Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Melawan Beast Monster Tyrannosaurus


__ADS_3

Saat Xhin sedang melihat ke arah serigala hidung babi yang terbaring lemas, tyrannosaurus lansung mengayunkan ekornya yang di selimuti dengan kobaran api ke arah Xhin.


Swuuss!!!


Saat ekor tyrannosaurus hampir menghantam Xhin, Xhin tiba-tiba menghilang dari tempatnya, sepersekian detik berikutnya Xhin muncul di dekat kepala beast monster tyrannosaurus.


"Pukulan Pembelah Gunung"


Aura berbentuk kepalan tangan yang sangat besar lansung menghantam kepala beast monster tyrannosaurus hingga terpental menghantam dinding ngarai, Xhin tidak lagi heran kenapa dinding ngarai tidak runtuh akibat beast monster tyrannosaurus yang terpental menabrak dinding ngarai, bukan hanya energi Qi yang padat tetapi tanah juga sangat padat di dunia Dewa.


"Kulitnya sangat keras, untungnya tubuh fisik ku sudah di tingkat puncak jadi bisa melukainya tanpa kekuatan sisik naga" batin Xhin sambil melihat kepalan tangannya.


***


Di bagian atas Ngarai


"Sial siapa orang itu, kenapa dia datang mengambil mangsa kami"


"Tenang saja, saat dia kelelahan melawan beast monster tyrannosaurus api itu dan saat itulah kita muncul"


"Heheh... Tuan muda sangatlah pintar dan berwawasan luas, tidak sia-sia aku mengikuti tuan muda"


"Aku pengikut setia tuan muda dan juga yang paling lama dari kalian, jadi aku yang paling tau tentang tuan muda, tidak hanya jenius di antara angkatannya tapi juga orang yang sangat baik" para bawahannya memuji dia.


"Kamu memang sungguh penjilat Wei Ao, tapi aku lebih senang kepada penjilat dari pada penghianat" balas orang yang mereka maksud tuan muda itu.


****


Kembali ke Xhin.


Saat pedang Rebellion selesai menyerap kultivasi beast monster serigala hidung babi, Xhin lansung mencabut pedang Rebellion dari tubuh serigala hidung babi, Xhin lalu melesat dengan sangat cepat lalu membantai seluruh beast monster tingkat Kaisar Dewa kebawah.


Gerakan Xhin sangat cepat, mereka yang menyaksikannya tidak dapat melihat Xhin tetapi hanya melihat aura merah seperti yang membentuk garis lurus melewati ribuan beast monster.


"Kegelapan tak berujung"


Slash!!


Slash!!!


Slash!!!


Setiap kali ayunan pedang Xhin lansung lansung membelah tubuh beast monster menjadi dua bagian, saking cepat gerakannya sehingga cipratan darah berhamburan di udara.


Rebellion menyerap energi spiritual sangat berlimpah, inti beast monster dari setiap monster yang terkena tebasan pedang Xhin hancur karena habis di serap oleh pedang Rebellion.


Saat keasikan membantai kumpulan beast monster, perhatian Xhin kepada beast monster tyrannosaurus teralihkan sehingga dengan tiba-tiba menyerang Xhin dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Ayunan ekor dari beast monster tyrannosaurus lansung menghantam tubuh Xhin, Xhin yang tidak sempat menghindari serangan beast monster tyrannosaurus lansung terhempas menghantam dinding ngarai.


Tidak hanya energi Qi yang padat, tanah di dunia dewa juga sangat padat sehingga hanya tercipta lubang yang tidak terlalu dalam, bebatuan dari atas tebing runtuh menutupi Xhin.


HUUUAARRKKK!!!!


Raungan beast monster tyrannosaurus setelah berhasil mendaratkan serangan ke tubuh Xhin, walaupun hanya satu kali serangan yang mengenai Xhin, beast monster Tyrannosaurus terlihat sangat senang seakan-akan Xhin sudah dibuat tak berdaya di hadapannya.


"Rasakan itu dewa bangsat, beraninya kamu menghabisi seluruh bawahanku, maka kematian yang akan menghampirimu" teriak beast monster tyrannosaurus yang terlihat puas setelah menghantam Xhin dengan serangan ekornya.


"Xhin!!!" Teriak Zhang Yan, Shen Hua dan juga Xuan Li secara bersamaan saat melihat Xhin terkena telak serangan ekor beast monster tyrannosaurus.


