
Kini Mark dan Al sedang duduk berhadapan di sebuah ruangan luas. Lebih tepatnya itu adalah ruang kerja Mark yang ada di mensionya sendiri. Tak lupa disana juga ada Sherly serta kaki tangan dan jangan lupakan Jacob serta anak anak Mark juga.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang??? ". Al mulai membuka suara setelah hampir sepuluh menit tidak ada satu orang pun yang berniat berbicara. Semuanya sibuk dengan pemikiran masing masing.
" Aku pikir itu bukanlah Tania yang asli Dad". Celetuk Zello yang saat ini langsung menjadi tatapan semua orang. Ia bahkan berbicara masih dengan tetap fokus pada layar laptopnya.
"Zello aku tahu otakku mu sangatlah jenius. Tapi tolong jangan buat Daddy bingung!! ". Zein ikut menimpali. Sedangkan Andes hanya diam dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.
" Zein lebih baik kau itu diam saja!!!. Ini mungkin bukan duniamu". Zello menatap tajam pada saudara kembarnya itu.
"Hei... Kenapa kalian berdua jadi bertengkar begitu???. Ayolah boy, come on. Ini bukan sedang main main". Sherly mulai melerai kedua keponakan nya itu.
" Aku rasa apa yang dikatakan Zello ada benarnya juga Dad". Akhirnya Andes buka suara. Dan kini giliran Andes yang menjadi tatapan semua orang. Sedangkan Zello menarik sudut bibirnya.
Zello sadar jika Andes memiliki pemikiran yang sama dengannya. Karena otak anak itu juga tak kalah cerdasnya dengan dirinya. Hanya Zein yang kadang suka lola dan lebih mengandalkan perasaan daripada logika nya. Itulah sebab nya, Zello dan Zein selalu tidak satu jalan pemikiran.
__ADS_1
Namun, dibalik semua itu Zello tidak pernah gagal menjadi seorang kakak yang baik. Ia selalu menjaga dan berusaha melindungi adiknya. Meskipun ia kadang juga kesal sendiri akan sikap Zein.
Mark masih diam. Ia juga sebenarnya berpikiran seperti itu juga. Namun, saat ini ia juga tidak bisa main tebak menebak saja. Karena bukan hanya keluarganya saja yang terancam tapi juga akan banyak orang yang akan kena imbasnya.
"Selesai". Seru Zello dengan senyum dibibirnya.
" Apa yang kau lakukan Zello??? ". Tanya Mark pada putranya.
Al langsung bangkit dari tempat duduknya. Dan kini mulai mendekati keponakannya itu. Mata Al dibuat melotot sempurna akan cara kerja sang keponakannya tersebut.
Namun, beberapa detik kemudian Mark malah menautkan kedua alisnya bingung. Begitu juga dengan Sherly. Membuat Jacob, Anggun dan Reza ikut bingung akan perubahan wajah kingnya.
"Ada apa king??? ". Tanya Jacob memberanikan diri untuk bertanya.
" Kapan terakhir Wilson datang ke LA??? ". Tanya Mark tiba tiba.
__ADS_1
" Sejak hari dimana kasus perceraian nya dengan Nyonya Arnita King. Dan setahu saya sejak hari itu juga sampai saat ini tuan Wilson tidak pernah lagi datang mengunjungi kota itu". Jacob yang sangat tahu akan perjalanan Satria karena semenjak sang asisten Satria mengundur kan diri. Sejak itulah Jacob merekomendasikan salah satu anggotanya untuk menggantikan posis erik untuk asisten pribadi Satria.
"Suruh anggota kita untuk mencari informasi tentang Erik mantan asisten Wilson sekarang juga!!! ".
" Aku juga bisa melakukan nya sendiri Dad. Tidak usah repot lagi menyuruh orang lain ". Belum juga Jacob menjawab Zello lebih dulu angkat bicara. Karena bagi Zello itu bukanlah hal sulit. Bahkan ia bisa melakukan apapun dengan sistem yang ia buat sendiri.
Senyum Al dan Sherly mengembang begitu juga dengan Mark. Saat baru tahu kemampuan Zello tidak bisa diragukan lagi. Bahkan saat ini Zello tengah kembali menggoyangkan jari jarinya di atas keyboard dengan sangat lincah.
"Apa ini orang yang Daddy cari??? ". Tanya Zello setelah ia berhasil menemukan nama yang sesuai dengan apa yang disebutkan oleh Daddy nya tadi.
Mark menarik sudut bibirnya ketika layar laptop Zello memperlihatkan wajah Erik lengkap dengan identitasnya. " God Son". Ucap Mark bangga. Namun Mark langsung kembali bingung saat nama Erik tidak sesuai dengan data yang ada pada saat ia menjadi asisten pribadi sepupunya.
"Tedy?? ". Guman Mark
" Tunggu!!! ".
__ADS_1