Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Transformasi Mammon


__ADS_3

Damse melapisi tubuhnya dengan api sehingga terlihat seperti api itu sendiri.


"brand vuist" muncul Tinju api yang sangat besar mengarah ke kumpulan burung Garuda.


Bomm!!


Ledakan tersebut membuat ratusan Garuda terpental jatuh seperti hujan, tetapi serangan Damse tersebut hanya membuat luka ringan pada tubuh ratusan Garuda.


Damse melihat burung Garuda yang terkena serangannya tapi tidak berefek, Damse yang telah 100% dalam penguasaan elemen api kembali melapisi tubuhnya dengan Dua jenis api.


Api Hitam di badan sebelah kiri


Api putih yang sangat panas di badan sebelah kanan, Seketika udara di dekat Damse menjadi sangat panas, bahkan setiap kali Damse melewati apapun pasti akan terbakar.


Damse melesat kearah kumpulan Garuda yang masih tergeletak di atas tanah dan membantai Garuda tersebut satu persatu dengan cepat dan hanya terlihat seperti sebuah bola api dua warna yang sedang menghancurkan Garuda.


Setiap kali Damse memukul meninju menggunakan tangan kiri, maka pukulan tersebut membuat Garuda itu terpental dengan api hitam yang terus membakar tubuh maupun jiwa Garuda hingga menjadi abu dan hilang tertiup angin.


Sedangkan setiap kali Damse menyerang menggunakan tangan maupun kaki kanan, maka serangan tersebut membuat tubuh Garuda lansung tersebut hancur terbakar.


Primordial Demon begitu kesal melihat para bawahannya mati tanpa melukai Damse.


Di ujung menara, kedua orang tua Fanny menjadi kagum melihat Damse membantai para Garuda tersebut.


"Uji coba elemen api telah selesai giliran elemen petir" ucap Damse yang kembali bertransformasi, dengan melapisi tubuhnya dengan petir Merah sehingga membuat dia terlihat seperti petir itu sendiri.


Saat berada di mode petir kecepatan pergerakan Damse meningkatkan 3x lipat.


"thunder storm" seketika muncul awan hitam yang menghujani petir kearah ratusan Garuda tersebut.


Ratusan Garuda mengeluarkan tameng untuk menangkis petir tersebut, tetapi petir milik Damse telah berada di tingkat ilahi dan tidak bisa ditangkis hanya dengan tameng saja.


satu persatu burung Garuda tewas di bunuh dan hanya tersisa pemimpin Garuda yang dari tadi berdiam diri di samping Primordial Demon.


Tinggi pemimpin Garuda tersebut hampir 4 meter, panjang sayapnya hampir mencapai 6 meter dengan tubuh besar di hiasi dengan otot-otot.


"Tuan biarkan saya yang melawannya" ucap pemimpin Garuda tersebut dengan menundukkan badannya.


"Baiklah jangan mengecewakanku" ucap Primordial Demon tersebut.


Swuss~~~


Bamm!


Garuda tersebut melesat dan melancarkan tendangan tepat di dada Damse yang sedang dalam mode manusia.


Bomm!!


Damse terpental seperti roket menabrak gunung sehingga gunung tersebut terbelah.


Seteguk darah keluar dari mulut Damse, itu adalah darah pertama Damse yang keluar dalam sebuah pertempuran.

__ADS_1


"Hahah.... Rupanya kamu juga begitu kuat ya" ucap Damse yang berusaha berdiri.


Blaar!!


Damse kembali bertransformasi ke mode Petir, Damse juga telah mengeluarkan pedang Rebellion.


aura kematian begitu pekat mengelilingi Damse.


Di sisi lain Mammon begitu terkejut saat melihat pedang Rebellion milik Rajanya berada di tangan Damse, Dante von vegelion merupakan raja dari Ras Primordial Demon.


"Rupanya kamu telah serius yaa" ucap Pemimpin Garuda tersebut.


Swuss~~~


Trang!!


Trang!!


Damse melesat dengan menebas Garuda itu secara membabi buta.


Garuda tersebut menangkis setiap serangan yang di lancarkan Damse.


"Aku tidak bisa melihat Damse dan monster itu mereka begitu cepat, ini adalah pertarungan antara dewa, bahkan hanya orang dengan tingkat keberuntungan tinggi saja yang bisa melihat pertarungan ini" ucap Jack yang merasa beruntung.


"Tebasan serius" Damse menebas tangan Garuda tersebut hingga terputus.


kyaaakkk!!!


"Pedang itu sangat menakutkan, bahkan tubuhku yang begitu keras bisa terputus" gumam pemimpin Garuda.


