
Craakss!!
Paruh beast monster Pteranodon lansung menembus perut Jixi dan membuatnya tersangkut di mulut beast monster itu.
Slash!!!
Lie Gu yang paling dekat dengan Jixi lansung melesat ke arah beast monster Pteranodon dan Jixi yang masih tersangkut di mulut beast monster itu, dengan mengalirkan energi spirit yang sangat besar ke pedangnya Lie Gu lansung menebas leher beast monster Pteranodon itu hingga terpisah dari tubuhnya.
Setelah kepala beast monster telah terpisah dari kepalanya, Lie Gu dengan refleks menangkap Jixi yang perutnnya telah di tembus oleh paruh beast monster Pteranodon, kepala beast monster Pteranodon juga masih nyangkut di tubuh Jixi tetapi tidak dengan tubuh beast monster itu.
Terlihat darah segar mengalir keluar dari mulut Jixi, nafas Jixi mulai memburu akan tetapi Lie Gu lansung mengalirkan energi spirit untuk mempertahankan vitalitas hidup dan memulihkan kondisi Jixi walaupun hanya sedikit.
Shan Dro hanya terdiam mematung melihat bawahan dia yang terluka, sebenarnya Shan Dro sudah menganggap mereka semua sebagai sahabat sekaligus saudara dia sendiri, dan ini kali pertama dia melihat sahabat dia terluka sampai hampir tidak dapat dipastikan kalau nyawanya bisa di selamatkan atau tidak.
"Pertama Xhin, sekarang Jixi... perjalanan kita kali ini tidak seperti yang kita harapkan walaupun kita bakalan keluar sebagai pemenang turnamen pun semuanya percuma" batin Shan Dro.
dengan melalui pertarungan panjang yang melelahkan, mereka semua dapat mengalahkan beast monster Pteranodon, tetapi Jixi mengalami luka berat akibat dari pertemuan tersebut.
Perutnya berlubang saat terkena hantaman paruh beast monster Pteranodon, akan tetapi dia masih hidup walaupun kondisinya sekarang menjadi kritis.
Yeu Fan sedikit paham dengan ilmu pengobatan jadi dia dapat menutupi aliran darah agar Jixi tidak kehabisan darah dan juga di bantu dengan beberapa botol Eleksir penyembuhan, jadi Jixi masih dapat bertahan hidup selama beberapa hari.
Mereka semua yang tadinya ingin beristirahat, kini tidak jadi akibat bertarung melawan belasan beast monster Pteranodon.
Hari kini kembali menjadi terang, mereka semua dapat melihat kabut Ungu sudah sepenuhnya menghilang dari lembah tersebut.
Akan tetapi mereka juga melihat puluhan peserta perlombaan Alam Maut berada di dekat bangkai beast monster Hydra, mata Shan Dro lansung tertuju pada pedang milik Xhin yang masih tertancap di tubuh beast monster Hydra.
Dia juga melihat banyak sekali peserta dari perlombaan Alam Maut mencoba untuk menarik pedang milik Xhin, akan tetapi tidak dapat tercabut dari tubuh beast monster Hydra.
__ADS_1
"Kalian perhatikan baik-baik, itu bukannya pedang milik Xhin?" Ucap Zui Bo yang juga melihat pedang milik Xhin.
"Benar... Itu pedang milik Xhin, tapi kemana dia berada, apakah Xhin juga telah mati" ucap Jin Ton yang sedari berdiam diri.
Mendengar ucapan Jin Ton, tubuh Yeu Fan lansung bergetar hebat, dia tidak menyangka Xhin akan mati saat melawan Beast Monster tingkat Heavenly Immortal King.
"Aku akui Xhin memang hebat, tetapi beast monster itu juga memiliki tingkatan yang berada jauh di atas Xhin, peluang Xhin untuk menang juga sangat tipis... Jadi dapat dipastikan Xhin telah gugur, dengan kematian beast monster itu juga merupakan sebuah pencapaian besar" ucap Shan Dro.
