
Sherly nampak kaget mendengar pernyataan dari sang dokter. Begitu pun dengan Al, karena ia juga bingung kenapa beberapa bagian tubuhnya sangat kaku. Bahkan ia tidak bisa mengeluarkan suaranya sama sekali.
Sherly berusaha untuk tetap tenang karena dalam keadaan begini. Al sangat membutuhkan dorongan semangat darinya. Sherly tidak mau kelihatan rapuh dan juga lemah didepan suaminya.
"Sayang, tidak papa!!. Setidaknya abang bisa sadar kembali. Aku yakin abang pasti akan cepat pulih seperti sebelumnya".Sherly tersenyum sambil menahan air matanya.
Al hanya mengedipkan matanya. Karena lidahnya keluh untuk mengatakan sesuatu. Sedangkan senyumnya masih terlihat sangat di paksakan.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan ku??? .Kenapa anggota tubuhku menjadi kaku seperti ini??? ".Al membatin karena ia tak mampu untuk berucap sepatah kata pun.
Sherly tak henti hentinya terus berupaya agar Al tidak terlalu memikirkan kondisinya saat ini. Sedangkan team dokter beserta Samuel hanya bisa menatap sendu. Dengan apa yang terjadi pada Al saat ini.
Mereka tahu racun itu sudah mulai bekerja. Dan hal itulah yang membuat Al seperti mati rasa di sebagian tubuhnya.
Namun, Samuel tidak bisa mengatakan nya pada Sherly maupun Al. Saat ini hanya Mark lah andalan mereka. Sebab, hanya Mark yang bisa mencari penawar racun itu.
"Abang mau coba menyentuhnya???. Dia sangat merindukan Ayahnya".Ucap Sherly sambil melirik arah perutnya yang mulai buncit itu.
__ADS_1
Al tersenyum sambil berusaha mengangkat tangannya. Sherly pun dengan pelan ikut memegangi tangan suaminya. Mengarahkan nya pada perutnya. Senyum Al kembali terbit tapi ia tidak bisa berkomentar apapun.
Apalagi ketika ia sedikit merasakan tendangan dari dalam perut istrinya. "Hai sayang, maafkan Ayah yang baru bisa menyapamu!!!. Ayah janji kondisi Ayah akan secepatnya pulih. Dan Ayah juga janji akan selalu ada buat Bunda dan juga kamu sayang".
Al berguman sambil terus tersenyum bahagia. Ia begitu senang akhirnya bisa menyentuh dan menyapa calon anaknya. Yang kini masih di dalam kandungan istrinya.
Al sadar jika saat ini kondisi nya sedang tidak baik baik saja. Apalagi ketika Al melihat raut wajah Samuel yang nampak berbeda dari biasanya. Tapi, apapun itu Al akan tetap berusaha sekuat tenaga untuk tetap pulih demi istri dan buah hatinya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Mark melangkah di ikuti oleh Jacob dan Reza. Sampai di Koridor rumah sakit Mark melihat empat pria yang satu team dengan Al. Nampak mondar mandir di sana. Seperti ragu untuk melangkah.
"Apa yang kalian lakukan disini??? ".Pertanyaan Mark membuat ke empat pria itu langsung menoleh. Dan kini menatap Mark dan Jacob secara bergantian.
"Apa kalian ingin mengunjungi Al??? ".Tanya Mark dengan suara datarnya.
" Iya king".Jawab Rendi cepat. Bahkan ia juga menyematkan panggilan king pada Mark. Membuat ketiga temannya langsung menatap dengan mata melotot tak percaya.
__ADS_1
"Kenapa loe ikut ikutan manggil king segala sih bro??? ".Bisik Arkan sambil tersenyum kaku pada Mark dan Jacob.
" Lah apa salahnya??.. Bukankah mereka juga manggilnya dengan sebutan king?. Gue juga bingung harus panggil apaan ".Jawab Rendi jujur. Karena mereka juga sampai sekarang belum tahu siapa nama kedua Pria yang ada di hadapan mereka saat ini.
Apa hubungannya dengan Al saja. Mereka masih bingung. Tapi yang jelas mereka berempat bisa melihat dan menilai. Jika keduanya sangat berhubungan erat satu sama lainnya.
Meskipun wajah Mark identik dengan wajah bule nya. Dan sedikit seram bagi mereka karena aura Mark tak bisa di ragukan lagi. Begitu pun dengan sang asisten nya itu.
"Kalian boleh mengunjungi Al malam ini. Tapi tidak bisa lama. Karena Al akan menjalani pengobatan nya. Kalian bisa kembali lagi besok pagi!!! ".Ucap Mark kembali.
" Ah, iya tidak papa king. Sebentar saja kami juga sudah sangat senang sekali ".Jawab Rendi lagi sambil tersenyum selengehan.
Yang langsung ditanggapi gelengan kepala oleh Mark. Lalu mereka pun mengikuti langkah Mark menuju ruangan rawat Al.
Karena sejak kejadian itu keempat prajurit itu belum sempat membesuk Al. Karena mereka di suruh untuk menjadi saksi mata untuk mengadali senior mereka dan juga prajurit lain yang ikut terlibat di dalamnya .
TBC
__ADS_1