Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Alam Maut Level Kedua II


__ADS_3

Mereka tidak tinggal diam, akan tetapi mereka mengambil harta yang dimiliki oleh setiap mayat yang mereka temukan, baik itu pedang dan juga pil kualitas tinggi.


Mereka berjalan lebih jauh, menuju bagian akhir tahap kedua, sedari tadi berjalan Xhin merasakan ada yang janggal dengan badai dingin yang terjadi di daratan tersebut.


Dia merasa bahwa badai dingin itu bukan berasal secara alami dari daratan tersebut, melainkan ada sesuatu yang menyebabkan terjadinya badai salju yang tidak kunjung berhenti.


"Kalian semua... aku akan pergi sebentar, kalian lanjutkan perjalanan saja dan jangan tungguin aku, aku akan membuat api yang tidak bisa padam untuk menghangatkan tubuh kalian" ucap Xhin.


"Baiklah, kami akan menunggu kamu di puncak gunung Pedang" ucap Shan Dro.


Srubb!!


Xhin kemudian memunculkan api ungu di tangannya, setelah itu Xhin membentuk sebuah tongkat pendek menggunakan elemen tanah, dan api ungu diletakkan di ujung tongkat tanah tersebut hingga terlihat seperti obor.


"Api ini!! Bukankah tidak seorang pun mampu mengendalikan api ungu, Ayahku juga pernah berkata bahwa... bahkan dewa api pun tidak memiliki api Ungu" batin Yeu Fan yang baru pertama kali melihat Xhin mengeluarkan api Ungu.


Xhin lalu memberikan obor api ungu ke pada Shan Dro, Shan Dro lalu memberikan obor itu kepada Dhu Fang, karena Dhu Fang yang akan berjalan di tengah mereka untuk menghangatkan tubuh mereka semua.


"Satu lagi... Jangan pernah menyentuh api itu, karena api ini tidak bisa dipadamkan dengan apa pun, hanya aku yang bisa memadamkannya dan jika kalian menyentuhnya saat aku tidak ada maka nyawa kalian akan terancam" jelas Xhin.


"Baiklah, kami akan berhati hati" jawab Shan Dro.


Mendengar jawaban Shan Dro, Xhin lansung melesat pergi kearah pegunungan di sebelah kanan dari jalur menuju ke Gunung Pedang.


Xhin melesat dengan sangat cepat ke arah pegunungan, karena sebelumnya saat dia membuka peta Alam Maut level dua, dia melihat pegunungan tersebut dan saat mereka berjalan juga, Xhin dapat merasakan gelombang aura dingin yang mereka rasakan berasal dari makhluk hidup, bukan cuaca yang terjadi di tempat tersebut.


Bagi mana dia bisa mengetahui bahwa gelombang aura dingin itu berasal dari makhluk hidup, karena penguasaan elemen es tingkat puncak maka Xhin dapat mengetahuinya.


Dia merasa gelombang aura dingin tersebut mengandung akan kebencian dan siksaan yang diterima dari pemilik Aura dingin tersebut.


Saat dalam perjalanan, Xhin juga menyebarkan kesadarannya sampai batas-batas tertentu dan dia merasakan kehadiran sekelompok orang tidak jauh di tengah lembah pegunungan yang berada di depannya.


"Apa mereka juga menyadari akan hal ini, lebih baik aku bersembunyi dulu sambil mengamati mereka" batin Xhin yang sedang terbang melesat.


Xhin langsung menyembunyikan aura kehadirannya, dengan menekan habis tingkat kultivasinya tetapi tidak berdampak bagi kekuatannya.


Setelah tiba di lembah pegunungan, Xhin dapat merasakan dengan jelas kehadiran sesosok beast monster yang sangat kuat.


Tanpa menunggu lama dia langsung mengikuti keberadaan orang-orang yang dia rasakan saat menyebarkan kesadarannya, karena arah perjalanan mereka yang tidak lain merupakan peserta perlombaan Alam Maut, menuju ke arah makhluk yang Xhin rasakan keberadaannya.


Terlihat pergerakan mereka sangat cepat dan juga mereka berjalan seperti mewaspadai sekitar mereka.


Xhin terbang rendah di antara pepohonan, sambil menggunakam ranting pohon atau batang pohon untuk bersembunyi.


