Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kabar Duka


__ADS_3

Semua lampu mulai menyala di dalam ruangan khusus yang telah di ubah menjadi sebuah ruangan untuk penyembuhan Al malam ini. Padahal hanya dengan menyuntikkan cairan kedalam tubuh Al saja. Tapi peralatan medis nampak lengkap disana.


Bahkan kini tubuh Al sudah di ikat dengan tali khusus oleh Samuel serta Mark yang juga tak ketinggalan untuk tetap mengawasi penyembuhan Al.


Sherly tetap menunggu di luar ruangan. Bersama dengan Jacob dan juga ke empat prajurit yang ternyata masih tetap memilih untuk berada disana sampai saat ini.


"Sebaiknya anda istirahat terlebih dahulu miss S!!! ".Saran Jacob saat melihat Sherly memang nampak mengantuk sejak beberapa menit yang lalu.


" Aku akan tetap disini Jacob. Sampai king keluar dari ruangan ini".Jawab Sherly tetap keras kepala.


Jacob pun tak bisa memaksa Sherly untuk istirahat. Karena Sherly semakin di kekang maka ia semakin keras kepala.


Keempat prajurit itu pun tak bisa memberikan komentar apapun. Mereka juga sedang harap harap cemas tentang keadaan Al saat ini. Kedua orang tua Al memang sengaja tidak diberitahu. Karena saat ini mereka juga sedang sibuk membagi waktu untuk sang cucu. Dan juga harus bolak balik kerumah sakit yang berbeda. Demi membesuk anak serta menantunya.


Sherly juga belum sempat untuk membesuk Manda kembali. Sejak Al di temukan dan juga di rawat di rumah sakit. Dan itupun membuat kedua mertuanya paham.


Mark keluar dari dalam ruangan ketika jarum jam menunjukkan pukul empat pagi. Dan Sherly pun sudah tertidur di kursi tunggu yang ada di depan ruangan itu. Sherly tidur dengan posisi duduk, hanya selimut yang mampu Jacob berikan padanya. Karena Jacob tidak memiliki keberanian untuk memindahkan Sherly.


"Maaf king saya tidak memindahkan Miss S".Ucap Jacob mendahului sebelum Mark bertanya.


" Biar aku saja".Jawab Mark datar lalu mulai mendekati tubuh Sherly yang sudah terbungkus selimut tebal dari Jacob.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan tuan Al king?? ".Tanya Jacob mulai penasaran. Karena Samuel dan juga dokter yang lainnya saat ini belum ada yang keluar dari ruangan itu.


Mark menatap Jacob dengan tatapan yang sulit di artikan. Lalu sudut bibir Mark mulai terangkat membentuk sebuah senyuman.


" Anak berandal itu memang tidak bisa di ragukan".Jawaban Mark membuat Jacob paham dan bisa bernafas lega. Begitu pun para prajurit team Al.


Mereka ikut senang dan berkali kali mengucap kata syukur nya. Karena Al mampu melewati pengobatan nya.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Pagi harinya Sherly mulai mengerjapkan matanya. Karena ia sudah mulai bangun dari tidurnya. Tapi hal pertama yang Sherly lihat adalah ruangan berbeda.


Dia juga tidak melihat suaminya. Sherly mulai bangkit dari ranjang itu. Dan ketika ia akan turun dari ranjang nya. Bariton suara Mark membuat Sherly berhenti bergerak.


Sherly pun langsung melirik jam di dinding. Seketika mata Sherly langsung melotot tak percaya. Jika saat ini sudah jam sepuluh.


" Dimana suamiku king???. Kenapa king tidak membangunkan aku??? ".Sherly kembali mencecar Mark dengan banyak pertanyaan seperti biasanya.


" Suamimu aman. Dia sedang ditemani kedua mertua kita".Sahut Mark yang kini malah nampak santai duduk di sofa sambil menyesap kopinya.


"Sejak kapan king minum kopi??? ".Tanya Sherly sembari mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Mungkin sejak akhir akhir ini. Karena aku sedang jauh dari istriku".Jawab Mark, ingin ngelawak tapi masih saja memasang wajah datar. Jadi, mana ada lucunya.


Sherly pun langsung masuk kedalam kamar mandi. Untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Ia juga sampai melewatkan sholat subuhnya. Gara gara kesiangan bangun.


Setelah rapi dengan setelan gamis syar'i nya karena tadi Sherly pun membawa baju ganti kedalam kamar mandi. Sherly pun segera melangkah keluar ruangan. Ia sudah tidak sabar lagi untuk menemui suaminya. Apalagi Mark sudah tidak ada di dalam ruangan itu.


"Loh Papa sama Mami mau kemana???. Kenapa tegang begitu???. Bang Al baik baik aja kan Pa, Mi?? ".Wajah Sherly pun berubah panik. Tak kalah tegangnya dengan ibu mertuanya.


" Sayang, Al baik baik saja. Sekarang lebih baik kamu tetap berada di samping Al. Karena Papa dan Mami ingin kerumah sakit tempat Manda di rawat".Jawab Lea sedikit gugup dan nafasnya juga terdengar ngos ngosan.


"Ada apa dengan mba Manda mi??? ".Selidik Sherly mulai tak enak perasaan.


" Manda... Meninggal dunia sayang".


"Hah... ".


Lea tak mampu meneruskan kata katanya lagi. Sedangkan Sherly pun ikut lemas, Mendengar kenyataan jika kakak iparnya itu telah tiada. Begitu pun dengan Lea yang tak kalah sedihnya.


Tapi Lea harus tetap sabar serta kuat. Untuk menguatkan jery serta cucunya nanti.Sherly pun bingung harus pergi ke sana atau tetap dirumah sakit. Ia pun tidak bisa meninggal kan Al dalam keadaan seperti ini sendiri.


Beruntung Lea ibu mertua yang sangat pengertian. Dan ia juga menyuruh Sherly untuk tetap stay di rumah sakit saja. Nanti setelab Al pulih mereka bisa menyusul ke rumah Jery.

__ADS_1


TBC


__ADS_2