
"Saudara Xhin, kita lebih baik tidak menyingung tuan muda Wun Jinchi, ayahnya Wun Baie merupakan Jendral militer tertinggi kerajaan Dewa tanah, Wun Baie juga merupakan prajurit kepercayaan raja dewa tanah, jadi kita tidak boleh sembarang menyinggungnya" ucap Zhang Yan memperingati Xhin.
"Hahaha... Kalau kamu sudah mendengar nama besar ayahku maka lebih baik kamu berlututlah, potong sebelah tanganmu lalu hancurkan pelatihanmu maka aku menganggap kita tidak pernah bertemu" ucap Wun Jinchi yang terlihat sangat percaya diri setelah dia tahu ada yang mengenalinya.
"Heheh... Tampaknya kamu sangat bodoh, bahkan anjing pun lebih pintar dari kamu, orang bodoh mana yang mau menghancurkan pelatihannya sendiri" ucap Xhin merasa lucu karena kata-kata itu yang sering dia dengar dari orang-orang yang hanya mengandalkan latar belakang keluarganya.
"Baiklah kalau kamu ingin aku memutuskan sebelah tanganku" ucap Xhin terlihat seperti akan mengikuti kemauan Wun Jinchi.
Slash!!
Tangan kiri Xhin lansung terlepas tubuhnya, sebelumnya Xhin telah menghilangkan pelindung dari jubah emas sehingga pedang Rebellion lansung menebas tangannya sampai putus tetapi pedang Rebellion tidak menyerap kultivasi Xhin karena dia dan pedang Rebellion telah menyatu.
"Apakah saudara Xhin takut dengan latar belakang Wun Jinchi? Ternyata aku sudah salah mengira tentangnya" batin Zhang Yan yang terlihat agak kecewa kepada Xhin.
"Hahah!! Baguslah kalau kamu sadar dir.." ucap Wun Jinchi terhenti saat melihat tangan Xhin kini tumbuh kembali dengan sangat cepat.
"Kenapa kamu terdiam? Bukannya tadi kamu merasa sangat senang?" Balas Xhin tersenyum saat mempermainkan Wun Jinchi.
"Aku sudah menebas tangan kiri ku, sekarang kamu harus menebas tangan kiri mu juga bukan? Rasanya tidak enak kalau kamu tidak mengikuti permainan ini" lanjutnya membuat wajah Wun Jinchi kini memucat, terlihat bulir keringat dingin turun dari dahinya.
Wun Jinchi kini bimbang karena orang di depannya itu tidak takut sama sekali dengan latar belakangnya, malah kini mempermainkannya, Jantungnya kini berdetak lebih kencang saat mendengar ucapan Xhin barusan.
"Ti.. tidak mungkin aku menebas tanganku sendiri, hanya orang bodoh yang akan mengikuti permainan aneh ini, semua beast monster itu milik kalian saja, tiba-tiba aku teringat jemuran ku belum di angkat jadi aku harus pulang dulu yah" jawab Wun Jinchi yang hendak membalikkan badannya.
"Oh... Tenyata anak orang kaya juga masih memperhatikan jemurannya" balas Xhin dengan wajah datar.
Wun Jinchi kini mengambil langkah pertama saat berbalik badan, akan tetapi tiba-tiba bagian tubuh kirinya merasa kebas.
Slaashhh!!
Tangan kiri Wun Jinchi lansung terlepas dari tubuhnya, sedangkan Wun Jinchi terlambat menyadari kalau tangan kirinya sudah berada di atas tanah.
__ADS_1
"Arhhhkkk!!!" Wun Jinchi menjerit kesakitan setelah dia melihat tangan kirinya sudah tidak ada di tempat yang seharusnya.
"Satu langkah darimu, maka akan kutebas anggota tubuhmu yang lain" ucap Xhin berjelan terbang mendekati punggung Wun Jinchi.
"Aku sudah salah mengira saudara Xhin, aku tidak menyangka dia tidak takut dengan latar belakang Wun Jinchi" batin Zhang Yan, sedangkan dua temannya itu hanya terdiam mematung sedari tadi.
