Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Hah?


__ADS_3

Suasana di meja makan tampak sedikit ramai dan hangat pagi ini. Dimana ada para keponakan Al dirumah nya. Sherly sangat menyukai anak anak oleh karena itulah. Para keponakan nya selalu betah di rumahnya. Begitu juga dengan Velyn istrinya Jery.


" Bunda sama Papa mana sayang? ". Tanya Sherly pada Mayra saat mereka semua susah selesai sarapan.


" Ke luar kota Umi". Jawab Mayra jujur.


Sherly menautkan kedua alisnya sedikit bingung. Lalu Sherly menatap kearah Lea. " Memangnya Mba Velyn selalu ikut Kak Jery ya Mi? ".Tanya Sherly penasaran.


Lea pun tersenyum dan menggeleng kan kepala nya". Sesekali saja sayang. Dan kadang mereka juga mengajak Mayra. Tapi, hari ini hanya ada urusan katanya jadi, pagi pagi sekali Jery dan Velyn datang kerumah menitipkan Mayra sama Mami".


" Kalau Vina dan Keena Mi? ". Tanya Sherly lagi karena tidak biasanya si kembar itu akur dan bisa jauh dari Ayahnya.


" Biasa Naures lagi jadi bodyguard istrinya di klinik. Tau sendiri si kembar paling anti bau obat obatan beda lagi dengan adik bungsu mereka". Lea terkekeh sendiri akan sifat masing masing para cucu cucunya itu.


Sherly pun ikut terkekeh karena ia juga sedikit tahu tentang bagaimana seorang Naures posesif terhadap Yuni istrinya itu. Dan bisa di bilang kalau semua anak anak Papa Rayen dan Mami Lea itu. Semuanya pada bucin dan sangat pengertian dengan para pasangannya.

__ADS_1


" Kalau Papa kemana Mi? ". Sherly sedikit menggoda Mami mertuanya karena tak biasanya sang Mami dan Papa mertuanya tak sama sama seperti ini. Biasanya ada Mami Lea ada juga Papa Rayen.


" Papa kamu lagi sibuk bisnis kodok". Jawab Lea sedikit kesal. Karena suaminya itu akhir akhir suka sekali mancing. Padahal kolam di rumahnya juga ada. Bahkan ikan nya juga besar besar. Tapi tetap saja Rayen memilih mancing di alam terbuka. Dan kadang juga sampai rela keluar kota segala.


Sherly langsung terkekeh saat melihat raut wajah kesal Mami mertuanya itu. Memang sifat Rayen tidak beda jauh dari suaminya Al. Wajar saja jika Al kadang bisa konyol nauzubillah. Karena Papa mertuanya juga suka bikin kesal Mami Lea juga.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Mension Mark...


Belum juga mendengar suara anak anaknya. Naura menyuruh pelayan untuk membantu memanggil ketiga putranya.


" Mom... wah". Cici terus menunjuk buah anggur yang sangat ia sukai itu tertata di atas meja dengan buah lainnya.


" Iya sayang sebentar ya!. Wait...!. Mommy lagi pegang piring nih". Naura tampak repot sendiri jika begini. Suaminya juga hari ini akan pulang terlambat. Belum lagi para putranya yang tak kunjung datang. Padahal suara Naura sudah hampir serak memanggil ketiga anak laki laki itu. Bahkan pelayan pun ikutan tak nongol juga.

__ADS_1


" Hiks... Hiks... Uah... " . Cici juga terlihat tidak sabaran untuk memakan buah Anggur hitam yang belum sempat Naura ambilkan.


" Oh ya Ampun. Vian anak anakmu ini sungguh tidak bisa diam ". Gerutu Naura yang mulai pening sendiri.


Naura pun mulai mengambil satu tangkai kecil buah anggur. Dan langsung ia berikan pada putrinya. Membuat Baby Cici pun langsung berhenti merengek. Seolah ia memang sudah mendapatkan apa yang ia mau. Baby Cici pun mulai memasukkan buah anggur kedalam mulut kecilnya itu.


" Sayang... Maem nya satu satu!!. Nanti keselek bagaimana ". Naura pun mengeluarkan buah Anggur dari dalam mulut Cici. Dan meninggalkan satu buah saja di dalamnya.


" Dasar anak ini". Guman Naura menggeleng kan kepalanya akan tingkah baby Cici.


Naura pun kembali menoleh kearah pintu. Namun, ketiga putranya masih belum terlihat juga batang hidung nya.


" Nyonya tuan muda tidak ada di kamar nya masing masing". Ucap seorang pelayan yang tadi sempat Naura suruh untuk memanggil ketiga putranya.


" Hah".

__ADS_1


TBC


__ADS_2