
Zuge Sha terus melihat Xhin menyiksa Jendral Wun Baie, Xhin juga menyadari ada yang sedang memperhatikannya tetapi dia tidak menggiurkan kesadaran orang tersebut.
Saat sudah hampir mati, Xhin kembali memulihkan tubuh Jendral Wun Baie dengan api emas, setelah tubuh Jendral Wun Baie kembali di perbaiki Xhin kembali melakukan penyiksaan.
Zuge Sha tidak mampu lagi menyaksikan Xhin yang terus melakukan penyiksaan itu berulang-ulang, jadi Zuge Sha kini telah menarik kembali kesadarannya.
Zuge Sha terus mendengarkan jeritan Jendral Wun Baie sampai menjelang pagi, beberapa saat tidak mendengar suara Jendral Wun Baie, Zuge Sha mengambil kesimpulan kalau Xhin kembali mengobati Jendral Wun Baie untuk kembali melakukan penyiksaan.
****
Di tempat Xhin.
Slash!!
Cipratan darah berhamburan di atas tanah saat Xhin menebas putus kepala jendral Wun Bae untuk mengakhiri penyiksaan yang dia lakukan, Xhin memegang kepala jendral Wun Baie yang telah terputus dari rambut di kepala itu.
Xhin tiba-tiba menghilang saat dia menggunakan teknik teleportasi, dia kini muncul kembali di dalam reruntuhan kota kiwi yang telah hancur berantakan, terlihat Zuge Sha sedang berdiri menatap ke arah tempat pertarungan Xhin dan Jendral Wun Baie tadi.
"Semuanya telah selesai dan aku telah menyelesaikan persyaratan yang tadi aku bilang, terus kamu?" Ucap Xhin yang tiba-tiba muncul di belakang Zuge Sha sambil memegang kepala jendral Wun Baie.
"Zuge Sha memberi hormat kepada tuan" ucap Zuge Sha menangkupkan tangannya sambil berlutut, Zuge Sha nampaknya ketakutan saat melihat kemunculan Xhin secara tiba-tiba.
"Anak ini sangat brutal terhadap musuhnya, tapi dia masih bisa memberikan ekspresi wajah seperti orang tidak berdosa seperti ini, kalau aku melanggar perjanjian maka dapat dipastikan aku akan sama seperti Wun Baie yang dia siksa semalaman" batin Zuge Sha keringat dingin saat mengingat apa yang Xhin lakukan terhadap Wun Baie.
"Berdirilah Paman Zuge, kamu tidak perlu segugup itu, aku tau kamu sangat antusias untuk menjadi pengikut ku" ucap Xhin mengangkat tubuh Zuge untuk membantunya berdiri.
"Gilaa!! siapa yang antusias jadi pengikut orang kejam sepertimu, malahan aku sangat tidak beruntung karena telah berada di tangan monster seperti mu" batin Zuge Sha yang memasakkan diri untuk tetap tersenyum.
"Hehehe... Tuan baru ku ini tau saja kalau aku sangat senang menjadi pengikut mu" balas Zuge Sha.
"Kamu aku tugaskan untuk tetap di kerajaan dewa tanah sampai mendengar perintah lebih lanjut dariku dan aku harap kamu bisa mengumpulkan pasukan sebanyak-banyaknya, karena aku juga sedang mengumpulkan kekuatan besar untuk menghancurkan Kaisar Langit" ucap Xhin membuat Zuge Sha menelan ludah kasar saat mendengar rencana gila tuan barunya itu.
"Kematianku hanya di perlambatan olehnya, betapa sialnya aku saat ini" batin Zuge Sha.
"Ambillah cincin penyimpanan ini, didalamnya terdapat 1 juta batu roh kualitas tinggi, 50 juta batu roh kualitas menengah dan sekitar 100 juta batu roh kualitas bawah. Ada juga senjata dewa tahap bawah dan armor dewa kelas bawah untuk para prajurit, ubah lah warna armor ini menjadi warna hitam dan kenakan simbol bintang di tengahnya" ucap Xhin setelah memberikan cincin penyimpanan yang diambilnya dari Jendral Wun Baie.
