
Al mengejar istrinya yang saat ini sudah jauh meninggalkan nya di pantai. Bahkan Sherly sudah tidak menoleh lagi padanya. Membuat Al hanya bisa menghela nafasnya kasar.
"Sial... Gara gara ingin membuat Reza sadar. Sekarang malah aku yang akan susah membujuk istriku sendiri". Guman Al menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu ia pun kembali melangkah untuk segera sampai di resort sebelum istrinya semakin kesal padanya.
Brak...
" Yang... Sayang, kok pintunya di kunci sih? ". Al merengek karena Sherly langsung menutup dan mengunci pintunya dari dalam saat melihat suaminya tampak sedikit berlari dari arah belakang. Untuk mengikutinya masuk kedalam kamar.
" Malam ini kamu tidur di luar aja bang!! ". Jawab Sherly penuh penekanan.
" Loh tidak bisa begitu yang. kenapa mesti tidur diluar kan kita kesini ingin babymoon. Masak aku tidur diluar sih??? ". Al melayangkan protesnya
Sherly malah tak menjawab sepatah kata pun lagi. Bahkan didalam kamar sudah tampak hening. Al yakin jika istrinya saat ini pasti sudah masuk kedalam kamar mandi.
Tapi jangan panggil Al jika dia tidak memiliki seribu akal dan cara untuk tetap bisa satu kamar dengan istrinya. Senyum Al mengembang sempurna saat idenya mulai datang.
__ADS_1
Pria itu langsung berbalik arah dan menuju arah balkon kamar nya. Tapi apa yang ia pikirkan salah. Ternyata istrinya sudah mengunci jendela kamar nya juga dengan rapat. Bahkan Tirai jendela pun sudah di tutup dengan sangat rapi. Jangan kan untuk masuk mengintip saja Al tidak bisa lagi.
"Susah memang kalau punya istri mantan seorang mafia. Aku pikir otakku sudah sangat cerdas tapi Sherly jauh lebih cerdik dariku". Al kembali menggaruk kepalanya.
" Huh... Nasib nasib". Al melangkah dengan gontai menuju arah masuk kedalam Resort kembali.
Ia menyesali kebodohan nya barusan. Yang berbicara tanpa berpikir panjang lagi. Niat hati ingin menggoda Tania dan Reza malah ia ikutan kena Imbasnya juga.
Al memutuskan untuk masuk kedalam kamar lain. Karena ia juga ingin membersihkan tubuhnya. Tapi saat ia sampai kedalam Tania sudah senyum senyum menyambut kedatangan tuan nya itu.
"Udara nya malam hari sangat dingin disini. Aduh kasian ya nasib jomblo seperti ku yang hanya bisa tidur dengan memeluk bantal guling saja". Tania berbicara sengaja sedikit keras karena ia sedang menyindir Al saat ini.
Tania hanya terkekeh pelan. Saat melihat Al sudah kembali masuk kedalam salah satu kamar yang bersebrangan dengan kamar istrinya.
"Tania... ".
__ADS_1
" Yes Miss S". Mendengar suara istrinya Al langsung kembali membuka pintu kamarnya dan berniat ingin kembali membujuk sang istri tapi Sherly malah langsung menatap kearah Tania.
"Tolong berikan handuk dan juga baju ganti untuk pria yang ada di kamar seberang itu ya!!. Dan bilang padanya juga selamat kesepian!!".
Ucapan Sherly nyaris membuat Tania ingin sekali ngakak saat itu juga. Tapi melihat tatapan Al yang seakan ingin membunuhnya saat itu juga. Membuat Tania hanya bisa membungkam bibirnya.
Sedangkan Sherly kembali masuk kedalam kamarnya setelah ia memberikan baju ganti dan juga handuk mandi serta selimut untuk suaminya.
Ceklek...
"Tania nanti kalau sudah, tolong bilang sama pelayan makan malamku di antar ke kamar saja!!! ".
" Baik miss S".
Al semakin lesu saat ia berniat ingin melangkah mendekati istrinya. Tapi pintu kamarnya kembali di tutup oleh Sherly.
__ADS_1
"Ini tuan semua barang dari miss S. Dan Miss S bilang...
" Aku sudah tahu". Potong Al cepat sebelum Tania kembali mengucapkan kata kata yang tadi di ucapkan oleh istrinya itu.