
Berbeda lagi dengan Al dan juga Sherly yang saat ini baru saja tiba di Bandara. Karena telpon dari Papa Rayen semalam. Membuat Al dan Sherly mau tidak mau harus bergegas kembali ke Jakarta.
Karena sepupunya yang durjana itu akan menikah besok pagi. Acara yang sangat dadakan bagi mereka semua. Tapi, jika tidak begitu maka dapat di pastikan gadis binal itu akan kembali membuat ulah.
Senyum Al selalu terbit sejak semalam istrinya yang menyuruhnya tidur di kamar berbeda. Malah ujung ujungnya Sherly sendiri juga yang mencari keberadaan suaminya saat tengah malam.
Terang saja kesempatan itu tidak akan Al sia siakan lagi. Dengan jurus pamungkas nya Al malah membuat istrinya lelah. Bahkan sampai saat ini Sherly masih terlihat mengantuk. Dan bumil satu ini sejak tadi hanya menempelkan tubuhnya pada lengan kekar suaminya saja.
" Masih lelah kah??? ". Tanya Al menggoda istrinya.
" Bukan hanya lelah, aku juga sudah lapar kembali bang". Rengek Sherly mendongakkan kepalanya untuk bisa menatap wajah suaminya itu.
Tania sampai melongo tak percaya akan ucapan Sherly barusan. Padahal selama di dalam pesawat. Eh lebih tepatnya lagi adalah jet pribadi keluarga Bagaskara. Sherly tak berhenti makan dan ngemil. Dan setelah turun dari pesawat ia malah bilang sudah lapar lagi.
__ADS_1
"Jangan heran begitu! Karena dulu Nyonya Naura malah lebih parah dari miss S". Lirih Reza sambil terkekeh karena ia bisa menebak raut wajah Tania yang tampak terkejut kalau bumil sudah lapar kembali.
Karena ada beberapa bumil yang memang sangat doyan makan. Dan ada juga yang sangat sulit mengkonsumsi makanan. Semua itu adalah bawaan dari baby masing masing. Bahkan ada juga beberapa bumil mabuk sampai ia hamil tua. Dan suka pilih pilih makanan.
Tapi jarang juga ada yang mengalami seperti hal nya Sherly saat ini. Yang bawaanya selalu lapar dan ingin ngemil terus menerus.
" Separah apa?.. ". Tanya Tania mulai penasaran tentang seputaran bumil.
" Tanya sendiri dengan tuan Jacob. Karena dia dan istrinya yang paling sering direpotkan oleh Nyonya Naura. Beruntung waktu itu aku sendiri selalu di tugaskan hanya menjaga wilayah markas saja. Kalau di mension utama". Reza hanya bisa menarik nafasnya kasar. ". Aku mungkin akan mati berdiri".
" Kalau kau ingin merasakan bagaimana jadi ibu hamil. Aku siap menanamkan benihku dirahimmu itu! ". Goda Reza sambil terkekeh kembali.
Tania pun langsung menatap tajam Reza. Tapi belum juga sempat Tania mengupat. Suara Al sudah membuat mereka harus berjalan cepat kearah mobil mewah yang sudah stay sejak beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
" Kalian berdua itu sudah seperti pengantin baru saja. Jalan nya lamban sekali ". Cibir Al tersenyum mengejek.
" Apa kalian sedang berencana untuk menggelar acara pernikahan juga setelah ini?. Hm? ". Goda Al lagi sambil menaik turunkan alisnya.
" Yang benar saja ". Jawab keduanya secara bersamaan. Yang semakin membuat Al malah terkekeh kembali sambil menggeleng kan kepalanya.
" Kata orang kalau jodoh itu pasti memiliki kesamaan ". Sambung Al ". Dan satu ". Al mendekatkan dirinya pada dua manusia berbeda jenis kelamin itu. " Kompak seperti kalian berdua". Kekehen Al membuat Sherly yang ada di dalam mobil sejak tadi kembali menyembulkan kepalanya lagi.
"Bang, sudah lah menggoda mereka berdua!!. Nanti kalau jodoh juga mereka sendiri yang repot". Tutur Sherly dengan nada santainya.
Sepasang suami istri itu sedikitpun tak mau tahu raut wajah kedua insan manusia yang saat ini tengah menahan rasa kesalnya sejak tadi.
" Kau... Jodoh". Ucap Reza menatap Tania.
__ADS_1
"Hiiih... ". Seru keduanya sambil bergidik ngeri sendiri. Membuat Sherly dan Al terkekeh dan menggeleng kan kepalanya akan aksi dan tingkah Tania dan juga Reza.
TBC