
Al mulai membuka matanya saat jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Bahkan Sherly sama sekali tak beranjak dari samping suaminya. Jadi, pergerakan suaminya dapat Sherly rasakan meskipun ia memejamkan matanya.
Sherly juga sampai membatalkan janji temu nya dengan para Pasien nya hari ini. Karena ia juga sedang tidak tenang. Beruntung semua pasien sangat mengerti keadaan nya.
"Sayang, Alhamdulillah kamu udah sadar ".Seru Sherly yang tersenyum senang melihat suaminya membuka matanya.
" Kamu siapa??? ".
Deg...
Sherly nampak terkejut atas pertanyaan suaminya barusan. Membuatnya menatap tak percaya jika sampai Al mengalami amnesia karena luka bekas operasi nya kembali robek.
Tapi tatapan Al juga nampak seperti orang kebingungan juga. Seolah memang benar jika ia tidak mengenali istrinya sendiri.
" Maaf mba, anda siapa ya??? ".Tanya Al lagi.
" Bang, abang beneran tidak mengenaliku??? ".Sherly malah balik bertanya dengan perasaan yang mulai kembali gelisah dan panik.
" Aku istrimu bang. Apa kau juga melupakan anak kita ini??? ".Sherly memperlihatkan perutnya yang buncit itu pada suaminya.
Dahi Al mengkerut membuat Sherly menarik nafasnya berat. Sepertinya Al memang tidak mengingatnya sama sekali. Membuat Sherly terlihat sendu.
" Aww... "Tiba Tiba Al memegangi dadanya yang masih di perban. Membuat Sherly langsung mendekat dan memeriksa nya. Dengan perasaan yang campur aduk. Yang di rasakan oleh Sherly saat ini.
__ADS_1
" Kenapa???. Ada yang sakit???. Dimana??? ".Panik Sherly sambil ikut membuka baju pasien yang di kenakan oleh Al.
" Aww... Sakit sekali".Lirih Al sambil meringis dan memegangi dada sebelah kirinya.
"Yang mana yang sakit???. Apa jahitannya robek lagi??? ".Sherly benar benar panik membuatnya tak sadar jika jaraknya dengan Al sudah sangat intens.
" Ini sebelah sini!!! ".Tunjuk Al lirih sambil terus meringis.
" Aaawww... "Jerit Al lagi yang semakin membuat Sherly semakin khawatir juga.
Sherly semakin mendekat dan dengan tiba tiba juga Al langsung mendaratkan kecupan nya pada kening istrinya. Karena untuk menyambar bibir Sherly ia harus membuka cadarnya terlebih dahulu dan itu sedikit sulit buat Al.
Cup...
" I love you sayangku".Bisik Al mengulum senyumnya.
"Jadi sejak tadi abang ngerjain aku?? ".Sherly mulai sadar jika Al sengaja mengerjainya.
" Maaf sayang. Habisnya kamu malah enak enakan tidur. Bukannya jagain suaminya".Sahut Al sambil terkekeh.
"Iihh... Abang nyebelin banget sih. Resek gak lucu tahu".Sherly memanyunkan bibirnya yang tertutup cadarnya itu.
Al malah semakin terkekeh melihat kekesalan istrinya. Ia memang sengaja mengerjai Sherly. Karena ingin melihat seperti apa reaksi istrinya jika ia tidak mengingatnya sama sekali.
__ADS_1
Lagian mana mungkin ada pasien hanya karena lukanya robek kembali. Bisa sampai mengalami amnesia. Hanya akal akalan Al saja yang notabene nya memang jahil sejak dulu.
Makanya ia sedikit kurang klop dengan Naures dan Jery. Karena adik dan juga kakaknya itu berwajah datar dan dingin. Sedangkan dirinya selengehan dan konyol.
Kalau dirumah ia lebih klop dengan Jeny dan Naura. Meskipun kadang kadang adik bungsu nya itu malah membuatnya kesal. Sebab, Naura memang kalau sudah Menjahili orang suka keterlaluan.
Hanya Mark suaminya yang bisa membuat wanita itu tidak banyak pola lagi. Walaupun kadang kadang masih suka kambuh.
"Kau tahu sayang".
" Tidak ".Jawab Al santai.
" Bang... "Sentak Sherly makin kesal karena ia juga belum selesai bicara tapi sudah di potong oleh suaminya yang mesum itu.
" Hahaha... Iya sayang... iya... Ada apa?. Hm?? ".Al terkekeh sambil membujuk istrinya agar tidak menatapnya seperti ingin menelan nya hidup hidup saja.
" Tau ah males".Sherly menjauh dari ranjang suaminya berniat ingin pergi. Tapi tangannya lebih dulu di cekal oleh Al.
"Hei mau kemana??? ".
" Bukan urusan abang".Jawab Sherly ketus.
"Istighfar sayang, gak boleh gitu sama suami!!! ".
__ADS_1
Sherly kembali menghela nafasnya. Menghadapi Al memang butuh tenaga ekstra. Dan kudu kuat mental dan jiwa juga. Kalau tidak sudah stress sejak lama.
TBC