Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Xhin vs Gong Mei


__ADS_3

"Kalian semua, pergilah ke reruntuhan keluarga Jung, kalian ambillah apapun yang berharga" ucap Xhin lalu menghilang.


Xhin lansung menuju ke sakte serigala malam, dengan kecepatan tinggi Xhin melesat dan hanya butuh waktu beberapa menit baginya.


Setelah sampai di Sakte Serigala Malam, Xhin melihat mayat-mayat tergeletak di atas tanah, bangunan-bangunan Sakte hancur.


Bang!!!


Bang!!!


Terdengar ledakan-ledakan besar dari bagian dalam Sakte, dengan cepat Xhin melesat menuju sumber suara ledakan tersebut.


Terlihat Lou Fang tampak pingsan dan Liu Gao yang sedang sekarat, mereka berdua di lindungi oleh tetua Ki Bo menggunakan formasi pelindung yang sedang dikerumuni oleh ribuan orang yang melancarkan serangan.


"Tebasan Ruang"


Slash!!


Slash!!


Slash!!


Ratusan orang mati begitu saja oleh Xhin, tetapi ratusan orang yang tersisa hanya mengalami luka sayatan pada bagian tubuh mereka.


Rata-rata yang tidak mati memiliki wujud seperti iblis, Xhin juga tercengang saat melihat wujud mereka.


"Anak muda, beraninya kamu membunuh orang-orangku!!" Teriak Gong Mei sampai mengeluarkan aura tingkat Expert miliknya.


"Hahaha... Kalian telah membunuh dan melukai teman-temanku, kalian juga melukai ayah mertuaku, jadi kalau aku membalasnya apa kalian tidak senang haaa!!!"


Whuuss!!!


Teriak Xhin sambil melepaskan aura kematian dalam jumlah besar, terlihat satu persatu dari mereka berjatuhan.


Jiwa mereka hancur saat terkena aura kematian yang sangat besar dari Xhin.


"Aura ini hampir mirip dengan tuan Dante" ucap Gong Mei.


"Da- Dante! dari mana dia mengetahui nama itu dan juga dia menyebutnya TUAN" batin Xhin.


"Karena kamu sudah menyebut namanya maka aku tidak akan segan!" bentak Xhin.


"Rebellion"


Seketika wajah Gong Mei lansung memucat saat melihat pedang milik Xhin.


"Dari mana kamu mendapatkan pedang milik tuanku!!" Teriak Gong Mei.


"Pedang ini merupakan pedangku, aku menggunakannya untuk membunuh semua Primordial Demon kecuali Dante" Ucap Xhin pelan.


"Apakah dia adalah orang yang dikatakan membunuh tuan Mammon dan yang lainnya seratus ribu tahun yang lalu, tapi dia masih mudah dan... apakah dia sudah bereinkarnasi setelah dibunuh oleh tuan Dante" batin Gong Mey.


Xhin memegang pedang Rebellion kedua tangannya berada di depan dada, Xhin lalu menyelimuti Pedang Rebellion dengan Petir Merah.


Langit seketika menjadi gelap, dengan petir menyambar-nyambar, raut wajah Gong Mei seketika menjadi ketakutan saat melihat hal tersebut.

__ADS_1


Gong Mei lansung mengeluarkan sebuah artefak kuno, artefak pelindung tersebut diberikan oleh Dante kepadanya.


"Tebasan bayangan"


Muncul delapan siluet bulan sabit berwarna merah melesat ke arah pasukan Sakte Tulang Merah yang berjumlah ratusan orang tersebut.


Duaaarrtt!!!


Duaaarrtt!!!


Duaaarrtt!!!


Delapan kali ledakan petir merah terjadi saat siluet bulan sabit merah menghantam ratusan orang.


Dalam sekejap mereka semua mati seketika, terlihat formasi pelindung yang dibuat oleh Ki Bo juga hancur akibat terkena dampak dari ledakan tersebut, tetapi mereka tidak apa-apa.


Uhuk... Uhuk...


Dari balik kabut terdengar suara perempuan berbatuk darah, artefak pelindung yang tingkat Dewa yang diberikan oleh Dante juga telah hancur.


"Kamu beruntung bisa menggunakan artefak pelindung untuk mengurangi dampak ledakan" ucap Xhin yang melihat Gong Mei masih hidup.


"Aku pernah mendengar cerita dari setiap pengikut tuan Dante tentang seorang dewa yang mencuri pedang tuan Dante dan juga mampu melawan mereka berdelapan lalu membunuh tujuh di antara mereka kecuali tuan Dante, dan ternyata Dewa itu adalah kamu, kamu juga bereinkarnasi setelah mati dari tuanku ribuan tahun lalu" ucap Gong Mei.


