Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Kebersamaan


__ADS_3

"Terima kasih" ucap Xiang Yu lalu meneguk habis segelas air yang diberikan oleh Xhin.


"Apakah seperti ini jika aku menikah dengannya, dia sangat baik dan perhatian kepadaku" batin Xiang Yu dengan kedua tangannya memegang gelas Es kosong.


Xiang Yu kembali lanjut memasak, sedangkan Xhin sedang duduk melihat beberapa gulungan jurus yang dia keluarkan dari cincin penyimpanan yang diberikan oleh Jiang Fuyang yang merupakan Kaisar Dewa pertama atau Kaisar langit pertama.


Beberapa saat kemudian Xiang Yu telah selesai memasak, Xiang Yu lalu menyajikan sup daging Beast Monster dan daging panggang lalu diletakkannya di meja makan.


Xiang Yu yang telah selesai memasak, lalu memanggil Xhin yang sedang berlatih untuk makan bersama-sama.


"Xhin... Ayo makan selagi panas" ucap Xiang Yu kepada Xhin yang sedang melihat sebuah gulungan jurus.


"Ayok kita makan" ucap Xhin meletakan gulungan jurus itu lalu berjalan ke arah meja makan.


"Ayok sini tanganmu" ucap Xiang Yu.


Xhin yang tidak tahu kenapa Xiang Yu memintanya begitu hanya memberikan kedua tangannya.


Sleerr!!!


Xiang Yu memunculkan elemen air di kedua telapak tangannya lalu membersihkan tangan Xhin.


"Oh... Terima kasih Yu'er" ucap Xhin.


Mereka berdua lalu duduk berhadapan di meja yang digunakan sebagai meja makan, Xiang Yu tidak lupa mengisi mangkuk Xhin dengan sup yang dia buat.


Saat Xhin memasukan sesendok sup kedalam mulutnya, seketika matanya melebar.


"Enaknya" Ucap Xhin meneruskan makan dengan memasukkan sesendok demi sesendok sup kedalam mulutnya yang.


Mendengar Xhin berkata enak, Xiang Yu lansung tersipu malu sambil meneruskan makan.


Mereka berdua begitu menikmati makanan mereka, Xhin sesekali memuji Xiang Yu karena masakannya Sangat enak.


Beberapa saat kemudian kini Xhin telah selesai makan, sedangkan Xiang Yu juga telah selesai membersihkan mangkuk dan sendok makan.


Xhin yang selesai makan lalu menuju ke kamar tidur, tidak lama kemudian Xiang Yu juga masuk ke kamar Xhin.


"Eh... Yu'er, apakah kamu mau tidur di kamar ini juga" ucap Xhin.


"Hmm... aku ingin terbiasa tidur sekamar denganmu tetapi ingat kita hanya tidur dan tidak boleh melakukan hal yang lain" ucap Xiang Yu dengan wajah yang mulai memerah.


"Oh... ayok kita tidur bersama, tapi tanganku ini sangat nakal dan susah untuk di kontrol kalau aku sedang tertidur" ucap Xhin lalu membalikkan pandangannya kearah lain sambil tersenyum lucknut.


mereka berdua langsung berbagai tempat tidur, tetapi mereka tidur saling membelakangi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian saat dikiranya Xiang Yu sudah tertidur, Xhin Merubah posisi tidurnya menghadap Xiang Yu.


Tidak tunggu lama Xhin lansung memeluk tubuh Xiang Yu, Xiang Yu yang belum tertidur hanya bisa berusaha memejamkan matanya.


Xhin tidak terburu-buru, dia hanya sekedar memeluk Xiang Yu saja dan tidak melakukan hal lain.


Mereka berdua tertidur dengan Xhin yang Masih memeluk tubuh Xiang Yu.


Di pagi harinya Xiang Yu terbangun, tetapi tangan Xhin Masih terus memeluknya. karena tidak mau membangunkan Xhin, Xiang Yu terpaksa hanya terus berbaring di samping Xhin.


Saru jam kemudian Xhin telah bangun, saat membuka matanya dia melihat Xiang Yu yang sedang memandangnya.


Sedang Xiang Yu menatap mata naga milik sangat dekat, entah kenapa mata Xhin menjadi candu baginya.


