Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Ledekan Al


__ADS_3

Sesuai janji Al kemarin sore. Jika hari ini keduanya akan terbang ke pulau dewata Bali. Dimana pagi pagi sekali keduanya sudah bersiap siap dan sudah pada rapi.


Al ingin mewujudkan keinginan istrinya untuk babymoon. Menghabiskan waktu berdua sebelum sang baby lahir nanti. Al juga memakai jet pribadi keluarganya. Karena ia ingin terbang dengan nyaman bersama sang istri tercintanya. Tanpa hiruk priuk apapun saat ini.


Jika menggunakan Jet pribadi maka mereka juga akan bebas melakukan apapun tanpa ada yang ingin melarangnya. Dan jauh lebih leluasa tentunya. Jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Al dan Sherly sudah berada di Bandara. Dan akan segera take out beberapa menit lagi.


Selama seminggu kedepan mereka akan berada di pulau dewata. Bahkan Sherly juga sudah mengambil cuti kembali. Sedangkan Al waktu cutinya tinggal satu bulan lagi sebelum ia kembali bekerja. Namun, meskipun waktu cutinya habis, Al belum akan di tugaskan ke luar dahulu. Sebab kondisi nya masih belum memungkinkan untuk tugas keluar daerah ataupun luar Negeri kembali.


Al tak pernah melepaskan tautan tangannya pada tangan istrinya. Sejak ia keluar dari mobil tadi dan saat ini akan naik ke jet pribadinya. Tania dan Reza juga saat ini ikut dengan mereka berdua. Atas dasar perintah king nya tentunya.


"Miss S sekarang bisa bucin juga ya". Bisik Reza sambil terkekeh pelan membuat Tania ikut mengulum senyum nya.

__ADS_1


" Kau saja sampai sekarang belum menemukan pasangan. Dasar perjaka tua". Tania malah mencibir Reza membuat pria itu langsung menatap Tania dengan sorot mata tajamnya.


"Hei, kau itu juga perawan tua. Wajahmu saja yang menipu seperti anak SMP. Tapi usiamu tetap jalan". Balas Reza yang sedikit kesal karena di sebut perjaka tua.


" Setidaknya aku bisa mendapatkan berondong dengan wajah palsuku ini. Sedangakan kau, Jangankan anak ABG. Janda saja tidak mau denganmu".


Keduanya saling cibir satu sama lainnya. Sampai mereka naik kedalam jet pribadi itu. Membuat Al dan Sherly hanya menggeleng kan kepalanya saja. Akan aksi dan tingkah keduanya itu. Yang sama sama tidak ada yang mau mengalah sedikitpun juga.


"Hei... Kalian berdua ini seperti Monyet dan Kera saja. Hati hati ntar jodoh loh". Seloroh Al menatap Tania dan Reza secara bergantian.


" Monyet dan kera itu satu spesies tuan". Sahut Reza protes.

__ADS_1


"Iya, makanya itu. Kalian sudah tahu satu spesies tapi masih saja tidak ada yang mau ngalah. Ujung ujungnya bucin juga baru tahu rasa ". Al langsung terkekeh membayangkan kedua manusia itu jika sampai menikah dan menjadi pasangan suami istri. Akan seperti apa rumah tangga nya nanti kalau tiap saat selalu cekcok dan adu mulut seperti itu.


" Idih amit amit jodoh sama siluman purba seperti dia". Tania bergidik ngeri menatap wajah Reza yang saat ini juga sedang menatapnya kesal.


"emang kau pikir aku juga sudi". Sinis Reza ketus. " Masih banyak wanita lain yang jauh lebih anggun dan lemah lembut di luar sana dibandingkan dirimu". Sambung Reza lagi tersenyum mengejek.


"Cih... Kau pikir hanya kau saja yang tampan didunia ini. Masih banyak juga kali yang jauh lebih maco dibandingkan dirimu". Balas Tania lagi.


" Ciye... Ciyeee.... Yang secara tidak langsung sudah memuji jodohnya". Ledek Al menimpali . Sherly pun hanya mengulum senyumnya melihat wajah kesal kedua orang itu akan suaminya. . Jangan kan Tania dan Reza. Dia sebagai istrinya pun kerap kali kesal karena kejahilan seorang Al.


Tapi disitulah Sherly kadang juga merasa terhibur karena Al selalu bisa juga membuat mood nya bagus. Dan kembali semangat, karena saat jauh darinya begitu terasa bagi Sherly . Jika hidupnya hampa jauh dari suami mesum, cabul dan konyol itu.

__ADS_1


__ADS_2