suara pintu ruangan terbuka dari arah luar. Membuat anak laki laki itu menoleh kearah pintu. Sedangkan Mark yang baru saja tiba langsung menghampiri anak laki laki itu yang saat ini masih belum beranjak dari samping ranjang pasien sang wanita tersebut.
"Kau belum juga makan Bara??? ".Tanya Mark dengan wajah datarnya pada sang anak laki laki itu.
" Bagaimana aku bisa makan, sedangkan Ibu ku masih belum sadarkan diri seperti ini".Jawabnya dengan tak kalah datarnya.
Jacob hanya mengulum senyuman nya. Melirik kearah Mark dan juga anak laki laki yang bernama Bara itu. Jacob pikir bara akan sangat cocok dengan Zello. Karena wataknya mungkin tidak akan jauh berbeda.
"Setidaknya kau harus tetap hidup sampai ibumu sadar. Agar Ibumu juga tahu kalau dia punya putra pembangkang seperti mu".Mark berucap dengan wajah yang masih saja datar.
__ADS_1
Jacob pun langsung menyodorkan kantong kresek yang sejak tadi ia tenteng pada Bara. Tanpa ingin berkomentar apapun lagi. Bara pun langsung mengambil kantong kresek dari tangan Jacob. Membuat Mark menarik sudut bibirnya.
Bara berjalan kearah sofa meletakkan kantong kresek yang tadi sempat ia ambil dari tangan Jacob. Lalu mulai membuka isinya dan tanpa menoleh lagi ia pun segera melahab isi dari kantong kresek tersebut.
Tak berselang lama datang dan masuk seorang dokter pria berwajah khas orang Jepang. Yang langsung menyapa Mark dan Jacob.
"Bagaimana keadaanya Akiyama??? ".Mark bertanya dengan tetap melihat kearah ranjang pasien dimana wanita itu masih saja setia memejamkan matanya.
Beberapa jahitan dan luka lebam ditubuh sang wanita masih jelas terlihat. Belum lagi luka di kepala nya yang memang cukup parah. Hingga kemarin saat Mark bawa wanita itu terus mengeluarkan darah segarnya.
" Tapi meskipun ia bisa sadar. Saya tidak jamin ia mengingat semua memori di otaknya. Karena chip yang menempel di otaknya telah merusak sebagian saraf nya".Dokter Akiyama menjelaskan dengan hati hati agar king nya tidak salah paham dan malah melampiaskan semuanya pada dirinya.
"Bagaimana dengan anak itu??? ".Lirih Mark pelan sambil melirik anak laki laki yang bernama Bara. Yang saat ini masih menikmati makanannya.
" Dia begitu kuat king. Dan setelah kami melakukan operasi untuk pengambilan chip di kepalanya. Anak itu langsung sadar setelah setengah jam di operasi".Jawab sang dokter Akiyama salut dengan Bara.
__ADS_1
Padahal anak seusianya biasanya akan mengalami koma selama beberapa waktu. Dan itu pun tergantung kondisi fisik merek masing masing. Apalagi kemarin Malam Bara dan Ibunya menjalani operasi besar. Dan Kepala nya harus di bedah karena proses pengambilan chip yang sudah tertanam bertahun tahun di kepala anak dan ibu tersebut.
Chip yang di masukkan kedalam otak mereka dengan pakasaan dan itu di lakukan untuk mengendalikan tubuh manusia agar menurut dan juga tidak membantah perintah dari tuannya. Bahkan mereka yang menanam chip bisa mengendalikannya hanya dengan memprogram otak dari apa yang mereka pikirkan.
Chip itu juga bisa mengetahui dan melacak tempat dimana anggotanya berada. Hingga semua nya berada di bawah kendali dirinya tanpa harus susah susah untuk mengancam ataupun mendesak para anggotanya.
"Apa kalian sudah berhasil mempelajari chip yang sudah kalian keluarkan dari otak mereka??? ".Tanya Mark lagi dengan suara pelan nya.
" Team kita sedang berusaha king. Dan sejauh ini chip tersebut di program khusus dari jarak jauh. Hingga semua perintahnya langsung tersalurkan dalam otak masing masing orang orang nya king".Jawab Dokter Akiyama menjelaskan semua yang telah mereka temukan dalam waktu semalaman itu.
"Kalian hanya perlu menemukan Bos X agar bisa tahu cara menghancurkan chip itu ataupun memprogram ulang nya. Karena pusat kendalinya ada di dalam otaknya sendiri".Seru Bara tiba tiba.
" Bos X??? ".Ulang Mark bertanya dengan raut wajah penuh tanda tanya.
" Dia adalah orang yang ada dibalik semuanya. Dan dia juga yang sudah memaksa Om Tedy untuk menjalankan perintahnya. Bahkan Om Tedy dan Ibu tidak bisa menolak dan membantahnya ".Bara berucap dengan penuh amarahnya. Ia begitu menyimpan dendam akan pria yang sering di sebut Bos X itu.
__ADS_1