"Hei... kamu udah bangun dari tadi" ucap Xhin kepada Xiang Yu yang sedang memandangnya.


"Iya.. aku udah bangun dari pagi, cuman ada tangan yang masih memelukku tanpa meminta izin dariku" ucap Xiang Yu.


"Maaf ya.. tapi aku udah bilang kan semalam... kalau tangan aku suka nakal kalau aku tidur" jawab Xhin.


"Hmm... bukan tangan kamu yang nakal, tapi otak kamu" ucap Xiang Yu pelan.


"Tapikan otak aku nakal sama calon istri aku sendiri kaga apa-apa kan" balas Xhin yang membuat Xiang Yu tersenyum, lalu mereka berdua terdiam selama beberapa saat.


"Ke mana, apakah tempat itu sangat jauh" balas Xiang Yu.


"Kaga jauh sih" balas Xhin.


"Kalau begitu aku siap-siap dulu" jawab Xiang Yu beranjak bangun.


melihat Xiang Yu turun dari tempat tidur, Xhin juga ikut turun dari tempat tidur lalu menarik tangan Xiang Yu.


"Kaga usah siap-siap" ucap Xhin lalu mengeluarkan token giok Dunia Naga.


Xiang Yu hanya diam sambil melihat apa yang akan dilakukan oleh Xhin, walaupun hatinya bertanya-tanya tentang token Giok apa yang berada di tangan Xhin, tetapi di dalam hatinya.


Xhin lalu mengalirkan energi spirit ke token giok tersebut, tiba-tiba muncul sebuah lingkaran portal di depan mereka berdua.


"Apa itu" ucap Xiang Yu bertanya.


"Nanti juga kamu tahu" ucap Xhin menarik tangan Xiang Yu masuk ke dalam portal menuju Dunia Naga.


Seketika mereka berdua muncul di dalam Goa Naga. Xiang yu sangat tercengang melihat kumpulan batu berkilau yang menerangi dalam goa tersebut.


"Kita di mana ini" ucap Xiang Yu bertanya sambil melihat sekelilingnya.

__ADS_1


"Kita sekarang berada di dunia salah satu cabang, dunia ini adalah tempat tinggal para Naga dan Phoenix, akan tetapi kedua ras itu telah musnah akibat peperangan besar antara keduanya" ucap Xhin menjelaskan.


"Sini ikut aku" lanjutnya sambil menarik tangan Xiang Yu.


Mereka berdua lalu berjalan keluar dari Goa tersebut, karena Xhin sebelumnya telah membuat pintu keluar di dasar Goa.


Setelah berjalan keluar, Xiang Yu sangat terkejut saat melihat hamparan tanaman spiritual yang sangat banyak.


"Xhin Gege, bagimana kamu bisa menemukan tempat ini" ucap Xiang Yu yang tercengang dengan apa yang dia lihat saat ini.


"Ceritanya panjang, tapi aku janji akan menceritakan semuanya kepadamu" ucap Xhin lalu memetik beberapa tanaman spiritual untuk membuat Pill Liliang.


Hampir satu jam memetik tanaman spiritual, kini mereka berdua kembali masuk ke dalam Goa Naga, setibanya di dalam Goa Naga, Xhin lalu mengebaskan tangannya mengeluarkan tungku dewa.


Xiang Yu tidak menyangka Xhin memiliki sebuah Tungku yang sangat besar, dan Tungku besar itu mengeluarkan energi spirit yang sangat kental.


"Xhin... siapa sebenarnya kamu, aku sangat yakin kamu masih memiliki hal lain yang kamu sembunyikan, dan... kenapa kamu terus membuatku tercengang, selalu membuatku merasa aman dan nyaman" batin Xiang Yu.


Xhin lansung mengeluarkan api roh di telapak tangannya, api biru itu lansung dimasukkan ke dalam tungku sehingga Tungku Dewa Seketika langsung menyala.


Xhin lalu emasukan 10 jahe yang berusia 2 juta tahun, 10 Ginseng yang berusia 2 juta tahun, 10 tangkai Bunga anggrek api, 10 rebung petir berusia 2 juta tahun, 50 jamur Ice yang berusia 1 ribu tahun, 10 tangkai Lily air berusia 1 juta tahun.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


^^^Bersambung... ;)^^^

__ADS_1


__ADS_2