Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Pergi Menyelamatkan Mao Le


__ADS_3

"Baiklah" Xhin mengambil setelan tersebut lalu kamar ganti.


Beberapa menit kemudian Xhin telah keluar dari kamar ganti, Lou Rin menatap Xhin bahkan tidak berkedip sekalipun.


"Lou Rin, kamu kenapa menatapku begitu, apakah aku tidak cocok, aku akan menggantinya" ucap Xhin.


"Ti- tidak, kamu sangat cocok dengan pakaian ini" ucap Lou Rin.


"benarkah, tetapi kamu Jang menatapku begitu.. nanti aku akan kesulitan untuk mengontrol diriku" ucap Xhin karena sedari tadi tatapan mata Lou Rin membuat jantung berdetak kencang.


"kenapa kalau aku menatapmu apakah tidak boleh?" ucap Lou Rin dengan nada sedih.


"bu- bukan begitu.. Fhuu.. baiklah terserah kamu saja mau menatapku seperti apa" ucap Xhin yang kesulitan untuk menjelaskan.


"baiklah... ayo kita pergi" ucap Lou Rin merangkul lengan Xhin.


"kenapa bisa seperti ini" batin Xhin.


Setelah membeli pakaian, mereka berdua langsung menuju ke rumah Xhin.


Setibanya di sana, Xhin dan Lou Rin lansung masuk kedalam rumah, mereka berdua tidak melihat siapapun berada di dalam rumah, akan tetapi suara tangisan kecil terdengar di telinga mereka berdua.


Xhin dan Lou Rin lansung menuju sumber suara, setelah tiba di depan pintu kamar Mao Le, mereka berdua melihat Wu Jie yang sedang menangis.


Wu Jie juga terkagetkkan dengan munculnya Xhin dan Lou Rin.


"Xhin.. hik.. hik.. Mao Le di tawan oleh kekaisaran Yunxa, mereka akan di eksekusi besok" ucap Wu Jie lalu memeluk Xhin.


"Kamu tenang saja Aku akan pergi menyelamatkannya sekarang" ucap Xhin


"Lou Rin, kamu temani Wu Jie di sini aku akan pergi menyelamatkan Mao Le" ucap Xhin.


"kamu harus berhati-hati Xhin" ucap Lou Rin.


"kamu tenang saja, aku sudah memiliki rencana untuk menyelamatkan Mao Le" ucap Xhin kemudian menghilang dari pandangan Lou Rin dan Wu Jie.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Xhin telah kembali ke pagoda Lotus.


"Master Sakte, apakah kita bisa pergi sekarang" ucap Xhin.


"Ayok kita berangkat" ucap Lou Fang.


Hampir enam jam mereka melesat tanpa beristirahat, kini mereka telah tiba di tembok pertahanan sebelah timur yang berada di perbatasan kekaisaran Jingziao dengan kekaisaran Yunxa.


"Master Sakte boleh kembali, aku akan pergi menyelamatkan Mao Le sendirian" ucap Xhin.


Xhin kemudian berjalan menaiki tembok "Salam senior, senior apakah aku boleh tahu di mana para prajurit kita di tawan" ucap Xhin bertanya.


"Siapa kamu, Percuma aku memberi tahu mu, kamu tidak akan bisa menyelamatkan orang-orang kita yang sedang di tawan, dengan tingkat pelatihan Tyran, bagimana bisa kamu melawan musuh yang berada di Ranah Extreme dan expert" ucap prajurit tersebut.


"Aku memang ingin bunuh diri di kerajaan musuh, jadi bisakah senior memberi tahu ku" ucap Xhin.


"Baiklah jikalau kamu ingin mati, mereka berada di penjara yang berada di benteng pertahanan musuh, mereka akan dieksekusi mati besok. hanya itu informasi yang aku ketahui" ucap prajurit tersebut.


Setelah mendengar informasi dari prajurit itu, Xhin lansung melompat turun ke bagian luar pagar.


Xhin menyembunyikan Aura keberadaannya dan juga pergerakannya Sangatlah cepat sehingga tidak dideteksi oleh prajurit yang sedang berjaga, Xhin melesat memutari benteng kekaisaran Yunxa.


