Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Keributan Di Kedai


__ADS_3

"Terima kasih Xhin, kamu telah banyak membantu ku akhir-akhir ini" ucap Mao Le.


"Hahaha.. kenapa kamu berterima kasih, kita berdua ini sudah seperti saudara sendiri, jadi tidak perlu berterima kasih" ucap Xhin.


"Xhin aku bersumpah akan selalu mengikutimu" ucap Mao Le.


"Baiklah jikalau itu yang kamu mau, tapi kamu harus siap, sebab jalan yang akan ku tempuh tidaklah mudah, suatu hari aku akan memilik banyak musuh, jadi kamu harus cepat meningkatkan pelatihan" ucap Xhin menepuk pundak Mao Le.


"Baik, aku akan kembali ke kamar ku untuk menyerap Semua Pill yang ada" ucap Mao Le.


"Xhin kamu akan menjadi orang hebat nantinya dan di saat itu aku akan selalu mengikuti mu, kamu juga merupakan seorang jenius, buktinya hanya dalam beberapa Minggu kamu sudah menembus tingkatan yang mustahil bisa di lakukan seseorang dalam waktu yang sama" batin Mao Le.


Sebenarnya Xhin ingin memberikan sebutir Pill tingkat ilahi kepada Mao Le akan tetapi tubuh Mao Le tidak akan bisa menyerap Pill tersebut.


Xhin kemudian duduk bersila dan menelan sebutir Pill tingkat ilahi tersebut, tiba-tiba Xhin merasakan energi spiritual dalam jumlah yang sangat besar mengalir memasuki Dantian-Nya, Xhin kemudian lebih berkonsentrasi untuk menyerap Pill tersebut.


Jikalau itu adalah orang lain yang memiliki tingkat pelatihan yang sama dengan Xhin, lalu mencoba menyerap Pill tersebut maka tubuhnya akan meledak akibat besarnya energi spiritual yang memasuki tubuh, berbeda dengan Xhin yang memiliki tubuh Bintang.


Hari demi hari Xhin menyerap Pill tersebut, kini telah satu Minggu Xhin menyerap Pill tingkat ilahi tersebut, energi spiritual dalam jumlah besar memasuki tubuh Xhin, bahkan energi tersebut berembes keluar dari tubuhnya.


Bang!


Bang!


Bang!


Terdengar 19 kali ledakan teredam dalam tubuh Xhin yang menandakan bahwa dia telah naik ke tingkat Spirit Langit tahap 8.


Xhin bermeditasi untuk menyempurnakan pondasi pelatihannya, lima menit kemudian Xhin telah selesai bermeditasi.


"Tidak di sangka Pill ini sangat penting, untungnya aku sempat mempelajari ilmu Alkimia pada kehidupan sebelumnya dan juga tubuhku lebih terasa ringan." ucap Xhin.


"Aku sangat lapar dan juga aku sudah tidak memiliki uang, oh iya ada Mao Le" ucap Xhin.


Xhin kemudian keluar dari kamar untuk mencari Mao Le akan tetapi dia tidak menemukan Mao Le di kamarnya.


Saat hendak keluar tiba-tiba Mao Le, Lou Rin dan seorang perempuan masuk kedalam kediaman mereka.


"Hai Xhin selamat ya.. kamu sudah berhasil meningkatkan pelatihan mu" ucap Lou Rin.


"Xhin kamu sangat hebat bisa menaikkan tingkat pelatihan mu dari Venerable 4 ke Spirit Langit 8 dalam seminggu" ucap Mao Le.

__ADS_1


Perempuan Yang mendengar pembicaraan mereka hanya terdiam sambil menatap Xhin.


"Xhin perkenalkan perkenalkan ini Wu Jie temanku, dia juga merupakan Murid jenius" ucap Lou Rin


"Hai.. nama saya Xhin, hanya Xhin" Xhin menjabat tangan Wu Jie.


"Hai.. namaku Wu Jie, senang bisa berkenalan dengan mu" ucap Wu Jie.


"Xhin ini bagianmu dari hasil penjualan Pill" Lou Rin memberikan cincin penyimpanan kepada Xhin.


