Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Baby Cici


__ADS_3

Keesokan harinya setelah selesai sarapan Naura langsung memandikan baby Cici. Sedangkan si kembar dan juga Andes sudah tampak rapi dan juga jauh lebih segar. Apalagi Andes sejak pagi ia bahkan sudah mandi. Begitu pula dengan Zello, anak itu mana bisa sarapan kalau masih bau iler.


Kebetulan hari ini adalah hari libur, Mark sudah masuk kedalam ruangan kerjanya setelah selesai sarapan tadi. Mungkin ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesai kan. Sebelum mereka pergi kerumah sepupu Opa Rayen.


" Zello berhenti membuat ulah!!! ". Bariton suara Mark menggelegar ketika layar laptopnya tiba tiba gelap dan tak bisa di akses sama sekali.


Tentu saja itu virus varian baru Zello yang mulai ia luncurkan. Dan yang pertama sekali ia jadi bahan percobaan adalah perusahaan Daddy nya sendiri. Bahkan kini laptop Mark sudah menjadi sasaran putranya itu.


"Come on Daddy, hanya satu menit saja!!! ". Jawab Zello dengan santainya. Dan ia juga masih mengotak atik tablet nya tanpa ingin melihat wajah Daddy nya yang sudah merah padam menahan kekesalannya.


Mark bahkan sudah berdiri di depan pintu ruangan kerjanya. Sedangkan Zello masih dengan gaya santainya duduk di sofa empuk yang ada di dekat tangga. Dan anak itu masih tetap fokus dengan layar tablet nya.


" Zello, jangan membuat Daddy mu naik darah!!. Kau lihat lama lama Daddy mu akan cepat tua". Seru Naura malah mengejek suaminya sambil menuruni anak tangga menggendong baby Cici yang saat ini ikut menatap wajah cantik Mommy nya.


Andes dan juga Zein hanya jadi penonton dan pendengar setia. Tak ada niatan sedikitpun untuk ikut campur urusan Daddy nya bersama Zello. Karena Zein juga sudah kapok mengikuti jejak sang kakak.

__ADS_1


"Yes Mom". Mark kembali menghela nafasnya pelan saat lagi lagi Zello malah langsung manut begitu saja. Saat Istrinya sudah angkat bicara dengan ledekan kecil nya untuk dirinya .


" Kau memang putra Mommy sayang". Puji Naura dengan bangganya.


"Putraku juga sayang". Protes Mark cepat membuat Naura malah terkekeh.


Naura berjalan menghampiri suaminya dan malah menyerahkan baby Cici begitu saja. " Pegang anakmu ini!!!. Aku mandi sebentar ". Ucap Naura tanpa mau mendengar ucapan suaminya lebih dulu.


" Sayang, pekerjaan ku belum selesai ". Teriak Mark saat istrinya sudah kembali melangkah pergi dan kembali menaiki anak tangga.


Helaan nafas Mark terdengar begitu berat. Padahal disana juga ada babysitter tapi Cici tidak akan betah bersama pengasuhnya. Ia akan menangis kejer kejer jika tidak melihat Mommy nya di dekatnya.


Dan hanya bersama Mark sang Daddy. Cici bisa betah seharian meskipun tidak ada sang Mommy.


"Dad, biar Cici aku yang jagain!. Agar Daddy bisa melanjutkan pekerjaan Daddy". Seru Andes yang notabene nya adalah anak yang jarang sekali bicara jika tidak di tanya. Hari ini malah ia punya inisiatif untuk mengasuh baby Cici.

__ADS_1


" Bayi itu sangat sensitif. Dia tidak akan mau dengan orang yang belum ia kenal". Jawab Zello jujur yang memang sudah sangat paham akan adiknya satu itu.


"Tidak ada salahnya mencoba bukan??? ". Andes sama sekali tak menyerah. Ia mulai bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Mark.


Dan anehnya baby Cici malah dengan mudahnya mau ikut bersama Andes. Ia bahkan tampak melengeh seakan ia memang mau di gendong oleh Andes.


Zello dan Mark pun tampak terkejut akan sikap baby Cici. Sedangkan Zein menarik sudut bibirnya bangga. Melihat Andes sudah bisa menggendong bayi dengan santai seperti itu. Mereka berdua saja masih takut karena adiknya juga sangat gemoy.


"Kalau capek kau bisa menidurkan nya di strolernya saja ndes!!! ". Ucap Mark tersenyum menatap wajah datar Andes. Membuat Andes pun menganggukkan kepalanya paham.


" Aku tidak paham dengan anak kecil". Guman Zello menggeleng kan kepalanya. Lalu kembali fokus pada tablet nya lagi.


"Zello jika kau menganggu kerjaan Daddy lagi. Maka Daddy akan menyita semua gedget dan komputer milikmu itu". Ancam Mark menatap putranya dengan tatapan tajamnya.


" Hem". Zello hanya menjawab dengan deheman jya saja.

__ADS_1


__ADS_2