Dalam dunia kultivator, mereka yang mengalahkan lawan atau beast monster yang memiliki tingkatan jauh di atas merupakan sesuatu yang sangat sulit di capai, jika ada pun orang tersebut pastilah di anggap sebagai orang yang sangat jenius dari jenius yang sebenarnya.
"Boss.. kalian pergi duluan, aku akan menjaga Jixi di tempat ini" ucap Zui Bo karena mereka meletakkan tubuh Jixi yang masih belum sadarkan diri di kaki gunung.
Tanpa menunggu lama mereka bertujuh lansung melesat kearah bangkai beast monster Hydra, para peserta perlombaan Alam Maut tidak saling serang tetapi mereka saling berlomba untuk mencabut pedang milik Xhin.
"Hei... Kalian, apakah kalian tidak melihat temanku pemilik pedang itu" ucap Shan Dro Bertanya kepada mereka yang masih Mengantri untuk menunggu giliran mereka mencabut pedang Rebellion dari tubuh Beast Monster Hydra.
"Kami tidak melihat keberadaan sang pebantai, tetapi coba kamu tanyakan kepada peserta dari Sakte Angin Musim Semi, karena mereka yang pertama sampai di sini dan mereka juga yang menghilangkan kabut beracun itu" ucap salah seorang peserta perlombaan Alam Maut.
Sakte Angin Musim Semi merupakan salah satu dari tiga Sakte terkuat di dunia dewa, mereka dapat di kenal dengan jelas karena warna jubah yang mereka pakai berwarna putih ke Kuningan.
Shan Dro dapat melihat dengan sangat jelas, tingkat kultivasi peserta perlombaan Alam Maut yang berasal dari Sakte Angin Musim Semi, tingkat tertinggi di antara mereka berada di ranah Dewa Alam 5 dan sisanya berada di ranah Dewa Alam 4 dan 3.
"Kami dari dari Sakte Petir Langit memberi hormat kepada kawan-kawan yang berasal dari Sakte Angin Musim Semi" ucap Shan Dro yang di ikuti oleh yang mereka semua.
"Apa ada keperluan kalian datang kepada kami? Kita adalah musuh di daratan ini, seharusnya aku menyerang kalian dan begitu juga sebaliknya, tapi karena kami semua sedang mencoba mencabut pedang tingkat semesta itu, jadi kita akan berdamai untuk sementara" ucap salah seorang murid Sakte Angin Musim Semi.
"Niat kami datang ke sini bukan untuk menyerang kalian tetapi untuk menanyakan tentang keberadaan teman kami, dan Pedang Tingkat semesta itu adalah miliknya" jawab Shan Dro menahan emosinya.
"Kenapa kalian bisa berpikir kalau kita yang melakukannya?" Ucap Pemimpin tim dari murid sakte Angin Musim Semi
__ADS_1
"Melakukan apa? Kami ke sini cuma Ingin sekedar bertanya karena kalian orang pertama yang datang ke tempat ini setelah kabut ungu menghilang, dan pertanyaan saya apakah kalian melihat teman kami atau tidak?" Balas Shan Dro yang sambil menahan emosinya.
"Ciri-ciri temanku, Dia memiliki kulit yang sangat putih hampir seperti salju, menggunakan pakaian hitam, matanya seperti mata Naga, mungkin dia pria paling tampan di antara semua orang di sini" ucap Shan Dro.
"Maaf... Kami tidak mengetahui apa yang kamu bicarakan, dan juga kami tidak melihat lelaki dengan ciri-ciri seperti itu, tapi ciri-ciri yang kamu sebutkan tadi mungkin mirip dengan sang pembantai yang sering di ceritakan akhir-akhir ini" Ucap Pemimpin tim dari murid sakte Angin Musim Semi.
"Jadi kalian juga tidak melihatnya?" Ucap Yeu Fan dengan tatapan kosong.
"Mungkinkah Xhin sudah mati? Apakah dia di makam oleh beast monster ini" sahut Chi Cheng.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^^^^Bersambung... (:^^^^^^