Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Belum Di Bikin Lelah


__ADS_3

Suasana malam begitu sunyi saat semua orang sudah terlelap dalam tidurnya. Dan telah memasuki alam mimpi masing masing. Hanya mark dan Zello putranya saja yang belum terlelap. Ketika Mark sedang memeriksa beberapa file perusahaan. Zello pun sedang memeriksa penemuan penemuan barunya.


Andes mulai mengerjapkan matanya, Karena ia masih menatap cahaya lebih terang dari lampu tidurnya. Sebab, akhir akhir ini Zello dan Andes sering tidur bersama. Dan entahlah apa yang mereka bahas.


" Apa masih belum selesai juga?". Andes mulai bangun dan duduk di sisi ranjang nya. Menatap kearah Zello yang masih fokus pada layar laptop canggih nya itu.


" Kenapa kau bangun?. Apa aku mengganggu istirahat mu? ". Zello bisa bersikap sedikit lembut pada Andes. Namun, selalu ketus pada Zein karena Zein selalu membantahnya. Dan tidak mau mendengar semua nasehat darinya.


Andes malah beranjak dari ranjang nya. Dan menghampiri Zello. " Bagaimana cara kerjanya? ". Tanya Andes mulai penasaran dan mendadak rasa kantuknya hilang.


Zello pun mulai memainkan jarinya di atas keyboard dengan sangat lihai. Lalu, beberapa saat kemudian hanya dengan hitungan detik. Mata Andes langsung melotot tak percaya. Akan aplikasi yang diciptakan oleh Zello.


" Apa kau akan menjualnya kembali? ". Tanya Andes yang mulai bisa menebak jika itu dijual pasti akan banyak orang yang akan membeli nya dengan harga yang sangat fantastic tentunya.

__ADS_1


Namun, gelengan kepala Zello membuat Andes tersenyum. " Aku tidak akan mengambil resiko untuk hal ini ndes". Jawabnya yang sudah memperhitungkan dengan jelih.


" Kau benar Zello. Jika, sampai ini jatuh ke tangan orang yang salah. Maka, kau juga yang akan menanggung resikonya. Bahkan, mungkin Daddy akan ikut terbawa dalam masalah". Andes pun tidak setuju jika sampai Zello mempertaruhkan segalanya hanya untuk sekedar sejumlah uang.


Karena sejauh ini mereka juga tak pernah kekurangan apapun lagi. Hanya saja, mungkin para anak anak tidak ingin selalu menyusahkan keluarganya. Dan, juga mungkin mereka semua ingin belajar mandiri. Mulai dari sekarang.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Naura duduk di pangkuan suaminya. Membuat Mark mulai membuka tangannya agar bisa menyanggah pinggang ramping Naura.


" Kenapa belum tidur? ".Mark meninggalkan pekerjaannya dan kini menatap wajah cantik istrinya dengan senyum dibibirnya.


Jari Naura kini mulai membelai lembut wajah suaminya. Menyentuh bulu bulu halus di wajah tampan itu. Yang memang banyak di tumbuh bulu. Dan berewok pada jambang nya.

__ADS_1


" Bagaimana aku bisa tidur kalau belum dibikin lelah". Jawaban Naura membuat Mark menarik sudut bibirnya paham. Apalagi saat tangan istrinya sudah mulai menelusup kedada bidangnya.


" Sepertinya malam ini kau benar benar akan aku buat lelah sayang". Bisik Mark dengan suara beratnya. Naura pun hanya terkekeh saja. Karena sejak tadi ia pun sudah menunggu Mark. Bahkan mungkin si siti sudah gatal sejak tadi.


Mark pun langsung menyambar bibir istrinya. Bahkan, Naura tak mau kalah. Ia ikutan membalas pagutan suaminya. Hingga terjadilah aksi pagut memagut satu sama lainnya.


Tangan Mark pun tak mau anteng. Ia mulai meremas bukit sintal nan pada itu. Hingga suara de-s-aaahan Naura mulai lolos dengan sendirinya. Ketika tangan lebar Mark menyusup di dalam piyama tidur berbahan satin milik istrinya itu.


" Akh... "


"Sayang... Aku sudah tidak tahan ".


Racau Naura disela sesapan Mark pada dua bukit sintal nan padat itu. Kepala Mark terbenam di antara sela perbukitan. Hingga meninggalkan jejak lumutannya disana.

__ADS_1


__ADS_2