
Jakarta pukul 07.00 wib...
Sherly tengah sibuk menata piring di meja makan dibantu oleh art nya. Dengan baby Fatih yang ada dalam gendongannya. Al juga belum turun sejak tadi, padahal saat Sherly keluar kamar. Suaminya itu baru saja selesai mandi. Bahkan, baju gantinya saja sudah Sherly siapkan juga.
" Abi, kok belum turun juga ya boy? ". Sherly bertanya pada putranya membuat Fatih langsung mendongak menatap wajah Uminya yang selalu dibalut cadar itu.
" Abi, disini sayang". Al menjawab saat ia sudah masuk kedalam ruang makan. Senyum Sherly mengembang melihat kedatangan suaminya. Dimana Al sudah tampak rapi dengan setelan kerjanya.
Hari ini Al berpenampilan layaknya seorang CEO. Karena ia akan pergi keperusahaannya. Dan sejenak meninggalkan tugasnya sebagai seorang prajurit TNI Ad.
" Kenapa lihat Abi gitu?. Aku memang tampan sayang". Al begitu percaya dirinya saat tatapan istrinya tak teralihkan dari dirinya.
Sherly pun hanya menggeleng kan kepalanya saja. Akan sikap jumawa seorang Al naru. Yang mana sejak dulu memang sangat percaya diri sekali.
__ADS_1
Al duduk tepat di samping istrinya. Yang sudah duduk duluan dan sedang mendudukkan Fatih di kursinya sendiri. Setelah itu, Sherly dengan cekatan mulai mengisi piring suaminya dengan nasi goreng kesukaannya. Dan juga lengkap dengan telur ceplok setengah matengnya juga.
" Sayang, nanti malam kita makan di luar saja ya!". Al mulai memberikan saran. ".Sudah lama sekali kita tidak dinner".Sambungnya lagi sembari mulai menyuap satu sendok nasi gorengnya.
" Apa gak repot bi?. Sekarang udah ada Fatih dan lihat! ". Sherly menunjuk perut buncitnya". Gembolanku juga udah segede ini loh". Seloroh Sherly mengulum senyumnya.
" Kan ada babysitter sayang. Ajak aja sekalian mereka dan para Art!. Hitung hitung malam ini kita rayakan keberhasilan proyek baru di perusahaan yang sudah selesai ". Al begitu yakin dan sampai berniat untuk membawa semua orang yang bekerja dirumahnya untuk makan malam di luar.
" Allhamdulillah ya bi. Akhirnya sekarang Abi juga tak kalah suksesnya dengan yang lainnya. Dan semua ini juga berkat bantuan mereka kan Bi? ".Sherly selalu saja mengingatkan suaminya yang bisa sukses seperti sekarang ini. Karena ikut andilnya para kakak dan juga adik adiknya sendiri.
" Iya Umi, Alhamdulillah semua bisa raih secepat ini. Dan Abi juga bisa merasakan bagaimana jadi seorang CEO ". Seloroh Al sambil terkekeh.
Pagi ini sarapan dengan di iringi obrolan obrolan renyah dari pasangan harmonis itu. Sherly juga masih bisa menyuapi Fatih buburnya. Karena baby Fatih sudah mulai MPASi. Apalagi Fatih memang sudah tidak minum Asi lagi. Saat Uminya dinyatakan hamil adiknya.
__ADS_1
Selesai sarapan Sherly pun langsung mengantarkan suaminya sampai kedepan teras. Dan mencium punggung tangan Al dengan takzim.
" Papa dan Mami, masih lama ya Bi pulang ke Jakarta? ". Sherly bertanya pada suaminya yang akan beranjak pergi.
" InsyaAllah minggu depan sayang mereka pulang. Dan lagian Oma dan Opa gak ada yang jagain. Uncle Raka dan Aunty kinan juga punya kesibukan sendiri ". Jawab Al jujur.
" Oma dan Opa kenapa gak suruh tinggal disini saja Bi?. Biar mereka gak jenuh juga kan dirumah sana. Disini ada Fatih dan kita tambah aja art untuk dirumah. Atau gak si Nur kita khususkan buat bantu rawat Oma". Sherly memberi usulan. Karena setahu Sherly Oma Mona juga paling dekat dengan Al suaminya. Meskipun mereka dulu katanya sering berantem satu sama lainnya.
Apalagi sekarang Oma Mona juga sudah mulai pikun, Ia kadang tidak bisa membedakan mana Jery dan mana Al. Penglihatan nya juga sudah rabun. Ya, wajar saja karena Oma Mona udah kepala tujuh. Cicit cicitnya juga udah banyak.
" Nanti kita bicarakan lagi saja sayang!. Abi udah hampir kesiangan nih. Ntar malah Abi gak jadi berangkat kerja, dan malah mau minta jatah sama kamu yang". Al malah menggoda istrinya.
" Abi... Iiihhh genit". Ledek Sherly mengulum senyum nya.
__ADS_1
" Kalau gak genit, kamu gak akan isi lagi lagi dong yang".
" Udah ah, sana bi!. Nanti beneran telat loh". Sherly mengusir suaminya. Sebelum otak Al kembali mode mesum lagi. Membuat Al terkekeh dan beranjak melanjutkan langkahnya untuk menuju mobilnya.