Swoos!!


Craak!!


Xhin melesat dengan cepat lalu mencekik leher Gong Mei.


Wajah Gong Mei seketika menjadi pucat, dia tidak menyangka akan bertemu dengan reinkarnasi dewa.


"Kamu terlalu meremehkanku Dewa pencuri"


Swuuss!!


Ucap Gong Mei menelan sebuah Pill berwarna hitam, bukan Pill pengorbanan tulang tetapi Pill darah Primordial Demon.


Gelombang kejut tercipta sangat kuat setelah Gong Mei menelan Pill darah Primordial Demon, perlahan muncul tanduk dari kepalanya, Gong Mei tidak mengalami banyak perubahan tetapi tingkat pelatihannya lansung melonjak naik ke tingkat Suprime menengah.


Bang!!!


Gong Mei yang sedang dicekik Xhin lansung meninju tubuh Xhin, akan tetapi tinjunya membentur ruang tipis yang melindungi Xhin.


Kraaggg!!!


Banggg!!!


Pelindung tipis milik Xhin hancur seketika saat Gong Mei kembali melancarkan serangannya, akan tetapi Xhin terlebih dahulu melemparkan tubuh Gong Mei dengan sangat keras.


"Walaupun kamu seorang reinkarnasi Dewa tetapi kamu yang sekarang tidak sekuat Dewa!!" Teriak Gong Mei lalu melesat menyerang Xhin.


"Ledakan Racun Skeleton"


Muncul siluet tengkorak berwarna ungu melesat ke arah Xhin.

__ADS_1


Booomm!!!


Tercipta ledakan besar tejadi saat siluet tengkorak menghantam tubuh Xhin.


"Api membuat racun menyebar dengan cepat lewat udara, dewa manapun tidak akan bisa bertahan dari serangan itu" ucap Gong Mei.


"Oh yaa.. apakah kamu yakin" ucap Xhin yang keluar dari kabut beracun tersebut.


"Ba- bagimana bisa..." ucap Gong Mei yang keget saat melihat Xhin tidak mati


"Yaa bisa saja karena racun manapun tidak akan bisa membunuhku" ucap Xhin menjawab.


Xhin melesat dengan sangat cepat lalu menyerang Gong Mei.


"Kegelapan tak berujung"


Tranggg!!!


Gong Mei menangkis serangan Xhin menggunakan pedangnya, Gong Mei kemudian melancarkan tendangannya kearah Xhin akan tetapi Xhin sudah menghilang dan muncul di belakangnya.


"Kegelapan tak berujung"


Slash!!!!


Gong Mei dengan refleks menghindar dengan cara menundukkan badannya dan mengakibatkan salah satu tandukannya terputus.


Gong Mei yang sedang menghindar lalu melancarkan serangannya kepada Xhin.


"Tebasan Tulang Primordial"


Bang!!


Xhin dengan telak terkena serangan dari Gong Mei yang membuatnya terpental jauh.


Gong Mei tidak tinggal diam, dia lansung melesat menuju arah Xhin yang terpental untuk kembali melancarkan serangannya.


Xhin menyadari serangan tersebut, tetapi dengan cepat dia berputar di udara lalu melompat mundur kebelakang menghindari serangan Gong Mei dengan sangat cepat.


Slash!!


Gong Mei menebas udara kosong, Xhin lansung melesat menyerang Gong Mei.


Dalam sekejap mereka berdua sudah bertukar ribuan serangan.


Gong Mei juga menggunakan Aura tingkat Supreme untuk menekan Xhin, awalnya Xhin begitu tersiksa akibat mendapatkan tindasan Aura intimidasi.


Akan tetapi Xhin melapisi tubuhnya dengan seluruh aura kematian sehingga dia tidak lagi diintimidasi oleh Gong Mei.


Perempuan keduanya begitu dahsyat, walaupun Xhin masih berada di tingkat Extreme tetapi dia mampu mengimbangi tingkat Suprime.


Xhin memiliki fisik yang sangat gila dan itu berbanding terbalik dengan Gong Mei, keduanya melesat bagaikan bayangan dua warna yang sedang bertabrakan.


"Kegelapan tak berujung"


Slash!!

__ADS_1


Disaat melihat adanya celah Xhin Langsung menebas kepala Gong Mei, akan tetapi itu adalah jebakan yang di buat oleh Gong Mei.


__ADS_2