"Breensekk!! Ayahku tidak akan mengampuni mu, lihat saja nant... Arhhhkkk!!!" Belum menyelesaikan ucapannya kini Xhin kembali menebas tangan kanan Wun Jinchi yang membuatnya kini kembali menjerit kesakitan, tingkat kultivasi Wun Jinchi yang sebelumnya berada di tingkat kaisar dewa kini turun sampai tingkat Dewa Alam.
"Aku paling benci orang-orang sepertimu yang hanya mengandalkan latar belakang keluarga padahal tidak bisa apa-apa" ucap Xhin lalu menancapkan pedang Rebellion di punggung Wun Jinchi hingga menebus perutnya.
Tangan Xhin bergerak cepat mencopot cincin penyimpanan milik Wun Jinchi sebelum menarik lepas pedang Rebellion dari tubuh Wun Jinchi, tidak lama setelah itu sebuah plakat giok hijau hancur, setelah plakat tersebut hancur kini terlihat energi hijau terbang keluar dari tubuh Wun Jinchi.
"Kakak Xhin, bahaya! Barusan itu pakatan pesan Kematian, kebanyakan anak orang kaya dilengkapi dengan plakat giok itu untuk mengantisipasi kalau pemiliknya mati, maka orang yang memberikan tanda jiwa di plakat pesan Kematian tersebut bisa mengetahui siapa yang membunuh si pemilik plakat pesan kematian" jelas Xuan Li yang sedari tadi hanya terdiam.
"Biarlah... Sekalipun ayahnya datang sendiri aku akan membunuhnya" jawab Xhin yang terlihat asik memeriksa cincin penyimpanan milik Wun Jinchi.
"Kaya juga anak ini, seribu batu roh kualitas menengah, pil Liliang dengan tingkat kemurnian enam puluh lima persen, beberapa botol eleksir penyembuh tingkat menengah" batin Xhin yang sedang asik memeriksa cincin penyimpanan milik Wun Jinchi.
"Kalian bertiga berbagilah" ucap Xhin melemparkan cincin penyimpanan milik Wun Jinchi ke Zhang Yan, setelah dia memindahkan semua batu roh milik Wun Jinchi ke dalam cincin penyimpanannya.
Dengan timing yang tepat, Xhin lansung mengambil lima tetes blodeline utama, setelah selesai Xhin hanya sekali lambaian tangan lansung menyimpan semua inti beast monster dan juga inti kedua raja beast monster yang dibunuhnya barusan, raja beast monster tyrannosaurus yang sebelumnya mati karena kehabisan darah.
"Ambilah tubuh raja beast monster itu untuk menyelesaikan misi kalian dan juga ambil inti raja beast monster ini lalu kembalilah ke Sakte kalian karena tidak akan aman kalau kalian mengikuti ku" ucap Xhin sambil menyerahkan inti raja beast monster serigala hidung babi yang telah ia keluarkan dari cincin penyimpanan.
Zhang Yan dan kedua temannya itu terlihat ragu untuk mengambil inti beast monster dari tangan Xhin, karena Xhin lah yang sendiri mengalahkan raja beast monster serigala hidung babi, jadi mereka merasa tidak pantas untuk mendapatkannya.
"Tidak apa... ambilah, aku juga tidak terlalu membutuhkannya" ucap Xhin meyakinkan mereka bertiga, energi spiritual di inti beast monster itu hanya tersisa sedikit sekali karena di serap oleh pedang Rebellion.
"Baiklah kami tidak akan sungkan" balas Zhang Yan dan juga kedua temannya itu lalu membungkukkan badan. "Terima kasih atas kebaikannya saudara Xhin, semoga kita berjumpa lagi di lain waktu" ucap mereka bertiga lalu melesat pergi meninggalkan Xhin setelah memasukkan tubuh raja beast monster serigala hidung babi karena mereka membutuhkan jantungnya untuk menyelesaikan misi.
Sebenarnya Xhin ingin pergi bersama mereka, tetapi karena dia telah membunuh anak dari Jendral tertinggi kerajaan Dewa Tanah sehingga mau tidak mau Xhin harus kembali berjalan sendirian karena akan sangat berbahaya bagi mereka bertiga.
__ADS_1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^BERSAMBUNG...^^^