Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Satu Bulan Kemudian


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian...


Setelah kejadian satu bulan yang lalu. Mark semakin memperketat keamanan mension nya. Ia tidak ingin kembali terjadi hal buruk dan sampai kecolongan lagi. Zein juga sudah benar benar pulih. Dan tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi tentang kondisinya.


Saat ini Baby Cici juga telah berusia 10 bulan lebih. Ia sudah mulai belajar jalan meskipun masih sengkoyoran. Andes juga selalu telaten untuk ngemong Cici. Dan sedangkan Zein, Ia mulai sedikit jerah untuk melakukan hal bodoh lagi. Zein sudah berpindah haluan, dengan mulai aktif di sosial media.


Anak laki laki itu malah semakin pandai dan lincah saja berpose di depan camera. Hingga semua gaya dan penampilan nya yang keren untuk anak seusianya. Menjadi trending topik di sosial media. Dan bahkan, Akun media sosial Zein sudah memiliki banyak pengikut. Sampai sampai ia mendapatkan tawaran job untuk fashion beberapa merk produk dengan brand terkenal.


Naura juga bahkan mendukung putranya. Meskipun awalnya Mark menolak keras akan hal itu. Namun, menurut Naura akan jauh lebih baik begitu daripada Zein kembali membuat ulah karena ia bosan tidak melakukan apapun saat di mension.


" Bagaimana dengan lukamu? ". Andes menghampiri Zello yang sedang berjemur dibawah sinar matahari di tepi kolam renang.

__ADS_1


" Lukaku tidak parah Ndes. Kenapa kau selalu saja membahasnya? ". Ketus Zello yang tidak pernah berubah sedikit pun akan sikap dingin dan Arrogant nya itu.


" Aku hanya khawatir saja jika kau berubah jadi zombie tiba tiba". Sahut Andes meledek Zello.


" Shitt... ". Zello lagi lagi mengupat kesal sembari mencebikkan bibirnya.


Kedua anak itu saat ini baru saja akan masuk SMP. Sedangkan Zello tetap memilih untuk homeschooling . Karena ia telah mempertimbangkan semuanya. Otak cerdasnya itu mungkin bisa melakukan apapun tanpa harus mengenyam pendidikan. Namun, Zello tetap tidak mau jumawa. Menurutnya skill nya adalah anugerah dan pendidikan tetap nomor satu baginya.


Andes pun ikut duduk di salah kursi di dekat Zello, Namun, bedanya Andes memilih duduk di tempat rindang. Sedangkan, Zello lebih menyukai sinar matahari. Bahkan ia malah membuka bajunya. Padahal jam saat ini menunjukkan pukul satu siang. Matahari saat ini tengah terik teriknya. Namun, tak membuat Zello kepanasan.


" Cici itu adikmu juga Zello". Jawab Andes dengan santainya. " Tapi, entah kenapa dia malah lebih dekat denganku? ". Andes kadang bahkan tak mengerti mengapa Cici malah lebih menyukai nya daripada dengan kedua abangnya sendiri.

__ADS_1


" Karena Cici itu sangat genit. Ia tahu mana calon masa depannya nanti". seloroh Zello membuat Andes menggeleng kan Kepala nya saja.


Dan ketika mereka berdua terlibat obrolan. Tiba tiba Zein datang menghampiri kedua abangnya. Sambil mengarahkan camera ponselnya dan entah berbicara sendiri.


Melihat itu Zello pun langsung bangkit dari tempatnya merebahkan diri. Dan Zello pun langsung beranjak pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Zello yang sama sekali tidak mau wajahnya terekspos oleh publik. Sudah memilih pergi dari sana. Ia sangat berbeda dengan Zein yang malah menyukai wajahnya di puja oleh banyak orang. Andes pun ikut beranjak pergi dari sana, Meninggal Zein sendiri yang sedang live di media sosialnya.


Zein mengupat dalam hatinya, ketika kedua abangnya malah pergi dari sana. Padahal, Zein sengaja ingin memperlihatkan saudaranya yang sama sama memiliki wajah tampan sepertinya.


"

__ADS_1


__ADS_2