Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kelakuannya


__ADS_3

Sherly meletakkan kembali mukena nya setelah ia selesai melaksanakan sholat sunah pada sepertiga malam. Kini pandangan Sherly beralih pada wajah suaminya yang nampak tertidur pulas di atas ranjang.


Sherly mendekati suaminya dengan duduk di bibir ranjangnya. Tangan Sherly terulur menyentuh wajah suaminya yang mulai di tumbuhi bulu bulu halusnya.


Cukup lama Sherly terus menatap wajah tampan Al. Dengan perasaan campur aduk. Tapi yang jelas saat ini ia merasa sangat bersyukur. Karena Allah masih memberi mereka kesempatan untuk tetap bersama. Sherly tak akan bisa membayangkan jika sampai apa yang di alami oleh kakak iparnya. Ikut di alami oleh dirinya.


Mungkin dirinya akan jauh lebih menggila. Sebab, Sherly bukanlah wanita yang mempunyai extra kesabaran yang penuh. Ia adalah tipe wanita yang kuat dan tangguh tapi tidak untuk urusan hati.


"Sayang, I love you".Bisik Sherly pelan sambil mengecup singkat bibir sensual suaminya. Lalu Sherly terkekeh sendiri.


Berniat ingin bangkit dan pindah ke sisi sebelah kiri suaminya. Karena ingin tidur kembali. Belum juga sempat beranjak. Pinggangnya sudah di tarik oleh suaminya. Hingga lingerie tipis miliknya terangkat sampai pangkal paha nya.


"Bang, lepasin iihh!!! ".Sherly menahan tangan suaminya walaupun terlihat sia sia. Karena Pegangan Al jauh lebih erat dibandingkan dengan kekuatannya.


" Sayang, nanti tubuh ku malah menimpa luka abang loh".Bujuk Sherly pelan. Tapi tak membuat Al membuka matanya.


"Jangankan menimpa luka, menimpa yang dibawah sana juga tidak papa sayang".Jawab Al dengan tersenyum menggoda.


" Jangan bercanda bang!!!. Ingat...

__ADS_1


"Satu kali saja sayang!!. Aku akan pelan pelan dan masih bisa bergoyang meskipun masih di perban. Kan yang luka bagian dada. Bukan Tongkatnya".Seloroh Al yang mulai membuka matanya.


" Tapi sayang...


"Please!!!. Sudah berat nih yang".Mohon Al dengan melirik kearah pentungan kenikmatan nya tersebut.


Helaan nafas Sherly terdengar pelan. Ingin menolak tapi tidak tega melihat wajah suaminya yang terlihat memohon.


Akhirnya Sherly pun terpaksa harus menuruti permintaan suaminya Di lain sisi juga ia memang ingin. Melihat anggukan kepala sang istri. Membuat Al langsung tersenyum.


Al bangkit dan mendorong pelan tubuh istrinya. Hingga Sherly terjatuh di atas kasur empuk itu. Tanpa banyak bicara lagi Al mulai menyambar bibir tipis istrinya. Dengan gerakan rakus dan sangat menuntut.


"Lepaskan sayang!!! ".Bisik Al dengan seringai liciknya. Ketika jarinya terus bermain pada area kesukaan nya di bawah sana.


" Uuhhh... Sayang".


"Iya cinta".Jawab Al sambil mengulum senyumnya. Ia bahkan tak mau berhenti barang sebentar saja.


Jarinya terus bergerak padahal ia sudah bisa merasakan sentuhannya itu membuat mainan nya sudah lembab sejak tadi.

__ADS_1


" Belum masuk saja sudah basah begini".Ledeknya sambil tersenyum.


Sherly hanya mencubit gemas lengan tangan suaminya. Bahkan pipinya sudah merona merah akan candaan suaminya tersebut. Bagaimana tidak akan basah, jika sejak tadi ia rangsang dan ia mainkan dengan begitu lihai nya.


Al mulai menurunkan pembungkus tongkat berbulu nya. Untuk mulai melakukan pentungan liar pada musuhnya yang saat ini sudah basah ruah akan ulahnya.


Sherly hanya diam membeku ketika melihat tongkat berbulu itu menyembul keluar. Menurutnya kenapa bentuknya malah semakin besar saja. "Kenapa dia makin mengembang sayang??? ".Lirih Sherly pelan.


" Apanya??? ".


" Itunya".Sherly pun kini langsung menatap wajah suaminya. Lalu kembali berucap".Pelan pelan saja sayang!!! ".


" Hahaha, aku tahu yang. Kau pasti tidak akan kuat setelah dia masuk ".Jawab Al sambil terkekeh.


Benar saja hanya dalam tiga kali hentakan. Al kembali berhasil menerobos masuk begitu saja. Hingga kini mulai bergerak liar.Membuat Sherly terus meraung nikmat dalam kungkungan tubuh suaminya itu.


Malam panjang ini mereka lewati dengan begitu puas. Bahkan Al sesekali Meringis karena lukanya terasa nyeri. Namun, tak membuat ia menyerah begitu saja. Al tetaplah Al yang tidak mau berhenti sebelum ia puas.


Sudah cukup lama ia menahannya sampai sampai tongkat nya sudah membengkak tak karu karuan begini. Cukup lama mereka berdua berolahraga malam bersama. Sampai keduanya benar benar lemah.

__ADS_1


Al kembali menghempaskan tubuhnya dan memeluk istrinya setelah ia berhasil menumpahkan kembali cairan hangat penghasil baby lucu kedalam sana. Mungkin baby nya ikut mengupat kesal akan kelakuan Daddy nya itu. Di saat si baby sedang istirahat malah di siram tanpa permisi begitu.


__ADS_2