"Jadilah budakku maka tanganmu akan ku kembalikan jikalau kamu menolak maka kematian yang akan menunggumu" ucap Damse.


Pemimpin Garuda tersebut mulai memikirkan tawaran yang diberikan Damse "tawaran kali ini memang akan menguntungkan bagiku dari pada aku memilih untuk terus melawannya, sama saja dengan mengantarkan nyawaku menuju gerbang kematian, tetapi bagaimanapun aku telah terikat kontrak dengan tuan Mammon" batin Raja Garuda


"aku telah terikat dengan kontrak darah dari tuan Mammon, jadi hanya kematian tuan Mammon yang bisa melepaskan kontrak darah denganku" ucap pemimpin Garuda tersebut.


"Baiklah lebih baik kamu ku buat tidak sadarkan diri agar kamu tidak mendengar perintah darinya" ucap Damse kemudian melesat kearah pemimpin Garuda dengan cepat lalu mendaratkan sebuah pukulan yang dilapisi dengan elemen api.


Garuda tersebut melesat ke tanah dengan sangat cepat sehingga terbentuk sebuah kawah sedalam 100 meter dengan permukaan tanah retak seperti jaringan laba-laba.


Damse kemudian menutup kawah tersebut dengan elemen tanah miliknya.


Primordial Demon yang tak lain adalah Mammon terlihat sangat kesal saat melihat hal tersebut "brens*k"


Kraggg!!


Boomm!!


Mammon melesat dengan kecepatan tinggi dan menghantam punggung Damse dengan gada miliknya sehingga membuat Damse terpental di atas tanah dengan membuat sebuah garis lurus yang sangat besar.


Jubah milik Damse tidak robek sedikitpun tetapi Damse mulai berbatuk darah, Fanny menjadi panik saat melihat Damse terkena serangan telak dari Primordial Demon.

__ADS_1


"Fan jangan Kawatir, Damse itu penuh dengan kejutan yang bahkan kita sama sekali tidak menduga" ucap Jack menenangkan Fanny.


Damse yang terpental telah berdiri dan kembali memanggil pedang Rebellion.


Swuss~~~


Damse melesat dengan kecepatan tinggi kemudian mengayunkan pedang Rebellion dari atas untuk menebas Mammon tetapi Mammon juga mengayunkan gada miliknya.


Traangg!!


Benturan kedua senjata tersebut menciptakan gelombang kejut yang sangat besar menghancurkan apa saja disekitar mereka, angin berhembus sangat kencang disertai petir yang menyambar.


"Dari mana kamu mendapatkan pedang itu Dewa pencuri" teriak Mammon


"Buat apa aku menjawab pertanyaan orang yang sebentar lagi akan mati" ucap Damse.


Mammon yang kesal kemudian menendang perut Damse membuatnya terhempas sangat keras sehingga tercipta kawah berdiameter 200 mil dengan kedalaman 100 meter.


Kraagg!!


Boomm!!


Tulang rusuk Damse telah hancur, Damse saat ini dalam kondisi sekarat tetapi Damse mengeluarkan Pill Healing Max dan menelannya.


Saat tubuh Damse mulai pulih, Damse bertransformasi kedalam mode api Hitam dan petir secara bersamaan sehingga terlihat seperti petir hitam untuk pedang Rebellion Damse mengalirkan elemen api dan petir ditambah aura kematian miliknya.


Damse melesat naik keatas udara dengan 3x lebih cepat dari sebelumnya.


Trang!!


Trang!!


Keduanya bertempur selama dua Minggu siang dan malam tanpa berhenti, di saat siang, mereka berdua terlihat seperti bayangan yang melesat dan di saat malam hanya terlihat cahaya biru dan merah yang melesat dengan cepat.


Mammon hampir kehabisan Qi sedangkan Damse tidak sama sekali karena Qi miliknya tidak terbatas.


Booomm!!


Damse menendang wajah Mammon membuatnya melesat masuk kedalam tanah sehingga daratan luas tersebut hancur dengan tanah terangkat keatas dan menciptakan kawah terbesar sepanjang pertarungan tersebut.


Tulang-tulang Mammon hancur lebur tetapi Mammon masih memiliki kartu As miliknya yaitu transformasi ke bentuk iblis.


Arrhhkk!!


Boomm!


Boomm!


Ledakan terjadi di dalam tanah, tiba-tiba muncul sosok yang sangat mengerikan dengan kulit berwarna hitam, dua tanduk menjulang panjang kebelakang dengan sepasang sayap hitam di punggungnya, wajah sosok tersebut sangatlah menyeramkan.


Sosok tersebut tak lain adalah Mammon yang telah bertransformasi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2