
Setelah acara di Aula selesai, Dan semua murid di sekolah juga telah sibuk dengan sesi fotonya. Untuk sekedar mengambil moment bertemu dengan aktris terkenal. Namun, Zeera langsung pergi dari Aula begitu saja.
Pada akhirnya dia dan Arsen mendapatkan kesempatan untuk sebagai sepasang perwakilan sekolah nya. Dalam acara amal yang akan di adakan minggu depan. Dengan itu Zeera merutuki kebodohannya sendiri. Karena telah telat masuk ke dalam Aula. Dan Zeera juga kini sangat kesal akan sepupunya itu.
" Zeera mau kemana? ". Fatih menghentikan langkah adiknya. Saat melihat adik bungsu nya melangkah lebar menuju arah parkiran sekolah.
" Pulang". Sahut Zeera asal.
" What?. Ini belum waktunya pulang Zeera". Sentak Fatih menahan tangan adiknya.
" Ya Allah kak, Zeera hanya bercanda. Zeera kesel nih sama bule mesum itu". Zeera mulai curhat pada kakaknya. Tapi Fatih malah mengulum senyum nya.
" Salah kamu juga, Kenapa pake bantah dan malah berdiam diri di kantin. Sama Arsen lagi". Ledek Fatih menahan tawanya.
Zeera semakin kesal saja. Karena dia merasa salah tempat curhat. Sebab, Fatih dan Arsen setahu Zeera memang sahabatan. Jelas saja, Fatih akan ikut membela Arsen juga.
__ADS_1
Gadis remaja itu menarik tangannya dari sang kakak. Lalu ia tersenyum licik. Membuat Fatih sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan oleh adik bungsunya itu.
" Jangan aneh aneh Zeera!!! ". Teriak Fatih ketika Zeera sudah melangkah menjauh darinya.
Zeera hanya mengangkat tangannya saja. Tanpa menoleh pada sang kakak. Membuat Fatih harus mengikuti dan menyusul Zeera dengan sedikit berlari. Arsen yang melihat adik kakak itu saling kejar. Ia juga ikut penasaran lalu menyusul juga.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Fatih menggeleng kan kepala nya saat melihat Zeera mengempiskan ban mobil milik Zein . Begitu juga dengan Arsen yang ikut menyusul langkah Fatih.
" Tapi Zeera cantik".
" What?". Fatih langsung menatap Arsen dengan dahi yang mengkerut. Tapi Arsen langsung tersadar akan ucapannya.
" Maksud gue Zeera cerdas".Sangkal Arsen sambil tetap memasang wajah datarnya. Padahal ia saat ini sangat gugup . Apalagi Fatih menatapnya dengan tatapan intimidasi tinggi.
__ADS_1
" Jangan bilang loe naksir lagi sama adik gue? ". Tebak Fatih.
" Apaan sih loe?.. Gue masih sekolah belum pantes main cinta cintaan kek gitu".
Lagi lagi Arsen tak mau terlihat gugup di depan Fatih. Padahal, ia sendiri juga tidak tahu apa yang tengah ia rasakan saat ini. Tapi, yang jelas saat lama lama melihat Zeera ada rasa aneh dalam hatinya.
Menurut nya Zeera sangat berbeda dari kebanyakan gadis remaja di luar sana. Bahkan di sekolah ini saja, Arsen banyak di idolakan oleh para siswi. Bahkan mereka juga dari kalangan atas. Dan rata rata anak para pejabat serta pengusaha. Tapi, baik Arsen maupun Fatih. Keduanya sama sama tak ada niat untuk mengencani teman satu sekolahnya.
Kedua pria remaja itu sangat sulit yang namanya jatuh Cinta. Apalagi mereka berdua punya tekad yang sama. Jika belum mapan tidak mau mengenal Cinta.
" Awas aja loe berani macem macem ke adik gue". Fatih menatap sahabatnya dengan tatapan tajamnya.
" Gue masih ingat visi dan misi hidup gue man. Loe tenang saja!. Sebelum gue sukses gue gak akan mikirin pacaran ".Sahut Arsen tegas.
Fatih mengulum senyumnya. Karena ia yakin jika Arsen sudah memiliki perasaan dengan Zeera. Hanya saja Arsen terlalu gengsi untuk mengatakan nya. Fatih pun sebenarnya tidak akan melarang jika Arsen bisa dekatin adiknya itu. Meskipun usia mereka masih remaja. Namun, Fatih tahu jika Arsen bukanlah pria brengsek.
__ADS_1
" Ayo masuk kelas!. Sebelum Zeera lihat kita disini! ". Fatih menarik tangan Arsen untuk segera menjauh dari area parkiran, Sebelum Zeera melihat mereka yang ternyata sejak tadi telah mengawasinya dari balik tembok.