"Mereka terlihat sangat mencurigakan, Aku bisa mengalahkan mereka dengan sangat mudah tetapi aku juga membutuhkan mereka untuk memandu jalan.

__ADS_1


Saat mengikuti mereka dari belakang, Xhin kini melihat sebuah Sungai yang cukup besar dan terdapat sebuah Air terjun yang tidak membeku walaupun suhu dingin di tempat itu sangatlah dingin.


Terlihat kabut uap yang cukup tebal saat Air terjun mengalir turun ke dalam sungai, tetapi separuh permukaan sungai membeku menyisakan sedikit bagian di kaki Air terjun yang tidak membeku.


Kini Xhin melihat mereka semua memasuki sebuah goa di balik air terjun tersebut, yang membuat Xhin kebingungan yaitu, bagimana bisa Air terjun itu tidak membeku, sedangkan udara dingin di tempat itu sangat mengerikan, bahkan beast monster tingkat Immortal dapat membeku dengan sangat mudah bila berada di sana.


Tidak menunggu lama Xhin langsung mengikuti mereka memasuki tempat Goa yang terdapat di balik air terjun di depannya.


Saat berjalan menerobos air terjun itu, Xhin merasakan air tersebut merupakan air panas.


"Air panas? Bagimana bisa terdapat air panas di daratan Es" batin Xhin yang berjalan memasuki goa tersebut.


Semakin dalam memasuki Goa, Xhin merasa Aura dingin semakin pekat tetapi tidak menyakitinya, yang aneh di sini yaitu bagaimana sekelompok orang itu bisa bertahan di energi dingin yang sangat kuat tersebut.


Xhin kemudian melihat cahaya yang berasal dari dasar Goa di depannya, yang berarti ada kolam yang cukup dalam di depannya, karena dia dapat melihat dengan jelas bibir tebing didepannya.


Tidak menunggu lama Xhin lansung melesat ke arah cahaya tersebut, saat Xhin berdiri di tebing dia dapat melihat dengan jelas ada seekor Phoenix berwarna putih kebiruan sedang terikat dengan rantai di dasar kolam.


Dapat dipastikan bahwa, Phoenix yang dirantai tersebut adalah Phoenix Es, sedangkan kelompok orang tersebut juga berada di bawah bersama Phoenix yang sedang terikat rantai.


Setelah melihat mereka mengeluarkan pedang mereka, Xhin langsung mengeluarkan 10 pisau terbang miliknya yang diambil dari Lon Kae, sewaktu pertempuran di dunia Qilin.


Setelah dikeluarkan, 10 pisau terbang itu lansung terbang melingkar tubuh Xhin dari belakang.


Swus!


Pisau terbang melesat dengan sangat cepat, kearah target yang ingin Xhin bunuh.


Slash!


Saat dia melangkahkan kaki kanannya mendekati burung Phoenix yang sedang dirantai tersebut.


Pisau terbang lansung menembus leher orang tersebut dan hanya membuat setetes darah terjatuh saat pisau terbang menembus leher orang tersebut.


Bruk!


Tubuh orang tersebut lansung terjatuh ke atas lapisan es, dan detik berikutnya terlihat genangan darah telah mengalir di bawah tubuh orang tersebut.


Melihat salah satu rekan mereka terbunuh, keempat orang lainnya lansung bersiaga.


Mereka berempat berdiri saling membelakangi, sambil berputar melihat sekeliling mereka.


Xhin lansung melesat turun dari atas, sebelum kaki Xhin mendarat di atas lapisan es kini terdengar suara yang pisau terbang menembus tubuh tiga orang tersebut.


Jleeb!

__ADS_1


Jleeb!


Jleeb!


Pisau terbang sudah terlebih dahulu menembus tubuh tiga orang yang berada di bawah sebelum kaki Xhin menyentuh dasar kolam dan hanya menyisakan satu orang.


Braak!!


Saat Xhin mendarat, dia menghancurkan permukaan Es di dasar goa, tetapi dia mendarat dengan satu lutut bertumpuh pada tanah dan wajahnya di tundukkan ke bawah.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


^^^BERSAMBUNG... :)^^^

__ADS_1


__ADS_2