****


"Tuan muda, saatnya kita beraksi" ucap bawahan Wun Jinchi.


"Kalian semua, bawakan aku inti raja beast monster tyrannosaurus dan blodeline milik beast monster itu, kalian jangan lupa bawa raja serigala hidung babi juga kepadaku" Wun Jinchi lansung memerintahkan seluruh bawahnya.


Belasan bawahan Wun Jinchi tingkat Kaisar Dewa lansung melesat turun ke dasar Ngarai setelah mendengar perintah dari tuannya.


"Kali ini kita panen besar, aku tidak sabar untuk memasuki rumah Awan" ucap salah satu bawahan Wun Jinchi.


Rumah Awan yang di maksud yaitu rumah bordil, rumah Awan adalah tempat favorit para kultivator untuk menghabiskan batu roh mereka.


"Raja beast monster itu sudah tidak berdaya, walaupun sudah hampir mati tetapi raja beast monster masih memiliki sisa tenaga yg cukup besar jadi kalian harus hati-hati" ucap salah seorang bawahan Wun Jinchi.


Saat bawahan Wun Jinchi hendak melancarkan serangan ke arah Raja Beast Monster tyrannosaurus, Xhin lansung melesat keluar dari timbunan tanah yang menguburnya.


"Seenaknya kalian mengambil buruanku?" Ucap Xhin melayang sepuluh kaki di belakang mereka.


"Milikimu? Aku sudah dua Minggu memburu raja beast monster ini dan kamu masih bilang milikmu? Seluruh beast monster, tanah, pepohonan dan bahkan sebutir pasir di dalam lingkup wilayah kerajaan dewa tanah adalah milik kerajaan dewa tanah" sahut Wun Jinchi yang sedari tadi bersembunyi di atas tebing ngarai.


Xhin lansung mengedarkan pandangannya ke arah suara yang berasal dari atas ngarai, "Tapi di dunia ini siapa yang kuat maka dia akan memiliki segalanya, hanya kekuatan yang bisa menentukan!" ucap Xhin menekan pada kata menentukan dengan sorot mata tajam


"Tebasan Ruang"


Seketika muncul ruang transparan mengurung mereka semua bahkan raja beast monster pun termasuk dalam ruang tebasan yang di buat Xhin, semuanya terjadi begitu cepat dan hanya terlihat sekilas, untuk menghindar pun tidak sempat karena di saat itu juga.


Slash!!


Slash!!


Slash!!


Tanah di dasar ngarai yang sebelumnya kering kini dibasahi dengan genangan darah milik semua bawahan Wun Jinchi, sedangkan raja beast monster tyrannosaurus tidak mati tetapi kedua kakinya telah putus sehingga tidak dapat bergerak.


Melihat para bawahannya telah mati, Wun Jinchi seketika ternganga dan hendak melarikan diri tetapi tubuhnya seakan-akan tidak ingin mengikuti keinginannya.

__ADS_1


Sedangkan Zang Yan, Xuan Li dan Shen Hua seketika terlihat memucat, keringat dingin sebesar biji jagung turun dari dahi mereka dengan kaki bergetar lemas.


"Aku tidak menyangka Xhin memiliki teknik Pedang yang sangat mengerikan" ucap Zhang Yan.


Xhin kini terbang ke arah Wun Jinchi yang terlihat sangat ketakutan, aura membunuh Xhin yang sangat besar membuatnya tidak bisa bergerak.


"Hei.. hei.. jangan mendekat, aku anak dari jendral militer kerajaan dewa tanah, kamu akan menyesal kalau sampai sesuatu terjadi padaku" ucap Wun Jinchi memberi ancaman.


"Oh.." jawab Xhin yang terlihat tidak peduli.


"Saudara Xhin!" Teriak Zhang Yan dan juga kedua temannya terbang menghampiri Xhin.


Mendengar Zhang Yan memanggilnya, Xhin menoleh menatap kearah sumber suara.


"Saudara Xhin, kita lebih baik tidak menyingung tuan muda Wun Jinchi, ayahnya Wun Baie merupakan Jendral militer tertinggi kerajaan Dewa tanah, Wun Baie juga merupakan prajurit kepercayaan raja dewa tanah, jadi kita tidak boleh sembarang menyinggungnya" ucap Zhang Yan memperingati Xhin.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2