
Empat bulan kemudian...
Waktu terus berlalu bahkan kebahagiaan dan juga ketenangan mulai menyelimuti kehidupan Al dan Sherly. Begitupula dengan Mark dan Naura. Kini Sherly tinggal menunggu hari dimana ia akan melahirkan putranya.
Bahkan Sherly sudah tak di izinkan oleh Al untuk bekerja terlebih dahulu. Al juga sekarang belum ada tugas kembali keluar wilayah. Rutinitas nya hanya di kantor dan sesekali ke perusahaan.
Sedangakan Ardan dan juga Rendy. Harus terpaksa Al tutupi identitasnya. Karena mereka berdua masih masuk dalam daftar pencarian. Kesalahan yang mereka lakukan sudah melanggar hukum negara. Meskipun mereka melakukan semua itu tanpa sadar, Namun, hukum kemiliteran akan tetap berlaku.
Tak ingin melihat para sahabatnya mendapatkan kedisiplinan dari sang panglima TNI. Al akhirnya memutuskan untuk menerima saran Mark. Dan sekarang keduanya pun telah setuju untuk menjadi bagian dari anggota Mark. Bahkan, gaji mereka pun tiga kali lipat dari gajinya sewaktu menjadi seorang prajurit.
Sedangkan Arkan dan juga Arno. Mereka berdua ternyata di temukan tewas dengan sangat sadis. Dan semua itu terjadi masih bersangkutan dengan masalah yang selama ini Al dan Sherly alami. Kemungkinan besar dia junior Al itu sempat melawan. Hingga pada akhirnya mereka di habisi saat dalam perjalanan pulang ke kampungnya.
Hari ini, Sherly dan Al sedang berada di Bandara. Mami Lea dan juga Papa Rayen juga ada disana. Karena Mark dan Naura akan kembali menetap di Amerika dengan waktu yang tidak bisa di tentukan.
Meskipun Mark akan meninggalkan Jakarta. Dan kembali pada wilayah nya sendiri. Karena usahanya berawal dari Negara itu. Dengan berat hati Zein pun harus ikut kedua orang tuanya. Begitu juga dengan Andes dan Zello.
__ADS_1
"Boy, ingat jangan buat Mommy selalu naik darah akan kejeniusan kamu itu!!! ".
" Siap Uncle, Tapi Zello tidak janji". Jawab Zello dengan wajah datarnya. Membuat Al menggelengkan kepala nya.
Keponakan nya satu itu memang benar benar menguras emosi. Wajar saja jika Naura selalu panjang leher setiap harinya. Namun, Zein sejak tadi terlihat lesu bahkan tak bersemangat sedikit pun. Hal itu mengundang rasa penasaran Lea dan Sherly.
"Zein, kenapa kok diem aja sayang? ". Tanya Sherly mendekati keponakan nya yang saat ini memilih duduk di atas kopernya.
" Terang saja Zein lesu, Karena dia tidak akan pernah lagi bertemu suketi itu". Seru Zello yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Mommy nya.
" Kenapa kita harus pindah lagi Mom Dad??? . Zein sudah betah tinggal disini". Lagi lagi Zein menanyakan hal yang sama dengan kedua orang tuanya.
Naura mulai mendekati putranya. Sedangkan baby Cici selalu anteng dalam gendongan Daddy nya.
"Boy, dengarkan Mommy!!. Pekerjaan Daddy sudah menunggu disana. Karena sudah lama di tinggalkan. Lagipula apa kamu tega melihat Daddy bolak balik Amerika jakarta setiap seminggu sekali? ". Zein pun menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Naura tersenyum dan menangkup kedua pipi putranya. Membuat Zello jengah, saudara kembarnya itu memang sangat manja dan menyebalkan baginya. Tapi, ia juga tidak bisa membenci Zein apapun masalah nya. Karena Zein dan dirinya memiliki ikatan yang sangat kuat satu sama lainnya. Hanya saja sifat keduanya sangat bertolak belakang.
"Lagian Uncle Jacob dan juga Ounty Anggun sudah lama tidak bertemu putranya. Mereka juga merindukan anaknya sayang". Naura kembali memberikan pengertian untuk sang putra.
Naura tahu, jika Zein lebih betah tinggal di Jakarta di bandingkan luar Negeri Berbeda dengan Zello yang memang lebih menyukai suasana sepi dan juga tenang. Sebab, jika mereka kembali ke Amerika. Mension Mark memang terletak jauh dari tengah kota besar.
Hal itu sangat di sukai Zello. Putra Naura dan Mark satu itu lebih suka berteman dengan Alam bebas. Daripada dengan banyaknya orang. Bahkan tiap kali di ajak jalan ke Mall. Zello lebih sering menolak.
"Kalau Zein rindu dengan suasana di sini. Nanti Opa dan Oma akan jemput Zein. Dan Zein juga bisa kembali saat libur sekolah tiba! ". Lea ikut menyemangati sang cucu.
" Baiklah Oma. Zein akan sering sering datang ". Senyum Zein akhirnya terlihat kembali. Membuat Naura ikut senang.
" Kau Jalan kan saja sendiri pesawat nya !!. Jika kau mau sering sering kesini ". Ketus Zello yang memang mungkin hatinya tidak peka akan perasaan orang lain.
" Zello". Naura kembali menegur putranya itu. Tapi, Zello tetaplah Zello. Ia hanya mengangkat bahunya acuh dan kembali berpamitan pada keluarga besar Mommy nya.
__ADS_1
Al hanya bisa geleng geleng kepala saja. Ia juga pernah di omeli habis habisan oleh anak itu. Gara gara Al tak sengaja mengatakan jika Andes adalah anak hasil selingkuhan dari Mark Daddy nya.