
Mark bukannya langsung masuk kedalam kamar mandi, Ia malah menghampiri istrinya yang memang selalu berpakaian tipis saat di dalam kamarnya. Lebih tepatnya Naura selalu memakai lingerie yang bermodel kimono itu.
" Apa kau sudah mulai tergoda sayang??? ". Tanya Mark dengan jahilnya. Mark juga sembari mengusap pelan bibir merah delima itu dengan ibu jarinya.
Naura hanya diam saat ibu jari mark terus turun dan mulai menyibak dua gundukan padat dan berisi itu. " Vian... ". Suara Naura tertahan karena ia menggigit bibir bawahnya ketika Mark malah memainkan pucuk bukit dengan memutarnya perlahan. Menciptakan gelennyar geli tapi nikmat secara bersamaan.
" Mau main sekarang??? ". Mark masih saja bertanya. Padahal ia pun sudah melihat tatapan Naura yang sedang menahan sesuatu akan ulahnya itu.
Naura hanya diam, Membuat Mark paham dan mulai memindahkan Cici di dalam box nya. Setelah itu Mark tak akan membuang waktunya lagi. Pria empat anak itu kini sudah menyambar dan menyesap benda kenyal merah delima istrinya. Memagutnya dengan sangat rakus dan menuntut. Seakan ia tidak ingin melepaskan nya lagi.
Satu tangan Mark ia gunakan untuk menjelajahi siti di bawah sana. Membuat Siti mulai lembab dan basah. Naura memang selalu tidak bisa untuk menahannya lebih lama lagi. Apalagi gerakan jari Mark yang kian menari nari menggelitik di dalam sana.
__ADS_1
" Emmmmppp".
Naura melenguh ketika Mark semakin mempercepat kan gerakan jarinya di dalam siti. Hingga menimbulkan bunyi yang menjadi saksi jika siti sudah banjir tak karu karuan.
" Akh... ".
Naura langsung mende-sah ketika ia sudah basah tak terelakkan lagi. Hingga Mark menyeringai licik. Sensasi seperti inilah yang membuat Mark kalab tingkat akhirat. Apalagi si Imron sudah sangat bengkak di dalam sarang nya.
" Mau langsung di masukan atau...
Dan Mark pun hanya menurut. Karena ia juga sudah tidak tahan lagi. Apalagi suara istrinya yang selalu menggoda terdengar di telinga nya. Pada akhirnya malam ini pertempuran Siti dan Imron kembali membabi buta. Namun, Sesekali Mark ikut membungkam mulut istrinya saat Naura tak bisa mengontrol suaranya.
__ADS_1
Mark tidak ingin putrinya bangun dan malah menonton pertunjukan wayang orang yang sedang bergoyang panas itu. Bisa bisa mata Cici ternodai akan pertempuran sengit antara Siti dan Imron.
" Akhh.... Sayang. Lebih cepat lagi!!! ".
Naura terus meracau tak menentu. Bahkan kini peluh dan keringat sudah saling membasahi tubuh masing masing. Hawa kamar yang tadinya sejuk kini AC pun tampak tak berguna sedikitpun. Manakala penghuni kamar malah membuat ranjangnya bergoyang terus menerus.
Mark semakin menekan Imron sampai menyentuh permukaan rahim Istrinya. Dan itu tentunya akan semakin membuat Naura menggila. Pukulan Imron memang tak ada duanya. Sejak dulu hingga sekarang Imron dan Siti selalu saja klop satu sama lainnya.
" Oh Akkhh... Akhh... ".
Erangan panjang Mark mulai menandakan jika Imron akan menyemburkan lahar panasnya di dalam Siti. Dan benar saja sensasi hangat mulai menyentuh sampai ke dalam sana. . Andai saja rahim Naura tidak rusak. Mungkin Naura akan kembali mengandung kecebong Mark lagi.
__ADS_1
Tapi, mungkin rezeki anak mereka sudah cukup sampai disana saja. Bahkan kini putra mereka bertambah satu yaitu Andes. Kasih sayang Naura dan Mark tak pernah berbeda. Semua anak anaknya di perlakukan sama. Dan sangat adil satu sama lainnya.
Mark mengecup kening dan bibit istrinya. Setelah mereka sama sama puas dalam ronde awalnya. Yang mungkin ini baru sebatas pemanasan saja. Karena Mark mana bisa hanya satu kali saja. Ia akan nambah jika melihat istrinya masih sanggup untuk melayani nya. Atau kadang ia malah lebih senang menyiksa Naura sampai Naura benar benar lemah tak berdaya.