
Di salah satu Cafe terkenal di kotanya. Sedang duduk sepasang suami istri yang tengah menunggu semua pesanan makanan datang. Keduanya juga sejak tadi selalu saling tatap penuh cinta dan begitu mendamba.
Untung saja istrinya memakai cadar, jadi tak begitu terlihat bicin nya. Namun, tetap saja mereka menjadi pusat perhatian semua pengunjung. Apalagi sang pemilik Cafe yang saat ini baru saja tiba.
"Ehem... ". Deheman seorang pria membuat Al langsung menoleh tapi begitu ia melihat siapa pria tersebut. Membuat Al mengela nafasnya.
" Dasar adik tak tahu sikon". Gerutu Al kembali membenarkan posisi duduknya.
Sherly pun hanya mengulum senyumnya saja. Karena pria yang ada di hadapan nya saat ini adalah adik iparnya sendiri. Pria tampan dengan gestur tubuh idaman para kaum hawa.
" Jangan buat iri para karyawan ku dong kak". Seru Naures yang kini malah ikut mendaratkan bokongnya di salah satu kursi samping Al.
__ADS_1
" Loh... loh... loh... Kok malah duduk disini?. Tidak menerima orang ketiga". Tutur Al penuh pengusiran. Padahal ini adalah Cafe Naures malah ia mengusir pemilik Cafe sambil mengibas ngibaskan tangannya.
Naures pun hanya mengangkat bahunya acuh. Tak menghiraukan sang kakak yang sama sekali tidak menginginkan dirinya ada di tengah tengah mereka berdua.
" Bang, masa sama adik sendiri begitu sih? ". Sherly mulai membela adik iparnya. Membuat Naures tersenyum senang. Sedangkan Al langsung menatap tajam sang adik lagi.
Tak berselang lama ada dua orang pelayan. Membawakan semua pesanan Al dan Sherly. Setelah semua menu tersaji di atas meja. Naures pun bangkit dari tempat duduknya.
"Res mau kemana??? . Ayo makan siang sama sama!!! ". Ajak Sherly pada adik iparnya itu.
Naures pun hanya menggeleng kan kepalanya. Lalu ia tersenyum pada kakak iparnya. " Aku sudah makan tadi mba dengan kak Jery dan papa. Silahkan mba nikmati makan siangnya dengan kakak ku yang menyebalkan ini!. ". Jawab Naures melirik sang kakak durjananya itu.
__ADS_1
" Nanti kalau kurang silahkan panggil karyawan ku saja mba!!. Naures permisi ke ruang kerja dulu ". Pamit Naures pada sepasang suami istri itu.
" Res, thank you bro. Ini semua gratis kan??? ". Teriak Al menggoda adiknya.
" Aku baru tahu seorang pemilik rumah sakit besar di kota ini dan juga memiliki saham 20 persen di perusahaan Bagaskara tapi makan saja cari yang gratisan ". Balas Naures dengan senyum mengejeknya.
" Sialan loe". Al langsung mengupat saat adiknya telah hilang di balik pintu pembatas kaca yang ada di dalam Cafe itu.
Sherly kembali mengulum senyumnya melihat interaksi antara kakak dan adik itu. Meskipun seperti ingin ribut dan perang setiap kali bertemu. Tapi sebenarnya mereka semua adalah keluarga yang sangat dan sangat perduli satu sama lainnya.
Memang di antara keluarga besar nya. Suami Sherly adalah orang paling menyebalkan jika di antara para pria. Tapi jika di antara para wanita Naura lah yang lebih konyol.
__ADS_1
Apalagi jika mengingat moment hari pernikahan sepupu suaminya. Yang selalu saja membuat mereka sakit perut akan aksi gila sang pengantin perempuan. Suaminya saja sampai menyerah akan ulah Calista.
Padahal Al juga tak jauh beda lebih menyebalkan. Namun, sepasang suami istri itu sangatlah klop sekali. Sang suami yang penuh aksi konyol dan terkesan humoris. Sedangkan istrinya adalah tipe wanita yang sedikit datar dan juga dingin. Mungkin semenjak ia menikah dengan Al yang konyolnya Nauzubillah ini. Sherly bisa sedikit merubah sikapnya yang datar itu sedikit mencair dan hangat.