
"Aku bisa saja mengampuni mu dan membiarkan dirimu tetap hidup". Mark berucap dengan tatapan dinginnya. Menatap sosok wanita yang selama ini menjadi dalang semua akar permasalahan yang menimpa keluarga nya termasuk keluarga mertuanya.
" Tapi, dengan satu syarat".Sambungnya lagi tetap menatap nyalang seorang wanita berwajah khas orang Eropa tersebut. Dengan rambut pendek yang selalu ia bungkus dengan topi serta wajah yang ia sembunyikan dibalik topeng dan maskernya.
Wanita itu pun hanya diam tak berniat untuk menjawab satu kata pun. semua rencana dan juga usahanya selama ini terbuang sia sia. Tak ada harapan apapun baginya. Cintanya benar benar telah sirna. Karena ia hanya mencintai sebelah pihak.
Hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk menghancurkan apapun yang ia anggap menghalangi dirinya untuk mendapatkan cintanya yang kini telah menjadi milik orang lain.
Cinta memang sering membutakan mata hati manusia. Bahkan nalar kadang tak berguna lagi ketika ambisi demi mengejar sebuah cinta terus menekan hati dan pikiran untuk mendapatkan nya. Tanpa melihat mana yang baik dan buruknya jalan yang akan di ambil.
Saat ini wanita yang bernama Rahel itu sudah tidak memikirkan dirinya lagi. Ia sudah pasrah dengan keadaan. Bahkan saat Mark ingin membunuh nya pun ia sudah tidak perduli lagi. Karena hidup baginya tidak berguna juga. Jiwanya sudah kosong dan hampa. Sebab, impian dan juga masa depan nya sudah sirna.
__ADS_1
Ia sudah banyak mengorbankan banyak orang demi ambisinya selama ini. Ia rela pergi meninggalkan negaranya sendiri. Dan ia pun menentang keluarganya hanya demi mendapatkan kembali cintanya. Tapi semuanya sudah sia sia.
"Lakukan apapun yang ingin kalian lakukan!!!. Aku sudah tidak perduli ".Ucapnya dengan tatapan mata yang kosong.
Mark hanya menarik sudut bibirnya. Ia sebenarnya masih mempunyai belas kasih saat ini.Karena orang tua Rahel juga pernah berada di pihaknya selama ini. Tapi, Mark tidak tahu jika Ayah dari Rahel telah tiada . Mark sedikit banyak mengenal bagaimana orang tua Rahel.
Oleh sebab itulah Mark masih berpikir. Dan masih menghargai Rahel karena mengingat orang tuanya. Jika tidak, mungkin sudah daritadi Mark membinasakan manusia seperti Rahel.
Mark tahu wanita seperti Rahel sebenarnya adalah orang yang baik. Dirinya hanya butuh bimbingan dan juga support serta nasehat dari orang orang terdekatnya. Meskipun begitu banyak korban jiwa dan banyak jabatan orang hancur karena ulahnya. Itu semua semata hanya keegoisan serta ambisi yang salah.
"Apa yang harus kita lakukan king??? ".Tanya Jacob dengan sedikit berbisik.
__ADS_1
Mark menggerakan tangannya memberi kode pada Jacob. Membuat Jacob paham. Dan langsung menganggukkan kepalanya. Lalu beranjak pergi keluar meninggal kan ruangan dimana Mark dan juga Rahel berada.
" Kau tahu, jika apa yang kau program dan juga kau tanam di dalam otakmu itu tidak segera di keluarkan . Maka nyawamu akan terancam ".Ucap Mark mulai mengingatkan wanita itu.
Rahel malah tersenyum miris. Hidupnya benar benar tak berguna lagi. Jadi, ia sekarang sudah tidak mengkhawatirkan lagi keadaan nya sama sekali.
" Kau pikir aku perduli??? ". Rahel malah menantang Mark dengan beraninya.
" Cih... Aku sebenarnya tidak perduli juga mau dirimu mati ataupun tidak. Karena aku juga sudah sangat muak pada mu. Tapi, yang ak khawatir kan saat ini adalah Bara bukan dirimu ". Sinis Mark
" Jika kau mati maka Bara pun akan jadi yatim piatu karena ulahmu kembali. Kau bahkan tak hanya membinasakan dirimu sendiri tapi juga saudara mu yang tak tahu apa apa. Karena keegoisan mu itu juga kau tega memprogram otak saudara mu dan memaksanya untuk mengikuti jalan sesat mu itu" . Sentak Mark dengan sinisnya.
__ADS_1
"Kalian ternyata sudah berhasil mempelajari chip yang aku ciptakan itu". Tawa Rahel langsung pecah. Ia hampir melupakan dengan siapa ia berhadapan saat ini. Karena tidak akan sulit bagi Mark untuk memecahkan masalah, sebab orang orangnya adalah anggota yang terlatih dan juga ahli disetiap bidang masing masing.