
Tak terasa kini hampir tiga minggu telah berlalu. Al juga baru saja di perbolehkan pulang oleh dokter kemarin. Pria itu sepertinya memang benar benar sudah tidak betah lagi berada di rumah sakit.
Hingga kesehatan semakin hari semakin membaik saja,meskipun belum begitu pulih . Bahkan sang komandan pun sudah menyempatkan diri untuk membesuknya. Dukungan serta semangat dari para team nya. Membuat Al tak patah semangat. Ia juga di beri izin cuti cukup lama. Atas dasar kebijaksanaan dari sang komandan.
Al dan Sherly pun memutuskan untuk langsung pindah ke rumah mereka. Karena selain rumah yang sudah di siapkan oleh Al tidak jauh dari rumah sakit tempat Sherly bekerja. Disana juga lebih luas dari asrama nya.
Al tidak mau istrinya malah kurang nyaman jika tinggal di asrama terus menerus. Hal itu juga sudah mendapatkan persetujuan dari atasan Al. Tapi, kepindahan Al membuat Rendi menjadi sedih .Bahkan ia nampak tak bersemangat.
Sebab, kepindahan Al membuat Asrama menjadi sedikit sepi. Selama hampir empat tahun mereka tinggal sama sama. Dan selalu melakukan aktivitas bersama. Bahkan makan dan minum pun bersama.
"Yang, sayang... " Teriak Al yang saat ini berada di dalam kamar mandi. Bahkan luka nya masih belum begitu pulih. Namun, tak membuat pria itu mengeluh sedikit pun
"Tolong ambilkan aku handuk yang!!! ".Al berteriak kembali karena tak kunjung mendengar jawaban dari istrinya.
" Buruan yang, aku udah kelar nih!!!. Apa aku harus keluar dengan polos begini??? ".
__ADS_1
" Iya bang, sebentar!!!. Sabar sedikit kenapa sih?? ".Sherly yang sejak tadi masih membereskan lemari pakaian nampak melangkah ke arah kamar mandi. Dengan perutnya yang semakin hari semakin membuncit.
" Sabar terus. Kapan goal nya??. Udah lama nih puasa nya".Al malah menjawab dengan membahas hal lain.
Sherly mengetuk pintu kamar mandi. Yang langsung dibuka oleh Al. "Nih handuknya!!!. Tunggu sampai abang pulih baru kita rencana kan baby moon saja sayang!!! ".Jawab Sherly memberi saran.
Al mengambil handuk dari tangan istrinya. " Ah, kau pikir kalau sudah keras, masih bisa di ajak kompromi lagi???. Yang ada dia akan langsung cari tempat persembunyian nya sayang".Al menjawab sambil memakai handuknya dan berjalan santai keluar dari kamar mandi.
"Abang... Kalau ada yang lihat gimana??? ".Sherly menatap tajam suaminya karena selalu saja sembrono.
" Halah, sekarang saja bisa bilang begitu. Coba dulu malah di umbar sampai di suruh elus segala kan??? ".Sindir Sherly mencebikkan bibirnya kesal.
Suaminya itu malah tertawa terbahak bahak. Karena ingat kembali akan kelakuannya dulu. Sebelum ia menjadi pria baik baik. Dan jauh sebelum mengenal istrinya.
Al adalah sosok pria pemain wanita. Bahkan ia tak segan untuk meminta wanitanya untuk membantu nya menuntaskan hasratnya. Tapi ia juga masih memilih wanita yang tepat. Untuk ia jadikan ajang pencairan.
__ADS_1
"Itu kan dulu sayangku. Sekarang dia hanya milikmu seutuhnya".Sahut Al sambil nyengir kuda.
" Dasar mantan buaya.Istrinya malah dikasih sisa".Ledek Sherly sambil mengulum senyum nya.
"Jangan begitu lah yang!. Meskipun sisa tapi dia sangat terawat bukan???. Buktinya dia masih bisa membuat mu merem melek dan mendesah sampai basah".
" Sayang... iiihhh... Jorok".
"Yang jorok yang nikmat sayang".
Sherly memilih untuk kembali masuk kedalam ruangan walk in closet saja. Daripada harus melayani suaminya yang selalu mesum itu. Jika bukan karena mengingat kondisi suaminya. Mungkin Sherly juga tak akan tetap diam.
Sebab, Sherly juga sebenarnya sudah sangat merindukan belain manja suaminya. Hingga bertempur panas di atas ranjang sampai pagi. Sudah lama mereka tidak saling berbagi peluh. Tentu saja membuat keduanya sama sama di landa rindu akan hal itu.
Namun, sebagai seorang istri sholehah. Sherly tidak mungkin memaksakan kehendak. Sedangakan kondisi suaminya tidak memungkinkan untuk mengadu peluh.Dan mengunjungi baby nya.
__ADS_1
Menurut Sherly sekarang ini yang terpenting adalah kesembuhan suaminya dan bisa melihat Al kembali beraktivitas seperti sedia kala. Jika sudah pulih, maka ia pun tak akan menolak lagi jika di ajak perang perkasuran.