
Tak hanya sampai disitu saja. Mark oun tidak akan mau hanya memakai satu arah gerakan saja. Ia memutar kembali tubuh istrinya. Dan kini mendudukkan Naura pada pangkuannya kembali.
Akhirnya Permainan pun kembali berlangsung cukup lama dan cukup sengit. Jika orang mandi untuk membersihkan keringat. Tapi berbeda dengan Mark dan Naura. Mereka malah mandi dengan mengeluarkan keringat.
Tubuh Naura melengkung sempurna bak busur panah. Ketika ia sudah mencapai puncak pertamanya. Membuat Mark lebih leluasa mendaratkan kecupan gelinya pada bukit sintal kembar itu. Menggigit nya pelan, hingga menciptakan warna kontras dari kulit Naura.
Stempel kepemilikan yang selalu Mark buat saat adu gulat nikmat bersama istrinya. Dan meskipun Naura sudah pengeluaran awal. Tak membuat siti lelah. Imron pun terus mengaduk aduknya. Jadi tak heran jika Siti selalu terpancing akan adukan menggiurkan Imron.
Dan entah berapa lama mereka mengulangi permainan sengit itu. Hingga pada akhirnya Mark pun ikut mencapai puncaknya. Yang untuk kedua kalinya. Bahkan mereka berdua sampai pindah ke bawah shower. Hanya untuk mendapatkan sensasi berbeda.
Keduanya keluar dari kamar mandi. Setelah hampir satu jam lebih berada disana. Naura pun nampak tersenyum dalam gendongan suaminya. Hingga Mark membawa Naura masuk kedalam ruangan walk in closet.
"Jangan mulai lagi sayang!!! ".Sentak Mark ketika Naura bukannya langsung salin. Ia malah duduk di atas lemari asesoris dengan kedua paha mulusnya yang sengaja ia lebarkan. Hingga Siti bisa terlihat jelas oleh Mark.
Tak hanya itu Naura juga dengan ekspresi menggoda nya. Mulai memainkan kedua asset kembarnya. Dengan tatapan Naura yang tidak lepas dari wajah suaminya.
Mark terus memperhatikan istrinya yang sangat nakal itu. Dengan Imron yang kembali berkedut. "Sayang, berhentilah!!!. Sebelum aku kembali melahap mu".Mark memberi peringatan pada istrinya.
Tapi Naura tetap lah Naura. Semakin di beri ancama n. Wanita itu akan semakin gila saja. Dan apa yang dilakukan Naura saat ini. Malah semakin membuat Mark mengupat kasar.
__ADS_1
Bagaimana tidak jika Naura sudah turun dari lemari Aksesoris nya. Tapi ia malah berdiri sedikit berjongkok dengan membelakangi suaminya. Dan jangan lupakan juga kedua kaki jenjangnya yang ia lebarkan dengan santainya.
" Oh Shittt".Upat Mark sambil melempar kembali baju kaosnya. Ia berjalan cepat menghampiri istrinya yang sangat konyol itu.
Naura benar benar sangat ahli dalam memancing hasrat suaminya. Dan beberapa detik kemudian Mark pun sudah menancapkan kembali Imron memasuki Siti dari arah belakang.
******* dan erangan tak dapat terelakkan lagi. Karena mereka berdua sudah memulai nya kembali.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Ketika Mark dan Naura sibuk perang perselangkangan. Di tempat lain, tepatnya di kediaman rumah Lea dan Rayen saat ini.
Al baru saja tiba dan sudah turun dari mobilnya. Bersama sang istri tercinta. Kedatangan keduanya tentu disambut hangat oleh Mami Lea.
" Waalaikumsalam. Kalian udah pulang ".Mami Lea langsung menghampiri menantu dan putranya. Gadis kecil cantik itu pun ikut menghampiri keduanya.
Tapi Sherly nampak bingung melihat nya. Karena ia sama sekali belum pernah melihat gadis kecil itu sebelumnya.
" Uncle Al, sudah menikah??? ".Mayra langsung berlari kearah Al. Dan melingkarkan tangan kecilnya pada pinggang Al. Bahkan Mayra nampak mendongak kan kepalanya. Untuk bisa menatap wajah Al.
__ADS_1
" Iya dong sayang. Kamu saja yang tidak hadir di pernikahan Uncle ".Al pun sedikit berjongkok untuk mencubit gemas hidung gadis cantik itu.
" Itu karena Papa dan Mama sering pergi keluar kota Uncle. Bahkan Mama jarang pulang kerumah".Mayra sedikit mengadu pada Uncle nya.
Ucapan Mayra membuat Lea mengerutkan keningnya. Begitu juga dengan Al. Tapi Sherly hanya menatap bingung saja.
"Anaknya kak Jery Baby".Ucap Al lirih memberitahu siapa Mayra pada istrinya.
Lea pun langsung berjongkok dan menyentuh bahu cucunya. Membalikkan tubuh kecil itu untuk menatap nya. " Kenapa Mama sering tidak pulang kerumah sayang??? ".Tanya Lea penuh selidik.
Lea benar benar tidak bisa menunda lagi. Ia begitu penasaran dengan sikap Jery. Ketika membawa Mayra kerumah nya. Bahkan Jery terlihat kusut dan tidak terurus. Tidak seperti biasanya. Lea dan Rayen memang akhir akhir ini jarang kerumah Jery. Begitu pun dengan Jery dan Manda. Mereka berdua sama sama di sibukkan oleh rutinitas nya masing masing.
"Mama dan Papa sering bertengkar Oma".Mayra nampak berkata dengan jujur.
Lea pun nampak tersenyum tipis pada cucunya itu. Al juga ikut berjongkok agar bisa sejajar dengan Mayra. " Sayang, Papa dan Mama pasti akan kembali akur. Mereka hanya salah paham saja. Jadi, jangan terlalu dipikirkan ya!!!. Nanti Biar Uncle, Oma dan juga Opa yang akan menegur Papa dan Mama ".Al bicara sangat hati hati. Ia takut mental Mayra terganggu karena sikap kedua orang tuanya.
Sherly yang memang ahli dalam bidang itu. Nampak sedikit sendu melihat Mayra. Ia bisa melihat dengan jelas jika Mayra sedang menahan kesedihannya.
" Tapi Mama bilang akan bercerai dengan Papa".
__ADS_1
Deg....
TBC