
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, setibanya di dekat lembah Kematian tempat portal Hollow muncul, Jack dan Damse mendirikan tenda untuk beristirahat.
Di dalam tenda Fanny sedang berbaring, Damse kemudian masuk dan berbaring di samping Fanny sedangkan Jack di tenda sebelah dengan scorpion king yang sedang yang sedang tidur.
Damse kemudian memeluk Fanny, Fanny yang dipeluk sontak kaget dan hanya terdiam.
"Fan aku tidak akan membiarkan seorang pun menyakitimu apalagi memilikimu" ucap Damse sambil membelai wajah Fanny.
Fanny hanya tersenyum, mata mereka saling bertatapan dan perlahan Damse lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Fanny.
Bibir Damse telah mel***t bibir Fanny dengan begitu lembut, Fanny hanya pasrah sambil memejamkan matanya karena itu adalah ciuman pertamanya jadi Fanny hanya mengikuti alur permainan dan menyesuaikan diri.
Tangan milik Damse kini tidak mau berdiam di tempat melainkan ikut bergerak menjelajahi ke dua bukit kembar milik Fanny.
Ahhk!
******* kecil keluar dari bibir mulut Fanny.
tiba-tiba mereka berdua di kagetkan Jack yang masuk kedalam tenda dan menyadarkan mereka berdua.
"Maaf brother aku tidak tahu kalau kalian mau gituan" ucap Jack membenarkan, kemudian Jack kembali keluar.
Fanny dan Damse menjadi salah tingkah akibat tindakan Jack yang masuk tiba-tiba, Damse kemudian keluar tenda untuk menemui Jack.
"Dam Portalnya telah muncul tetapi belum sepenuhnya terbuka, mungkin besok portal tersebut terbuka sepenuhnya dan juga para kultivator lain telah banyak berdatangan, jumlah mereka hampir mencapai 500 ribu orang dan kebanyakan dari mereka berada di Ranah kaisar maupun Tyran puncak" Jack menjelaskan.
"Jack apakah portal ini ada benda berharga sampai-sampai banyak sekali orang-orang yang datang?" Damse bertanya
"Mana aku tahu Dam, lihat ini portal aja baru sekali, tadi..." Ucap Jack sambil minum segelas kopi.
"Ok aku tidur dulu ya, kalau ada sesuatu kabarin." ucap Damse yang hendak masuk ke dalam tenda.
Saat hendak kembali ke tenda dan tiba-tiba Damse dikejutkan dengan kehadiran Ling Tian yang menyapa Jack.
"Jadi tujuan kalian ke sini Jack, kaga takut apa saudara kamu yang cacat itu mati di sini" ucap Ling Tian sambil menyindir Damse.
__ADS_1
Damse yang mendengar hal tersebut hanya diam dan membatalkan niatnya untuk masuk kedalam tenda.
"Jadi ini tuan muda Fraksi iblis api... dilihat dari wajahnya sih.. kayaknya aku lebih tampan dari pada tikus seperti dia!!" ucap Damse membalas sindiran, Memang benar jikalau di bandingkan dari wajah, maka Damse lebih tampan dari pada Ling Tian.
Ling Tian yang mendengar perkataan Damse menjadi emosi dan mengeluarkan aura spiritual Tyran puncak sehingga membuat secangkir kopi di tangan Jack jatuh, aura spiritual Ling Tian mengintimidasi Jack dan orang yang berada di sekitarnya dengan jangkauan hampir 200 meter.
Tetapi tidak dengan Damse yang hanya berdiri tenang, Damse juga melindungi tenda Fanny dengan aura spiritualnya tetapi tidak berbalik mengintimidasi Ling Tian.
"Apa orang ini tidak terintimidasi sedikitpun, sebenarnya seberapa kuat dia, aku tidak bisa merasakan adanya energi Mana di dalam tubuhnya dan aku juga tingkatan yang tidak dapat melihat kultivasinya" gumam Ling Tian dengan cara ekspresi marah.
"Apa itu saja kemampuanmu, lebih baik kamu pulang terus tidur, dari pada kamu mati sia-sia disini" ucap Damse mengejek
"Baik kita lihat saja nanti.. setibanya di dalam dimensi portal" Ling Tian yang menarik kembali aura spiritualnya dengan kesal, sembari berjalan meninggalkan tempat itu.
Malamnya Damse membeli makanan di shop sistem, mereka bertiga makan sambil merencanakan misi portal, Selesai makan Fanny kembali kedalam tenda dan meninggalkan Damse dan Jack di luar yang sedang menikmati arak.
