
Ketika Al dan juga Sherly sedang menuju ke arah villa. Dimana disana sudah persiapkan oleh Mark untuk nuansa romantis. Layaknya pasangan pengantin baru.
Sedangkan di sebuah rumah mewah. Tepatnya rumah Mark dan Naura. Mark kini sedang duduk di kursi ruangan kerjanya. Sambil menatap layar tablet yang berisikan video yang tadi sempat dikirim oleh Jacob padanya.
Ingin rasanya Mark tertawa teebahak bahak saat ini. Karena melihat mobil Al yang bergoyang di pinggir jalan. Tapi Mark memgurungkan niatnya karena ia tidak mau sampai membangunkan istrinya dan kedua putranya saat mendengar suara tawanya.
"Dasar maniak. Naura pasti tidak akan menyangka dengan aksi kakaknya yang gokil begini".Mark menarik sudut bibirnya seraya menggeleng kan kepalanya.
Ternyata Al bisa gila dari dirinya saat hasratnya tidak tersalurkan. Dan tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Jika menyangkut urusan ranjang. Tapi kini senyum Mark nampak pudar dan berubah menjadi senyum iblisnya. Ketika ia melihat satu video lagi yang tadi juga dikirim oleh Jacob.
"Kalian pikir, kalian bisa lolos begitu saja?".Mark menyeringai licik. Saat melihat siapa lawannya kali ini.
__ADS_1
Bahkan hanya dengan melihat plat mobil nya saja. Mark sudah bisa menebak siapa dalang yang menjadi propokator semua masalah yang dihadapi oleh Sherly akhir akhir ini.
Mark mulai meregangkan kedua tangannya. Lalu ia juga ikut menggerakkan lehernya. "Baiklah, sudah lama sekali aku tidak bermain bermain dengan para tikus got seperti kalian di kota istriku ini".Guman Mark sambil tersenyum iblis.
Dapat di pastikan setelah ini. Mark akan menghabisi semua penghalang kebahagiaan adiknya. Dan ia juga tidak mau mengambil resiko sulit untuk keamanan Sherly nantinya. Apalagi satu bulan lagi, Al akan ditugaskan kembali. Dan itu artinya, dalam waktu yang lama Al baru kembali. Bisa satu sampai dua tahun lagi. Belum juga, ia dan Naura harus kembali ke Amerika. Itu artinya ia tidak akan bisa memantau Sherly sepenuhnya.
"Daddy... " Mark pun langsung menatap kearah pintu ruangan kerjanya. Ketika ia mendengar suara putranya dari depan pintu.
"Apa Daddy masih di dalam??? ".Tanya Zello lagi, karena tadi ia sempat melihat Mark masuk kedalam ruangan kerjanya. Sebelum kedua Putra nya itu masuk kedalam kamarnya.
"Yah, Daddy masih disini boy".Jawab Mark seraya bangkit dari tempat duduk nya. Ia juga sempat melirik kearah jam dinding. Dimana jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.
__ADS_1
Ceklek...
Mark mulai membuka handle pintu. Dan benar saja, Zello sudah berdiri tepat di depan pintu ruangan kerjanya. Bocil itu nampak menatap nya dengan datar. Ia juga sudah memakai piyama tidurnya.
" Hei... Boy.. Kenapa belum tidur???. Ini sudah sangat larut boy".Mark sedikit berjongkok agar tingginya sama dengan Zello.
"Aku tidak bisa tidur Dad. Apa Daddy sudah akan istirahat juga??? ".Tanya Zello yang masih setia memasang wajah datar nya itu. Ia memang duplikat nya Daddy nya. Malah Zello terlihat seperti anak yang tidak tersentuh sedikitpun.
Anak itu lebih banyak menyendiri. Daripada harus berinteraksi dengan anak anak lainnya. Bahkan saat berkumpul dengan para sepupunya saja. Ia malah sibuk dengan gedgetnya sendiri. Giliran di tanya, Zello hanya menjawab seperlunya saja.
"Apa Zein sudah terlelap?. Hm? ".Tanya Mark balik. Setelah ia tadi menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan putranya itu.
__ADS_1
" Zein bahkan sudah mulai masuk ke alam mimpinya Daddy".jawab Zello sedikit kesal.
TBC