
Sherly menatap curiga pada suaminya. Saat melihat Al datang dari arah samping rumahnya. Karena saat ini Sherly sedang berdiri di depan balkon kamarnya. Ia juga tadi sempat menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Al. Saat suaminya itu mengendap endap lewat pintu belakang.
Kecurigaan Sherly sejak Al menerima telpon dari nomor yang tidak di kenal. Dan Al juga langsung izin keluar. Dengan alasan mengambil air minum. Tanpa Al sadari jika istrinya jauh lebih licik dari dirinya. Al mungkin lupa siapa Sherly dimasa lalunya.
Hingga Al tidak berpikir dua kali untuk membodohi seorang Sherly. Namun, Sherly hanya mengutus anak buahnya untuk membuntuti suaminya saja. Tanpa diminta ikut campur jika suaminya tidak sedang terancam.
Dan benar saja jika Al baru selesai menemui sahabat lamanya. Yang entah dari mana saja mereka datang. Dan tiba tiba saja ada di kawasan perumahan nya.
Ceklek...
Suara pintu kamar di buka dari luar. Sherly masih tetap tenang dengan mengelus perut buncitnya. Ia tak berniat sedikit pun untuk beranjak dari balkon kamar nya itu.
"Sayang, kenapa kau tak memakai hijabmu??? ". Al langsung menutupi rambut indah istrinya yang terurai akan terpaan angin menggunakan selendang yang ada di sisi ranjang.
__ADS_1
" Rumah kita cukup tinggi bang. Mana ada orang yang bisa melihat ku disini". Jawab Sherly masih dengan nada santainya. Ia ingin tahu apakah suaminya akan jujur atau tidak padanya.
"Tetap saja sayang. Tapi Allah melihat kita bukan??? ". Al memeluk tubuh itu dengan sangat erat. Sambil sesekali mendaratkan kecupan singkat nya pada leher istrinya.
" Ada yang ingin abang sampaikan padaku??? ".Tebak Sherly yang mulai sadar jika suaminya ingin menyampaikan sesuatu padanya.
" Abang barusan menemui Rendy dan Ardan". Sherly tersenyum mendengar penuturan suaminya. Lalu Sherly membalikkan tubuhnya. Hingga saat ini mereka berdua saling tatap satu sama lainnya.
"Lalu??? ".
"Mereka akan aman bang". Ucap Sherly santai membuat Al menautkan kedua alisnya bingung.
" Aman...??? ".Ulang Al lagi.
__ADS_1
Sherly mengangguk kan kepalanya sambil mengulas senyum tipis. Sherly melepaskan diri dari dekapan suaminya,Lalu melangkah masuk kedalam kamarnya. " Sekarang mereka mungkin sudah sampai di Markas King". Tutur Sherly sembari terus melangkah.
"Apa???". Al Langsung terkejut mendengar ungkapan kata dari istrinya. Apalagi saat mendengar kata markas. ". Bagaimana bisa sayang?. Kita kerumah Mark sekarang!!! ". Al panik bukan main. Ia tahu siapapun orang yang dibawa ke Markas Mark, maka orang itu kemungkinan besar tidak akan bisa keluar dengan selamat.
" Kenapa harus kaget dan panik begitu bang??? ". Sherly masih bersikap santai. Bahkan saat ini Sherly mulai membuka bajunya begitu saja. Karena ia juga masih memakai piyama tidurnya. Begitulah Sherly kalau berada di dalam kamarnya.
Jika diluar kamar ia akan berpenampilan seperti gaya wanita Arab. Sedangkan di dalam kamarnya ia akan seperti para wanita ala Barat. Al berusaha tenang saat melihat tubuh mulus nan seksi dari tubuh polos sang istrinya saat ini.
Bahkan hutan kecil dibawah sana sudah mulai melambai lambai memanggil burung yang selalu menjelma menjadi mentimun raksasa.
Al akhirnya goyah juga setelah tatapan istrinya berubah menjadi tatapan menggoda nya. Al mula mendekati istrinya yang saat ini tengah duduk di tepi ranjang dengan satu kaki yang di angkat dan ia letakkan di sisi ranjang nya. Perut buncit itu terlihat semakin seksi dengan pose Sherly saat ini.
Sherly menarik tekuk leher suaminya. Ketika Al sudah berdiri tepat di hadapan nya. Seketika otak Al tidak lagi terpikir akan nasib kedua juniornya itu. Melainkan tertuju pada tubuh polos sang istri saat ini.
__ADS_1
"Aku ingin". Bisik Sherly serak dengan suara menggoda nya.
TBC