Xhin lansung menuju pintu masuk kota kerajaan Yunxa, setibanya di depan pintu, dia melihat antrian panjang di gerbang kota.


Xhin lansung mengantri untuk memasuki kota kerajaan,Lama menunggu, kini gilirannya untuk di periksa.


"Tampaknya kamu pendatang baru di kerajaan Yunxa, dari mana kamu berasal" ucap prajurit yang sedang menjaga pintu masuk sambil melihat penampilan Xhin dari atas sampai bawah.


"Maaf.. senior, sebelumnya saya ini seorang pengembara, saya tidak berasal dari benua ini melainkan dari benua Utara" ucap Xhin berbohong.


"Karena kamu pendatang baru maka biaya masuk ke dalam kota kerajaan adalah Lima puluh koin Emas" ucap prajurit tersebut.


"Hah.. Mahal amat untuk biaya masuk, saya saja barusan di rampok saat melewati lembah kabut darah, sisa uang saya tinggal 10 koin emas" ucap Xhin sambil memberikan salah satu cincin penyimpanan miliknya.


Sebenarnya Xhin telah menyimpan semua cincin penyimpanan kedalam dunia verden dan hanya meninggalkan satu cincin penyimpanan yang berada di jarinya, uang yang berada di dalam pun sudah Xhin simpan dan hanya meninggalkan 10 koin emas.

__ADS_1


"Baru hidup sekali aja sudah mau membodohiku yang sudah hidup tiga kali" batin Xhin.


Sewaktu mengantri, Xhin melihat beberapa pendatang baru yang hanya membayar 100 koin Perak, jadi Xhin telah mempersiapkan dirinya.


"Cih... percuma penampilan bagus padahal miskin" ucap prajurit itu sambil mengembalikan cincin penyimpanan milik Xhin dengan keadaan kosong karena prajurit tersebut telah mengambil 10 koin emas.


"Terima kasih senior" ucap Xhin lalu masuk kedalam ibu kota kerajaan.


"Ibu kota kerajaan Yunxa ramai juga" batin Xhin.


Xhin kemudian mencari penginapan atau restoran untuk mencari informasi.


Xhin kemudian melihat salah satu restoran mewah yang tak lain adalah Restoran lebah Emas yang sangat terkenal di tempat tersebut, restoran lebah Emas memiliki enam lantai.


Lantai pertama bagi orang biasa, lantai kedua bagi petarung tingkat spirit bumi Dan langit, lantai ketiga


Bagi petarung tingkat Dao dan Grand Dao, lantai keempat bagi petarung tingkat Tyran dan Holly Tyran, lantai kelima bagi petarung tingkat Extreme dan Expert, lantai terakhir bagi keluarga kerajaan dan juga petarung tingkat Suprime.


Setelah masuk ke dalam restoran, Xhin di sambut oleh seorang pelayan wanita.


"Tuan, lantai berapa yang akan tuan kunjungi" ucap pelayan tersebut yang menatap Xhin bingung karena tidak bisa merasakan adanya energi spirit di dalam tubuh Xhin.


"Lantai satu dulu, aku ingin menunggu temanku, setelah dia datang baru aku akan naik ke langit Empat" ucap Xhin lalu mengeluarkan aura Tyran.


"Silahkan tuan memilih tempat duduk" ucap pelayan tersebut.


Xhin memilih untuk duduk di pojok ruangan, setelah itu Xhin memesan makanan terbaik di lantai satu.


"Ini tuan makan dan arak terbaik di lantai ini" ucap pelayan tersebut meletakan makanan yang dipesan Xhin.


Sambil makan Xhin memfokuskan pendengarannya, lama mencari informasi Xhin tidak menemukan satupun, Xhin lansung membayar makanan yang dia pesan dan lansung beranjak ke lantai dua.


Xhin juga memilih untuk duduk di pojokan ruangan, setelah memesan makanan, Xhin kembali makan sambil memfokuskan pendengarannya untuk mencari informasi.


Karena tidak menemukan informasi satu pun tentang eksekusi tahan, Xhin kemudian naik ke lantai tiga, setibanya di sana Xhin hanya memesan arak.

__ADS_1


Sambil minum, Xhin mendengar pembicaraan salah satu kelompok tiga orang yang sedang makan.


__ADS_2