
Sherly memarkirkan mobilnya tepat di sebuah supermarket yang tak terlalu jauh dari kompleks perumahan nya. Hanya memakan waktu sekitar sepuluh menit saja dari rumah.
Zeera pun langsung turun lebih dulu sebelum Umi nya ikutan turun dari mobilnya. Anak gadis Sherly memang selalu memakai hijabnya, Meskipun ia tidak memakai cadar seperti Uminya. Penampilan nya yang selalu terlihat anggun. Jangan lupakan wajah imut dan cantiknya yang selalu membuat orang gemas melihat nya. Meskipun belum paham menggunakan produk kecantikan. Namun, wajah alaminya begitu memukau di pandang mata.
" Umi buruan!! ". Zeera terlihat tidak sabaran sekali. Entah apa yang akan ia beli sampai terlihat buru buru begitu.
" Iya sayang, sabar!. Supermarket nya gak akan lari kok".
" Iihh Umi... ". Zeera langsung nyelonong pergi ke arah supermarket dan meninggalkan Uminya yang masih menutup pintu mobilnya di area parkir.
Sherly hanya menggeleng kan kepalanya saja. Saat melihat putrinya sudah melangkah lebih dulu. Dan tidak tahu apa yang akan ia beli. Dengan langkah lebarnya Sherly pun mulai menyusul langkah sang putri.
Brakkk...
" Awww... ". Zeera memegangi bahunya yang langsung kram saat ia tak sengaja membentur tubuh seseorang. Karena saat ia akan masuk dengan tak memperhatikan jalan nya. Tiba tiba ada seseorang yang akan keluar dari supermarket itu.
Zeera langsung menatap tajam orang itu. Namun, yang di tatap hanya memasang wajah datarnya saja. Seorang pria lebih tepatnya seorang pelajar yang masih memakai seragam SMA nya berdiri tepat di hadapan Zeera dengan membawa sebotol air mineral di tangan nya.
__ADS_1
" Kak kalau buka dorong pintunya hati hati dong!. Biar gak numbur orang". Kesal Zeera masih menatap tajam pada laki laki itu.
" Kamu yang jalan itu seharusnya hati hati!. Pake mata bukan pake bacot".Jawab Pria itu sangat Arrogant. " Dasar anak kecil".Cibirnya dan langsung beranjak pergi. Meninggalkan Zeera yang sudah berkacak pinggang.
" Awas saja kalau kita ketemu lagi nanti ". Ketus Zeera malah semakin kesal saja.
" Ada apa sayang? ". Sherly yang baru sampai di hadapan putrinya langsung bertanya, Karena Zeera tampak memasang wajah kesalnya.
Namun, sayangnya Sherly tidak melihat moment Zeera dan pelajar itu tadi bicara.
" Tidak ada Umi. Ayo Umi kita belanja! " . Zeera pun langsung memasang wajah cerianya kembali dan menarik tangan Uminya untuk segera masuk kedalam supermarket.
" Dasar anak Mama". Cibirnya menarik sudut bibirnya sinis. Lalu ia mulai menghidupkan mesin motor nya. Meninggal kan area itu dengan kecepatan di atas rata rata.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Zeera masih asyik memakan es krim nya. Sedangkan Uminya fokus pada setir mobil dan juga jalan raya.
__ADS_1
" Aww... Umi... Kenapa ngerem mendadak sih? ". Zeera tampak protes karena Sherly tiba tiba ngerem hingga es krim yang ia makan menempel di pipi mulusnya.
" Sayang, ada apa di depan?. Sepertinya ada yang sedang berkelahi". Sherly pun langsung membuka seatbelt nya. Berniat untuk turun dari mobilnya.
" Umi mau ngapain? ". Zeera menahan lengan tangan Umi nya. Karena ia juga melihat segerombolan preman sedang berkelahi dengan satu pria yang masih memakai helm nya.
" Umi mau nolongin pria itu sayang. Kasihan, Coba kamu lihat dia masih seorang pelajar". Jelas Sherly yang langsung membuka pintu mobilnya.
" Tetap di dalam mobil!. Jangan keluar sebelum Umi kembali! ". Zeera pun hanya mengangguk kan kepalanya saja.
Beberapa saat Zeera masih melihat aksi Uminya. Yang tampak begitu keren dalam pandangan Zeera. Namun, ketika beberapa preman sudah tumbang tiba tiba Zeera melihat salah satu preman mengeluarkan pisau kecil dari balik bajunya.
Zeera pun tanpa pikir panjang langsung keluar dari dalam mobilnya. Dan mengambil batu sedang di pinggir trotoar dan melemparkan nya kearah sang preman.
" Hei, hadapai aku!. Jangan jadi pengecut ". Seru Zeera tanpa terlihat takut sedikitpun di wajahnya. Bahkan, ia terlihat memainkan jarinya mengejek para preman itu.
Sherly mengulum senyumnya akan keberanian sang putri yang memang sudah terlatih sejak kecil. Dimana kedua anaknya sudah mengusai ilmu bela diri sejak dini.
__ADS_1
TBC