Xhin lansung memeriksa isi cincin penyimpanan tersebut dan isinya 10.000 coin Emas.


"Lou Rin terima kasih ya" ucap Xhin.


"Apakah kalian bertiga lapar, ayo kita pergi makan aku sudah sangat lapar" ucap Xhin.


"Ayo aku juga sudah lapar" ucap Mao Le.


Mereka berempat lansung menuju kedai yang berada di dalam Sakte, setibanya di sana mata semua orang menatap mereka berempat, tetapi mereka tidak menghiraukannya.


"Pelayan.. berikan kami makanan dan arak terbaik yang ada di sini" ucap Mao Le.


Tidak lama menunggu akhirnya pelayan membawakan pesanan mereka.


Mereka berempat lansung menyantap makanan tersebut "makanan ini sangatlah enak, pantas saja menjadi yang terbaik" ucap Mao Le.


hampir 1 jam mereka berempat makan dan kini mereka telah selesai makan.


"Pelayan berapa harga semua makanan ini?" Xhin bertanya.


"Semuanya total 20 coin emas tuan" ucap pelayan tersebut.


Xhin kemudian memberikan 20 coin Emas untuk membayar makanan dan arak yang mereka makan.


Mata semua pengunjung kedai begitu ternganga saat melihat Xhin mengeluarkan 20 koin emas secara gampang.


"Hai.. sayang, lama tidak berjumpa dan sekarang kamu sudah bertambah cantik saja" ucap seorang lelaki kepada Lou Rin.


"Jung Xen sudah berapa kali aku bilang hah.. aku itu tidak menyukai mu dan kamu itu bukan bukan tipe ku, jadi sampai kapan pun aku tidak akan menyukai mu, cepat pergi dari sini" teriak Lou Rin.


"Oh.. jadi ini orang yang kamu suka dan kamu berhati-hati lah kedepan, hidup kamu tidak akan aman lagi" ucap Jung Xen.

__ADS_1


"Baik paman" ucap Xhin mengejek.


"Paman?, Kamu akan mati" ucap Jung Xen.


Jung Xen kemudian menyerang Xhin dengan cepat menggunakan Pedang.


Slash!


"Xhin" teriak Mao Le dan Lou Rin.


Sebelum pedang Jung Xen menyentuh leher Xhin, Xhin kemudian menghilang dan Jung Xen hanya menebas udara kosong.


"Dengan kemampuan segitu kamu mau membunuh ku" ucap Xhin yang muncul di belakang Jung Xen.


Slash!


Jung Xen dengan cepat melakukan tebasan memutar, akan tetapi sebelum pedangnya menyentuh Xhin, Xhin kembali menghilang dan Jung Xen lagi-lagi menebas udara kosong.


Plakkk!!


Bam!!


Xhin muncul di belakang Jung Xen kemudian menampar pipi Jung Xen sehingga membuat Jung Xen terlempar menembus dinding kedai.


"Pelayan berapa biaya yang harus di bayar untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi" Xhin bertanya.


Akan tetapi sebelum pelayan tersebut menjawab pertanyaannya, Xhin sudah menghilang dan muncul kembali dengan memegang kerak baju Jung Xen.


"Pelayan berapa biaya yang harus di bayar" Xhin kembali bertanya.


Pelayan tersebut begitu ketakutan saat melihat tatapan tajam dari Xhin.


"10 coin Emas tuan" ucap pelayan tersebut dengan suara bergetar.


Plakk!!


Xhin kembali menampar wajah Jung Xen "cepat kamu bayar atau kamu akan berkunjung ke gerbang neraka" teriak Xhin yang membuat seisi kedai menjadi takut.


Jikalau hanya teriakan biasa memang tidak akan membuat mereka ketakutan, akan tetapi Xhin juga mengeluarkan aura kematian yang begitu besar sehingga seisi kedai menjadi ketakutan, bahkan untuk bernafas saja mereka sangat kesulitan akibat aura kematian yang begitu menakutkan.


Mao Le yang baru pertama kali melihat Xhin begitu marah menjadi tercengang, begitu juga Lou Rin dan Wu Jie, mereka bertiga juga ketakutan saat merasakan aura kematian milik Xhin.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2