"Dam kenapa dengan kemampuanmu yang begitu tinggi, kenapa kamu tidak memiliki ambisi sedikitpun" Jack bertanya
"Aku hanya ingin menjalani hidup dengan tenang sambil melindungi keluarga dan orang yang sangat kucintai, itu saja kok" Damse menjawab.
"Itu ya... Sebenarnya sih aku bisa semuanya... Tetapi jikalau aku sudah menggunakan pedang maka itu adalah mode pembantaian ku" ucap Damse menjawab.
"Memang sih kamu bisa berpedang tetapi.. kenapa kamu tidak pernah menunjukkan pedang kamu" Jack yang penasaran mulai bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.
"Hahah.. jack kamu aja yang tidak pernah minta aku menunjukan bagimana kamu mau tahu.. baiklah jika kamu penasaran tetapi kamu harus kuatkan mental ya, saat pedangnya keluar, aku akan mencoba mengendalikan aura kematian milik pedangku" ucap Damse kemudian mengarahkan tangan ke depan dengan telapak tangan seperti sedang menggenggam sebuah pedang.
Tiba-tiba muncul sebuah pedang dengan aura kematian yang sangat pekat dan begitu mengintimidasi.
"Pedang apa itu Dam.. aura kematian yang dikeluarkan begitu pekat dan mengintimidasi" ucap Jack dengan tubuhnya sedang merinding, bahkan susah untuk bernafas.
"Pedang ini namanya Rebellion dan pedang ini merupakan pedang dengan tingkatan spesial, tingkat spesial yang pastinya tertinggi, melebihi pedang tingkat Dewa, bahkan lebih kuat" ucap Damse.
"Apakah aku boleh mencobanya?" ucap Jack.
"Baiklah.. tapi kamu harus mencabut pedang ini dari tanah" ucap Damse sambil menancapkan ujung pedang Rebellion di atas tanah
__ADS_1
Jack kemudian Berdiri bersiap mencabut pedang tersebut dengan satu tangan tetapi pedang Rebellion tidak bisa tercabut, Jack kemudian mencoba dengan kedua tangan tetapi pedang tersebut tidak bisa tercabut.
"Masa sih cuman cabut ini pedang begitu sulit" batin Jack.
Damse yang melihat Jack kesulitan mencabut pedang kemudian mencabut pedang Rebellion dengan mudah dan memberikan kepada Jack dengan menyerahkan gagang pedang Rebellion, tetapi disaat Jack telah memegang gagang pedang, Damse kemudian melepaskan tangannya dari gagang pedang itu.
Braakk!!
Berat Pedang Rebellion membuat Jack tersungkur ke depan akibat mencoba mengambil pedang Rebellion dari tangan Damse.
"Itulah mengapa awalnya aku menyuruhmu mencabut pedangku dari tanah, beratnya berasal dari segel jiwa dan hanya jiwa pemilik pedang yang bisa mengangkatnya" ucap Damse menjelaskan.
Jack kemudian berdiri sambil menepuk pakaiannya membersihkan dari tanah yang menempel.
"Sial pedang lucknut, Dam aku tidur ya.." ucap Jack melangkah memasuki tendanya.
Damse hanya mengangguk dan mulai berjalan masuk ke tenda Fanny.
Damse melihat Fanny yang sudah tertidur dan mulai merebahkan tubuhnya di samping Fanny, Damse kemudian memberanikan diri untuk memeluk Fanny.
Fanny yang merasa di peluk hanya terus memejamkan matanya karena dia kenal betul dengan aroma tubuh Damse.
"Fan kamu sudah tidur yaa" Damse berbisik di telinga Fanny yang membuatnya merinding.
"Belum tidur aku lagi nungguin kamu loh" ucap Fanny lalu membalikkan tubuhnya kearah Damse.
"Dam kamu harus berjanji ya tidak akan ninggalin aku" ucap Fanny.
"Iya sayang aku janji tidak akan meninggalkanmu" ucap Damse lalu mengecup hidung Fanny.
"Sayang?. Sayang siapa.? Kita aja belum tunangan" ucap Fanny.
"Hanya kamu yang aku sayang Fan dan untuk tunangan, apakah perlu di rayakan" ucap Damse
"Iyalah Damse yang ganteng.. aku hanya ingin sebuah kepastian dari bibir mulut mesum mu itu.. yang telah merenggut ciuman pertamaku" ucap Fanny dengan nada kesal
__ADS_1
Bersambung.