__ADS_1
Sebelumnya Xhin juga telah mengubah isi cincin penyimpanan pada jumlah baru roh yang dia kurangi sebelum diberikan untuk Zuge Sha menjalankan tugasnya.
"Terima kasih tuan, aku akan menjalankan tugas yang anda berikan" ucap Zuge Sha memberi hormat.
"Eh... Ini juga ambil ini... Di dalamnya terdapat daging beast monster tingkat kaisar dewa ke bawah dengan jumlah yang sangat banyak, cukup untuk menghidupi pasukan kita nanti selama sepuluh atau dua puluh tahun" ucap Xhin yang juga memberikan cincin penyimpanan yang berisi daging beast monster kepada Zuge Sha.
Xhin kini kembali bertanya kepada Zuge Sha "Apakah kamu punya rencana ke ibu kota kerajaan dewa tanah?"
Sebelumnya Zuge Sha telah berpikir konsekuensi apa yang bakalan dia terima setelah perang yang terjadi malah melenyapkan satu kota besar milik kerajaan dewa tanah, dia berpikir harus menghadap Dewa tanah selaku raja kerajaan dewa tanah untuk menerima hukuman agar tidak menghambat tugas yang diberikan Xhin kepadanya.
"Aku harus ke ibukota tuan, aku akan menyelesaikan masalah ini dengan raja Dewa tanah" jawab Zuge Sha.
"Aku harus pergi sekarang, ada profund ark dengan kecepatan tinggi menuju ke sini, itu mungkin utusan dari istana kerajaan dewa tanah, aku menunggumu di ibu kota" ucap Xhin yang lansung melakukan teleportasi.
Xhin kini muncul di persimpangan jalan menuju ibukota kerajaan dewa tanah, kota kiwi, lembah berdarah, Xhin lansung meneruskan jalan kaki pelan-pelan menuju ke ibu kota kerajaan dewa tanah.
Zuge Sha telah menduga sebelumnya saat profund ark yang yang sangat mewah muncul di atas langit kota kiwi itu merupakan utusan raja dewa tanah, penasihat raja dewa tanah di kirim untuk menghentikan pertempuran tetapi sayangnya mereka terlambat, kepala jendral Wun Baie telah terlepas dari badannya.
***
Malam kini kembali tiba, angin bertiup kencang di sertai dengan suara Petir dan di susul dengan kilatan cahayanya yang sesekali menyala di saat yang bersamaan.
Xhin yang telah selesai memulihkan energi spiritualnya kini telah bergerak menuju ibu kota kerajaan dewa tanah, Xhin berjalan di tengah hujan menuju sebuah desa kecil yang berada di jalur ke ibukota, jika ingin ke ibukota maka akan melewati desa kecil itu terlebih dahulu.
Saat Xhin memasuki desa itu terlihat keadaan desa itu telah diporak-poranda, yang jelas ada beberapa rumah di desa itu hancur berantakan dan aja juga yang hanya dinding tembok saja yang rusak.
Dari semua bangunan di desa itu, hanya satu bangunan yang terlihat adanya cahaya pelita, Xhin berjalan menuju bangunan tersebut.
"Kedai Dahaga" Xhin membaca tulisan yang terdapat di papan nama bangunan itu.
Saat Xhin memasuki bangunan itu terlihat beberapa pria sedang duduk sambil menikmati arak, Xhin dapat melihat kalau beberapa dari mereka memegang busur dan tombak.
"Selamat datang di tempat kami tuan" ucap salah seorang remaja perempuan yang terlihat masih berusia belasan tahun.
Xhin lansung duduk di membelakangi beberapa orang pria yang sedang asik bercerita, "adik kecil, beri aku arak terbaik yang kalian miliki dan juga kasih aku daging panggang terbaik yang kalian punya" ucap Xhin lalu mengerikan pakaian menggunakan elemen angin.
__ADS_1
Mendengar ucapan Xhin, gadis kecil itu lansung bergegas pergi menyiapkan apa yang di pesan Xhin, "baik tuan, tuan tunggu sebentar"
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^