
Zeera mulai turun tangan membantu Umi nya dan pelajar SMA itu yang tadinya tampak sedikit kewalahan. Sekarang ia pun kembali fokus dan mulai menumbangkan satu persatu para preman tersebut.
Zeera pun tak kalah hebatnya. badannya boleh paling kecil tapi, Ia juga tak sungkan untuk melumpuhkan para pria bertubuh kekar. Yang penampilan nya seperti preman pasar tersebut hanya dengan hitungan detik saja.
Bug... Bug... Bug...
Zeera menendang dan memukul tekuk leher sang preman dengan tanganya khas para abg. Sesekali sang pelajar SMA itu melirik kearah Zeera. Dan ia juga tampak terpukau saat melihat para wanita berhijab itu dengan mudah melumpuhkan para preman bayaran yang sengaja di perintah untuk mencegahnya di jalan sepi seperti ini.
" Huh... Dasar preman gak ada akhlak, Pergi sono!!. Sebelum gue sleding lagi". Seru Zeera mengejek para preman itu yang mulia kocar kacir lari dengan sepeda motornya.
" Badan aja gede, tapi lentur". Ejek Zeera lagi dengan nada ejekan. Membuat Umi nya hanya menggeleng kan kepalanya saja dan langsung menghampiri anak muda itu yang terlihat sedang memegangi perutnya.
" Astaghfirullah, kamu terluka nak? ". Seru Sherly begitu ia melihat bagian perut sang pelajar tampak mengeluarkan darah. Dimana seragam sekolahnya dan juga hoodie yang ia pakai telah robek bekas pisau tajam.
" Umi, bawa aja kerumah sakit!. Ntar anak orang mati di jalan gimana? ". Zeera berteriak namun enggan untuk mendekat. Membuat Sherly langsung melotot kearah putri bungsunya.
Putri bungsu Sherly dan Al itu memang sangat aneh dan konyol. Ia malah sudah membuka pintu mobilnya. Untuk menyuruh Umi nya membawa pelajar yang masih memakai helm nya itu untuk segera masuk.
" Ayo nak!. Umi antar kerumah sakit, gak jauh kok dari sini". Sherly mencoba membujuk anak laki laki itu. Dan ia pun sepertinya tampak ragu untuk meninggalkan motornya.
__ADS_1
" Zeera... ". Sherly kembali memanggil putrinya yang masih berdiri di samping pintu mobil Umi nya.
" Iya Umi, Udah Zeera bukain pintunya". Sahut Zeera dari depan sana.
Sherly pun membantu pelajar itu untuk masuk kedalam mobilny. Sebelumnya anak remaja itu pun sempat membuka helm nya. Membuat Zeera melotot tak percaya.
" Kamu... ". Seru Zeera dengan mulut menganga. Karena baru sadar jika dia dan Umi nya menolong pria menyebalkan baginya. Yang tadi sempat adu mulut karena ia tak sengaja menyenggol bahunya. Ketika ia akan masuk kedalam supermarket.
" Ada apa girl? _. Tanya Sherly sedikit heran.
" Ah, ternyata sedang menolong orang yang salah".Guman Zeera terlihat ketus. Menatap sang pria remaja yang hanya memasang wajah datarnya saja, Nyaris tanpa ekspresi.
" Zeera... Umi tidak pernah mengajar kan kamu bicara tidak sopan, Apalagi sama orang yang lebih tua dari kamu sayang". Sheryl langsung menegur putrinya.
" Sorry Umi !! _. Zeera langsung menundukkan kepalanya. Namun, ia masih sempat menatap tajam kearah pelajar itu. Sedangkan sang pria masih saja diam tanpa ekspresi nya. Sambil menahan perih dan sakit di bagian perutnya yang terluka.
" Nak mana kunci motornya? ". Sherly bertanya pada pria remaja itu. " Biar motornya dibawa anak saya saja ya!".
" What?. Siapa yang akan bawa Umi? ". Tanya Zeera langsung protes.
__ADS_1
" Memangnya siapa lagi anak Umi disini?. Kalau bukan kamu?. Kan kakak kamu tidak ikut kita tadi". Mendengar jawaban Umi nya Zeera kembali melotot tajam pada anak SMA yang ada di dalam mobilnya itu.
Dan langsung meraih kunci motor dari tangan Umi nya. Ia juga merampas helm dari samping sang pria yang tidak ia ketahui namanya itu.
" Maaf tante, Apa dia bisa bawa motor? ". Sang pelajar mulai tak yakin. Karena ia memakai motor besar yang sudah ia modifikasi.
" Jangankan motor, kamu aja masih sanggup aku bawa". Seru Zeera yang masih mendengar kata kata sang pelajar itu.
" Lagian siapa juga yang mau bawa motor. Yang ada itu motornya di kendarai bukan dibawa". Gerutu Zeera masih saja kesal.
" Sudah jangan di ambil hati ya omongan anak Umi! . Dia memang ceplas ceplos tapi hatinya baik kok". Ucap Sherly saat sudah masuk kedalam mobilnya. Menjelaskan pada anak itu agar tidak salah paham akan ucapan Zeera.
Meskipun Sherly saja bingung, Akan sikap putrinya. Yang tiba tiba saja jutek seperti itu pada orang yang baru ia kenal. Bahkan, mereka juga belum sempat berkenalan sama sekali.
Bremm... Bremm... Bremm...
" Zeera jangan ngebut ngebut!!! ". Teriak Sherly menurunkan kaca mobilnya. Saat putri bungsunya mulai ingin ugal ugalan di jalan raya. Tapi, Zeera hanya membunyikan klason motor nya saja.
Sherly juga tidak akan mau menyuruh Zeera membawa motor. Kalau keadaan nya tidak seperti ini. Selain usia Zeera yang belum waktunya membawa kendaraan roda dua ataupun empat di jalan raya. Sherly juga mau putrinya malah jadi preman.
__ADS_1
" Unik". Batin remaja SMA itu menarik sudut bibirnya.